SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sumpah Dengan Qur'an


Ikhwan (Manggar)
2 months ago on Keluarga

Assallamualaikum wr wb.... Pak Ustadz saya pernah bersumpah di depan istri saya dan di atas kepala saya ada al quran yang di pegang istri saya. Adapun ungkapan saya ketika bersumpah adalah "saya bersumpah tidak akan pernah.merokok lagi". Apakah sumpah saya ini sah Pak Ustadz? Karena saya tidak menyebut nama Allah
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuhu

 

Apabila niat anda ketika melakukan itu adalah berniat dengan isi dari mushaf tersebut, yakni firman Allah ta'ala maka sebenarnya model seperti itu tidaklah disyariatkan namun isi dari sumpah itu mengikat anda.

Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan fatwa Aarab Saudi: Saya terpaksa melakukan onani beberapa kali, tetapi kemudian saya bersumpah dengan mushaf Al-Qur'an untuk tidak mengulanginya kembali. Hanya saja, dua minggu setelah sumpah itu, saya melakukan onani lagi demi menghindarkan diri dari dosa zina, wal`iyaadzu billah (saya berlindung kepada Allah darinya). Jadi, apa hukum saya melanggar sumpah dan apa kafarat (denda)nya? Apakah berbeda antara sumpah dengan mushaf dan sumpah dengan ucapan saja?
 
Mereka menjawab: Onani menggunakan tangan hukumnya haram karena itu adalah upaya mendapatkan kenikmatan dengan cara yang tidak dihalalkan Allah. Jadi, Anda harus bertobat dan tidak mengulanginya kembali. Nabi Shallallahu `alahi wa Sallam memerintahkan pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa jika khawatir terkena fitnah karena puasa akan mengalahkan syahwat dan menghalangi agar tidak terjatuh kepada perbuatan haram. Berkenaan dengan penjelasan Anda bahwa Anda telah bersumpah untuk meninggalkan onani tetapi Anda melakukannya lagi, maka Anda harus membayar kafarat sumpah, yaitu memerdekakan budak yang beriman, memberi makan sepuluh orang miskin atau memberi mereka pakaian. Jika Anda tidak memperolehnya, maka Anda harus berpuasa tiga hari. Ukuran memberi makanan adalah setengah sha` -sesuai takaran sha` Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam- dari makanan pokok penduduk negeri, seperti kurma dan beras. Kadar timbangannya kurang lebih satu setengah kilogram. Adapun memberi pakaian adalah dengan gamis, sarung, dan jubah untuk tiap-tiap individu. Tidaklah perlu bersumpah menggunakan mushaf Al-Qur'an karena itu tidak ada dasarnya dalam syariat Islam yang suci.
 
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
 
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakar Abu Zaid (Anggota)
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh (Anggota)
Shalih al-Fawzan (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 22/63 Pertanyaan Ketiga dari Fatwa Nomor:17042
 
Berikut ini ada keterangan lain dari syaikh Sholeh Fauzan dalam wawancara yang dilakukan https://www.youtube.com/watch?v=P-SiCjg6fBA

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com