SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

derajat hadits tentang pendukung penguasa zholim


Ikhwan (bekasi)
6 months ago on Mu'ammalah

Assalamualaikum, Ustadz, ana mau menanyakan derajat hadits ini, apakah shahih? Hadits ini di gunakan oleh sebagian umat untuk berdemo dan menentang pemimpin yang dianggap zholim. mohon penjelasannya, syukron. Dari Ka’ab bin Ujroh radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar mendekati kami, lalu bersabda: إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ “Akan ada setelahku nanti para pemimpin yang berdusta. Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak bisa mendatangi telagaku (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (penguasa dusta) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah bagian dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telagaku (di hari kiamat).” (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Sebenarnya ada beberap bentuk diriwayatkannya hadits tersebut. Diantaranya:


عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُعِيذُكَ بِاللَّهِ يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ مِنْ أُمَرَاءَ يَكُونُونَ مِنْ بَعْدِي، فَمَنْ غَشِيَ أَبْوَابَهُمْ فَصَدَّقَهُمْ فِي كَذِبِهِمْ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ، وَلَا يَرِدُ عَلَيَّ الحَوْضَ، وَمَنْ غَشِيَ أَبْوَابَهُمْ أَوْ لَمْ يَغْشَ وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ فِي كَذِبِهِمْ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الحَوْضَ، يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ الصَّلَاةُ بُرْهَانٌ، وَالصَّوْمُ جُنَّةٌ حَصِينَةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ المَاءُ النَّارَ، يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ، إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

Dari Ka’b ibn ‘Ujrah, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “ Aku memohon perlindungan kepada Allah untukmu wahai Ka’b ibn ‘Ujrah dari para penguasa yang akan datang setelahku. Barangsiapa mengetuk pintu mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan membantu kedzaliman mereka, maka dia bukan golonganku dan aku bukan golongannya, dan ia tidak akan datang ke telagaku. Barangsiapa mengetuk pintu-pintu mereka atau tidak mengetuknya, lalu ia tidak membenarkan kedustaan mereka dan tidak pula membantu kedzaliman mereka, maka ia adalah golonganku dan aku golongannya dan ia akan datang di telagaku, wahai Ka’b ibn ‘Ujrah! Shalat adalah bukti (keimanan), puasa adalah perisai yang kuat, dan sodaqah bisa memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api, hai Ka’b ibn ‘Ujrah! Sesungguhnya tidaklah berkembang daging dari yang haram kecuali neraka paling pantas untuknya” HR. Tirmidzi no.614 dan yang lainnya

Dalam kitab shahih at-Targhib wa at-Tarhib syaikh al-Albani menyebutkan bahwa riwayat ini hasan shahih. Beliau juga menyebutkan riwayat bentuk lain yang mirip. Apa yang beliau sampaikan menunjukkan ada beberapa bentuk riwayat yang mirip dengan yang dibawakan oleh penanya dan statusnya bisa dijadikan sebagai hujjah. Intinya hadits tersebut bisa dijadikan hujjah, namun apabila hadits itu dan yang mirip dengannya dijadikan dalil untuk berdemo menentang pemerintah maka istidlalnya tidak tepat karena dhohirnya itu menunjukkan larangan untuk menjadi penolong kedholiman penguasa. Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com