SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Cara taubat dari membunuh


Ikhwan (Tangerang selatan)
5 months ago on Fiqih

Assalamu'alaykum ustadz, Kita semua tahu bahwa membunuh merupakan dosa besar, yang dimana orang yang melakukan pembunuhan wajib diqishas. maka pertanyaannya, bagaimana cara bertaubat dari membunuh? Mengingat bahwa di negeri kita tidak menerapkan hukum qishas
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Untuk selamat dari adzab dari dosa besar itu orang yang melakukan pembunuhan itu harus melakukan beberapa hal

Pertama: memenuhi hak Allah dalam masalah ini yakni dia  harus bertaubat kepada Allah ta'ala dengan sungguh sungguh.

Kedua: memenuhi hak keluarga orang yang telah dia bunuh, dia perlu meminta kerelaan hati dari keluarga dari orang yang telah dia bunuh, bisa dengan memberi kompensasi harta atau yang lain

Ketiga: Memperbanyak amal baik untuk memenuhi hak orang yang telah dia bunuh di akhirat kelak, ini menurut salah satu pendapat Ulama', ada pendapat lain yang menyebutkan bahwa denga taubat yang sungguh-sungguh maka Allah ta'ala akan memberikan tawaran lain kepada orang yang telah dia bunuh di akhirat kelak sehingga dia tidak meminta pahala kebaikan orang yang membunuh.

Ibnu Taimiyyah menerangkan hak yang harus dipenuhi pembunuh:
Hak Allah, karena dia telah melanggar batasan Allah ta'ala dan melanggar apa-apa yang diharamkan. Dosa ini diampuni oleh Allah ta'ala dengan taubat yang benar. Sebagaimana difirmankan oleh Allah ta'ala


Hak Kedua adalah hak manusia, Pembunuh harus memberi hak para wali (keluarga.pent) orang yang telah dia bunuh, diantaranya: memeberi mereka kesempatan untuk qishas, atau meminta damai dengan membayar harta tertentu atau meminta maaf ke mereka, apabila itu sudah dilakukan maka dia telah melaksanakan kewajiban dia dalam menunaikan hak mereka dan ini termasuk penyempurnaan taubat.

Apakah orang yang dibunuh masih memiliki hak yang bisa digunakan untuk menuntut pembunuh pada hari kiamat ? ada dua pendapat ulama' dalam masalah ini baik itu di madzhab imam Ahmad atau yang lainnya. Ulama' yang mengatakan bahwa dia masih memiliki hak dia menerangkan bahwa selayaknya si pembunuh memperbanyak amal baik sehingga itu bisa diberikan kepada orang yang dia bunuh sesuai dengan hak orang yang telah dia bunuh dan tersisa bagi dia apa yang menjadi sisa setelah diberikan, apabila orang yang membunuh dan telah bertaubat memperbanyak amalan maka diharapkan dia mendapatkan rohmat Allah ta'ala dan Allah ta'ala menyelamatkannya dari neraka. Majmu' al-Fatawa 34-172 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com