SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Enggan Memberi Nafkah Batin


Akhwat (Brebes)
9 months ago on Ibadah

Assalamualaikum wr.wb Pak ustad teman saya sudah menikah 2 tahun. Beliau suka bercerita jika Akhir akhir ini suaminya tidak memberikan nafkah batin. Ketika teman saya memintanya selalu ditolak dengan bagai alasan dan teman saya menurut. Namun ia bercerita sebagai wanita normal nafsu sulit untuk ditahan. Yang ingin saya tanyakan bagaimana dalam islam jika sang istri mencari laki lain dan timbulnya perzinahan? Apakah istri juga berdosa? Terima kasih pak ustad, mohon maaf pertanyaannya sensitif
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Termasuk hak istri yang sangat ditekankan dan sangat besar adalah mendapatkan nafkah batin yang berupa jima'. Seorang suami wajib melakukan jima' dengan istrinya demi menjaga kehormatan diri dan istrinya. Ibnu Taimiyyah menerangkan:

Seorang laki-laki wajib untuk mensetubuhi istrinya dengan baik. Jimak termasuk hak istri yang paling ditekankan atas suami. Ini lebih besar dari kewajiban memberinya makan. Terkait jimak yang wajib, ada yang mengatakan bahwa jimak wajib dilakukan sekali pada setiap empat bulan. Ada yang mengatakan sesuai dengan kebutuhan istri dan sesuai dengan kemampuan suami sebagaimana suami memberi makan istri sesuai kebutuhannya dan sesuai dengan kemampuan suami. Dan inilah pendapat yang lebih tepat. Wallahu a'lam. Majmu' al-Fatawa 32/271

 

Apabila seorang suami dengan sengaja tidak melakukan kewajibannya tanpa didasari udzur yang syar'i maka ia dianggap telah melakukan penyelisihan syariat. Diantara solusi yang bisa ditempuh adalah istri memberikan masukan ke suami terkait hak istri dalam hal hubungan intim.

 

Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dengan suami dalam masalah ini. Apabila suami tidak merubah sikapnya maka istri tersebut bisa meminta bantuan orang lain (yang punya kedudukan di mata suami) untuk menasehati suami seperti ibunya atau saudarinya atau bibinya. 

 

Di sisi lain kami sarankan kepada istri tersebut untuk memperbaiki muamalah dan penampilan di hadapan suami dengan harapan suami terangsang ketika melihat istri. 

 

Apabila suami tetap tidak berubah dari sikapnya maka istri boleh mengajukan talak atau khulu'.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menerangkan,"

 

ولكن لو تضررت المرأة ببقائها مع الزوج لبغضها له أو سوء عشرته أو أسباب أخرى فقد جعل الله لها فرجا بالمخالعة

Namun bila seorang wanita terkena mudhorot ketika dia bersama suami disebabkan karena bencinya wanita itu kepada suami atau karena perlakuan yang buruk dari suami atau sebab lain maka Allah telah memberikan jalan keluar berupa khulu'. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 21/292

 

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan,"

 

امرأة كرهت عشرة زوجها، إما لسوء منظره، أو لكونه سيئ الخلق، أو لكونه ضعيف الدين، أو لكونه فاتراً دائماً، المهم أنه لسبب تنقص به العشرة، فلها أن تطلب الخلع

Seorang wanita benci perlakuan suami terhadapnya bisa jadi karena dhohirnya yang buruk atau karena suaminya buruk akhlaqnya atau karena agamanya lemah atau karena suaminya selalu lemah, yang penting dikarenakan sebab yang mengurangi kualitas pergaulan, maka kala itu istri boleh meminta khulu'. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 12/451 

Muhammad bin Ibrohim at-Tuwaijiri menerangkan diantara sebab yang dengannya seorang wanita boleh meminta talak dari suaminya:

 

1. Apabila suami lalai dalam memberi nafkah

 

2. Jika suami menimbulkan mudhorot untuk istri yang karenanya menjadikan hubungan suami istri tidak bisa berlangsung seperti selalu mencelanya, memukulnya, menyakitinya dan istri tidak mampu menahannya atau memaksanya berbuat mungkar atau semacamnya.

 

3. Bila istri terkena mudharat karena tidak hadirnya suami dan ia pun khawatir terkena fitnah karena itu.

 

4. Jika suaminya ditahan untuk waktu yang lama dan istri merasa terkena mudharat karena terpisah dengannya

 

5. Bila wanita mendapati ada aib yang berat seperti mandul, tidak mampu untuk melakukan penetrasi, berbau tidak sedap atau sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan dia tidak mampu melakukan hubungan suami istri dan bersenang-senang dengan pasangan, atau suaminya memiliki penyakit berbahaya dan menular atau sejenisnya.

 

6. Apabila suaminya tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan, atau dia biasa saja ketika melakukan dosa besar dan hal yang haram seperti laki-laki yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat, atau dia meminum khamr, atau dia berzina, atau memakai narkoba dan yang semacamnya. Maushu'ah al-Fiqhi al-Islami 4/191

 

 

Jadi bukanlah termasuk solusi bagi istri tersebut untuk mencari laki laki lain yang bisa memberinya kepuasan dalam urusan ranjang. Kami nasehatkan juga supaya istri itu jangan sampai tergoda dengan laki laki yang menggoda dia untuk melakukan zina mengingat di zaman sekarang ada saja laki laki yang memang sengaja menarget wanita wanita yang telah bersuami untuk dijadikan pasangan berzina. Jangan sampai wanita tersebut tergiur dengan dengan bujukan setan dari jenis manusia itu sehingga wanita itu menyesal di dunia dan di akhirat.

 

Zina bukanlah perbuatan dosa biasa. Zina merupakan salah satu dosa besar yang pelakunya diancam dengan hukuman yang keras di dunia dan adzab yang pedih setelah kematian. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

 

خُذُوْا عَنِّي خُذُوْا عَنِّي قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً اَلْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ وَالرَّجْمُ

 

"Ambillah dariku, ambillah dariku! Allah telah menjadikan bagi mereka jalan keluar. (jika berzina) perejaka dengan gadis (maka hadnya) dicambuk seratus kali dan diasingkan setahun. (Apabila berzina) dua orang yang sudah menikah (maka hadnya) dicambuk seratus kali dan dirajam.” HR. Muslim no.1690

 

Dalam nash yang lain disebutkan siksaan pezina setelah ia mati,"

 

"فانطلقنا فأتينا على مثل بناء التنور " - قال عوف: أحسب أنه قال -: " فإذا لغط وأصوات، فاطلعنا فإذا فيه رجال ونساء، وإذا هم يأتيهم اللهب من أسفل منهم، فإذا أتاهم ذلك ضوضووا، قال: قلت: من هؤلاء؟ قال: لي انطلق " - فذكر الحديث ثم قال في التفسير: " أما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فإنهم الزناة والزواني

 

“Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran.” -Auf, perawi hadits- berkata, “Sepertinya beliau juga bersabda, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.’” Beliau melanjutkan, “Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika-il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ HR. al-Baihaqi di Syu'ab al-Iman no.5036 Dishahihkan oleh al-Albani di Shahih al-Jami' ash-Shaghir 1/651

 

Bisa jadi Allah ta'ala juga menghukum wanita yang selingkuh dengan penyakit kelamin yang akan diderita seumur hidupnya dikarenakan selingkuhannya adalah laki laki yang hobi berzina dengan banyak wanita. Na'udzubillahi min dzalik. Wallahu ta'ala a'lam

 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com