SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Orangtua Meminta Dinafkahi Oleh Anak Yang Sudah Punya Tanggungan


Akhwat (Bogor)
5 months ago on Keluarga

Assalamualaikum ,, Saya mau tanya apa orangtua laki2 berhak menuntut anak laki2nya yg sudah menikah seperti meminta uang lebih untuk kehidupannya dan menutut semua ke anak laki2nya. sedangkan anaknya sudah mempunyai istri dan anak dan tanggung jwbnya lebih besar
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila anak laki-laki sudah mampu menafkahi diri dan istrinya kemudian ada kelebihan harta maka dia wajib memberikan nafkah ke anak dan orang tuanya meski dia tidak diminta oleh orang tua. Al-Mardawi menerangkan:

 

اعْلَمْ أَنَّ الصَّحِيحَ مِنْ الْمَذْهَبِ: وُجُوبُ نَفَقَةِ أَبَوَيْهِ وَإِنْ عَلَوَا، وَأَوْلَادِهِ وَإِنْ سَفَلُوا بِالْمَعْرُوفِ، أَوْ بَعْضِهَا إنْ كَانَ الْمُنْفِقُ عَلَيْهِ قَادِرًا عَلَى الْبَعْضِ. وَكَذَلِكَ يَلْزَمُهُ لَهُمْ الْكِسْوَةُ وَالسُّكْنَى، مَعَ فَقْرِهِمْ. إذَا فَضَلَ عَنْ نَفْسِهِ وَامْرَأَتِهِ

Ketahuilah bahwa pendapat yang benar dalam madzhab adalah wajibnya memberi nafkah ke kedua orang tua (kakek-nenek dst.pent) dan wajib memberi nafkah ke anak-anak (cucu dst.pent) dengan cara yang ma'ruf, Atau bila tidak mampu maka dia memberi nafkah sebagian dari mereka. Dia juga wajib memberi mereka pakaian dan tempat tinggal bila mereka fakir, ini bila ada kelebihan harta setelah dia menafkahi dirinya sendiri dan istrinya. Al-Inshaf 9/292

 Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi oernah ditanya: Ada hadis dalam bab "Hak Ayah atas Anaknya", Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu."Apakah pernyataan ini berlaku bagi anak perempuan yang bekerja dan memperoleh gaji memadai, meskipun ayahnya tidak perlu harta darinya sepanjang anak perempuan itu di bawah perwaliannya?

Mereka menjawab: Hadis ini mencakup anak laki-laki dan perempuan. Hal itu juga sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha, Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kamu makan adalah yang berasal dari hasil usahamu, dan sesungguhnya anak-anakmu adalah termasuk hasil usahamu(HR. Lima Imam Hadis) Namun, disyaratkan tidak terjadi kemudaratan yang besar pada anak, baik laki-laki ataupun perempuan, atas tindakan itu. Ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain dan dalil-dalil lain yang serupa dengannya. Selain itu, ayahnya juga disyaratkan untuk tidak mengambil harta anaknya dengan tujuan memperkaya diri, namun sekedar untuk memenuhi kebutuhannya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 21/180-181 Fatwa nomor 6346

 Wallahu ta'ala a'lam

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com