SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Yang Dilakukan Bila Imam Duduknya Lama Saat Tasyahhud Awal


Ikhwan (jawa timur)
6 months ago on Fiqih

assalamualaikum ustadz mau bertanya .. ketika sholat berjamaah ,dan masuk tasyahud awal .. ketika kita sudah selesai membaca bacaan tasyahud tapi imam belum selesai dan agak cukup lama .jadi apa yang kita lakukan ustadz ? diam saja atau membaca doa ?
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 وعليكم السلام ورحمة الله وب ركاته

 

Sebagian kaum muslimin ada yang tidak membaca shalawat ibrohimiah (seperti yang ada di tasyahhud akhir) secara sempurna saat mereka di tasyahhud awal padahal itu dibolehkan, oleh karena itu apabila maksud anda adalah anda tidak menyempurnakan bacaan shalawat ibrohimiah karena berada di tasyahhud awal maka kami sarankan untuk membacanya saat di tasyahhud awal supaya anda mendapatkan pahala dan supaya anda tidak diam saja menunggu imam hingga bangkit. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Bagaimana bentuk bacaan shalawat kepada Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam dalam tasyahud awal pada salat empat dan tiga rakaat? Mohon penjelasannya. Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Mereka menjawab: Bacaannya sama dengan bacaan dalam tasyahud akhir berdasarkan makna umum hadits-hadits yang menjelaskan hal itu. Di antaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad dan An-Nasa'i rahimahumullah dari Abu Mas`ud al-Anshari radhiyallahu `anhu, bahwasanya ia berkata,   “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi kami ketika kami dalam majelis Sa'd bin 'Ubadah, lalu Basyir bin Sa’ad berkata, “Allah memerintahkan kami untuk bershalawat kepadamu. Bagaimanakah cara bershalawat kepadamu?” Beliau terdiam lama hingga kami berandai ia tidak menanyakan hal itu kepada beliau. lalu, beliau bersabda, 'Katakanlah, 'Allaahumma shalli `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammad kamaa shallayta `alaa aali Ibraahiim. Wa baarik `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammad kamaa baarakta `alaa aali Ibraahiim, innaka Hamiidun Majiid. Untuk 'assalam,' bacaannya seperti yang kalian telah ketahui.'”

Dalam ash-Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) dari Ka`ab bin `Ujrah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika ditanya cara bershalawat kepadanya, beliau bersabda,   Ucapkanlah, "Allaahumma Shalli `Alaa Muhammad wa `Alaa Aali Muhammad kamaa Shallay-ta `Alaa Ibraahiim wa `Alaa Aali Ibraahiim, Inna-ka Hamiidun Majiid, Allaahumma Baarik `Alaa Muhammad wa `Alaa Aali Muhammad kamaa Baarakta `Alaa Ibraahiim wa `Alaa Aali Ibraahiim, Innaka Hamiidun Majiid (Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah berikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung).

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Abdullah bin Qu'ud (Anggota)

Abdullah bin Ghadyan (Anggota)

Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua Komite)

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah  7/14-15 Pertanyaan kedua dari Fatwa Nomor 7917

Diantara riwayat tentang tasyahhud adalah:


عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: أَقْبَلَ رَجُلٌ حَتَّى جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا السَّلَامُ عَلَيْكَ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ، فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا عَلَيْكَ فِي صَلَاتِنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ؟ قَالَ: فَصَمَتَ حَتَّى أَحْبَبْنَا أَنَّ الرَّجُلَ لَمْ يَسْأَلْهُ ثُمَّ قَالَ: " إِذَا أَنْتُمْ صَلَّيْتُمْ عَلَيَّ فَقُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ


Dari Abu Mas'ud Uqbah bin 'Amr, ia berkata datang seorang laki-laki dan duduk di depan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sedangkan kami berada di sisi Beliau kala itu. Laki-laki itu berkata: Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui cara memberi salam kepadamu, namun bagaimana cara kami bershalawat kepada mu pada shalat kami supaya Allah bershalawat kepada Anda disebabkan shalawat kami? Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terdiam hingga kami pun berharap seandainya laki-laki itu tidak bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Beliau bersabda:
Apabila kalian bershalawat atasku maka ucapkanlah:


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد


HR. al-Hakim dalam al-Mustadraknya dan diriwayatkan oleh yang lainnya. Dikatakan oleh imam al-Hakim bahwa hadits ini sesuai dengan syarat Muslim. Adz Dzahabi menyatakan bahwa hadist itu sesuai dengan syarat Muslim   

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com