SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hati Berkata Semaunya Tentang Allah, Islam dan Kemurtadan


Ikhwan (Sleman)
2 months ago on Aqidah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Sebelumnya say mohon maaf bila tulisan saya membingungkan. Saya Alhamdulillah muslim. Tidak tau kenapa hati saya sering ngomong sesuatu yang saya tidak inginkan. Beberapa hari terakhir hati berbicara seperti "bila saya minum air digelas itu saya berarti murtat" dan bahkan hampir setiap kegiatan slalu terniang2 sepwrti itu... Dalam hal minum itu brani minum tanpa mnepis apa2 dalam hati... Dan kgiatan2 yang lain tetap saya kerjakan. Apakah hukumnya buat saya? Murtat/tidak? Saya tidak mau murtat! Bahkan hati saya berkata2 tentang Allah dan semua tentang agama islam ini semaunya! Saya sangat takut tentang keadaan hati saya. Bagaiman hukumnya untuk saya dan saran mengobatinya. Saya amat takut menghadap Allah dgn hati seperti ino. Terimakasih. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Semoga Allah ta'ala memberikan kemudahan bagi anda mengusir perasaan dan lintasan buruk yang selalu datang di hati dan pikiran anda. Bisikan setan tidak diragukan lagi dihembuskan kepada orang-orang beriman untuk merongrong akidah mereka yang lurus di hati mereka serta untuk menimbulkan gangguan dalam jiwa dan pikiran untuk memperkeruh keimanan mereka yang jernih, bahkan hendak memperkeruh kejernihan kehidupan mereka, jika mereka beriman. Godaan setan untuk masalah aqidah  juga pernah dialami para shahabat radhiallahu anhum. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata,"

جاء أناس من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى النبي صلى الله عليه وسلم فسألوه : إنّا نجد في أنفسنا ما يتعاظم أحدنا أن يتكلم به , فقال : ( أو قد وجدتموه؟). قالوا : نعم , قال : ( ذاك صريح الإيمان .

 
Beberapa orang sahabat mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu mereka bertanya kepadanya, 'Kami merasakan dalam diri kami apa yang terasa berat untuk kami sampaikan." Beliau bersabda, 'Apakah kalian telah mendapatkannya?' Mereka berkata, 'Ya,' Beliau bersabda, 'Itulah tanda iman yang nyata." (HR.Muslim)
 
Dalam Ash-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim), juga diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
 

يأتي الشيطان أحدكم فيقول من خلق كذا ؟ من خلق كذا ؟ حتى يقول من خلق ربك؟ فإذا بلغه فليستعذ بالله ولينته

 
"Setan akan mendatangi salah seorang di antara kalian, lalu dia akan bertanya, 'siapa yang menciptakan ini, siapa yang menciptakan itu?' Hingga akhirnya dia bertanya, 'Siapa yang menciptakan tuhanmu?' Jika sampai kepadanya hal tersebut, maka hendaknya dia berlindung kepada Allah dan berhenti (tidak meneruskan)."
 
Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma, sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam didatangi seseorang, lalu dia berkata, 'Sungguh aku merasakan dalam jiwaku yang seandainya aku menjadi burung merpati lebih aku sukai daripada aku mengucapkannya.' Maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
 

 الحمد لله الذي رد أمره إلى الوسوسة 

 
"Segala puji bagi Allah yang hanya dapat menggoda orang mukmin berupa bisikan." (HR. Abu Daud)
 
Syaikhul Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata dalam Kitab Al-Iman. Seorang mukmin akan diuji dengan bisikan setan dan bisikan kekufuran yang akan membuat dadanya sempit. Sebagaimana perkataan seorang shahabat, "Ya Rasulullah, sesungguhnya salah seorang di antara kami mendapatkan dalam dirinya yang sekiranya langit runtuh menimpa bumi, lebih dia sukai daripada dia berbicara tentang hal tersebut." Maka beliau bersabda, "Itulah iman yang nyata."
 
Dalam riwayat lain, ketika shahabat itu menyatakan dirinya berat mengatakan hal tersebut, beliau bersabda, "Segala puji bagi Allah yang membuat setan hanya dapat membisikkan (tidak dapat membuatnya kafir)." Maksudnya orang mukmin itu merasakan bisikan tersebut di dada orang beriman sementara dirinya sangat membencinya. Upayanya untuk mengusir bisikan tersebut dari hatinya merupakan bentuk iman yang nyata, sebagaimana seorang mujahid yang menghadapi musuh, maka dia akan melawannya hingga dia dapat mengalahkannya. Ini merupakan jihad yang agung."
Kemudian beliau berkata, "Karena itu, ada di kalangan penuntut ilmu dan ahli ibadah akan mengalami bisikan dan syubhat tersebut melebihi dari yang lainnya, karena orang selainnya tidak menempuh syariat dan pedoman Allah, akan tetapi dia menuruti hawa nafsunya dan lalai dari zikir kepada Tuhannya. Dan itu yang diinginkan setan. Berbeda dengan orang yang menghadap Allah dengan ilmu dan ibadah, maka mereka adalah musuh setan yang akan selalu dikejar untuk mencegah mereka dari jalan Allah Ta'ala." (Dikutip dari cetakan India, hal. 147)

Berjihadlah dan lawanlah. Ketahuilah, sungguh dia tidak akan dapat membuatmu celaka jika engkau menunaikan kewajiban jihad kepadanya dan berpaling darinya serta tidak lagi tunduk dan mengekor di belakangnya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
 

  إن الله تجاوز عن أمتي ما وسوست به صدورها ما لم تعمل به أو تتكلم

 
"Sesungguhnya Allah akan mengampuni umatku keragua-ruguan yang dibisikkan setan di dadanya selama dia tidak mengerjakannya dan mengatakannya." (Muttafaq alaih)

Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita obat mujarab yang mengandung kesembuhan, yaitu dengan sabdanya, "
 

 فليستعذ بالله ولينته

 
"Maka berlindunglah kepada Allah, dan sudahilah."
 
Jika seseorang menyudahi hal tersebut, dan melanjutkan penghambaannya kepada Allah untuk memohon apa yang ada pada-Nya, maka atas kekuasaan Allah, hal itu akan hilang. Maka berpalinglah dari segala bisikan yang mendatangi hatimu dalam masalah ini. Beribadahlah kepada Allah, berdoa dan mengagungkan-Nya. Maka, apa yang dibisikkan selama ini, bukanlah hakikat nyata, akan tetapi hanyalah lintasan pikiran, keragu-raguan yang tidak ada dasarnya. 
Nasehat ini dapat disimpulkan sebagai berikut;
 
1-Berlindung kepada Allah dan menghentikan sama sekali persangkaan-persangkaan tersebut sebagaimana diperintahkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
 
2-Berzikir kepada Allah dan mengendalikan jiwa agar tidak terus menerus dalam keragu-raguan.
 
3-Konsentrasi dan sungguh-sungguh dalam ibadah serta beramal untuk menunaikan perintah Allah dan mencari ridhanya. Kapan saja ibadah dilaksanakan dengan fokus, khusyu, dan nyata, maka hal itu akan mengalihkan kita dari bisikan keraguan insya Allah.
 
4-Banyak berlindung dan berdoa kepada Allah agar anda diberikan keselamatan dalam masalah ini. 
Saya mohon kepada Allah Ta'ala semoga anda diberikan keselamatan dari segala keburukan. Tulisan ini diringkas dari link  https://islamqa.info/id/12315
 
Terkait meruqyah diri sendiri, Berikut ini sebagian riwayat yang menerangkan cara mengobati dan meruqyah diri sendiri:
Pertama:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ

Dari Aisyah radhiyallahu anha, dia bercerita:“sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila sakit, maka beliau membaca untuk dirinya sendiri Mu’awwidzaat (surat Al-Falaq, Al-Ikhlas dan An-Naas), kemudian meniupkannya….”HR. Bukhari no.5016 dan Muslim no.2192 

Imam Nawawi menjelaskan makna An-Nafts: tiupan ringan tanpa ludah. Lih Syarh shahih Muslim oleh Imam Nawawi 15/18.

Kedua:

عن عثمان بن أبي العاص الثقفي، أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وجعا يجده في جسده منذ أسلم فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Dari Utsman bin Abil Ash, dia mengeluh kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam rasa sakit yang dirasakannya di badannya sejak dia masuk Islam, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya: letakkan tanganmu pada anggota badanmu yang sakit kemudian ucapkan Bismillah 3 kali, dan A’uudzubillahi wa qudratihi min Syarri maa ajidu wa uhaadzir (aku berlindung kepada Allah dan kekuatannya dari kejelekan yang aku dapati dan aku takuti) 7 kali. HR. Muslim no.2202

Ketiga: 
Meminta kesembuhan dari Allah ta'ala dengan cara meminum air zam zam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda mengenai keutamaan air Zam-Zam:

مَاءُ زَمْزَمَ، لِمَا شُرِبَ لَهُ

Air zam-zam sesuai niat ketika meminumnya. HR. Ibnu Majah no.3062. Dishahihkan oleh al-Albani

Berdasarkan hadits ini orang yang ingin kesembuhan dari penyakitnya cukup berniat dalam hati saat meminumnya semoga Allah ta'ala memberikannya kesembuhan.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com