SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wanita Haidh Ikut Kajian di Dalam Masjid


Akhwat (Lampung)
4 months ago on Ibadah

Asalamualikum ustad saya mau bertanya Boleh ga kalo ada kajian rutin d masjid sedangkan wanita lg haid mengikuti kajiannya? Yg wanita tersebut masuk ke dalam masjidnya
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

Waalaikumussalam wa rahmatullahi wabarakatuhu

Untuk menjawab pertanyaan anda kami akan menukilkan pertanyaan senada dan jawaban dari Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi, pertanyaan tersebut bunyinya," Apa hukum syariat tentang perempuan yang masuk masjid (sedangkan dia dalam keadaan haid) dengan tujuan hanya sekedar untuk mendengarkan khotbah?."

Mereka menjawab," Tidak boleh bagi seorang perempuan masuk masjid sedangkan dia dalam keadaan haid atau nifas. Dasar hukumnya adalah hadis Aisyah radhiyallahu `anha, dia berkata,"


جَاءَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُجُوْهُ بُيُوْتِ أَصْحَابِهِ شَارِعَةٌ فِي المَسْجِدِ فَقَالَ: "وَجِّهُوا هَذِهِ البُيُوْتَ عَنِ المَسْجِدِ" ثُمَّ دَخَلَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عليهِ وسلم وَلَمْ يَصْنَعْ القَوْمُ شَيْئاً؛ رَجَاءَ أَنْ يُنْزَلَ فِيْهِمْ رُخْصَةٌ، فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ: "وَجِّهُوا هَذِهِ البُيُوْتَ عَنِ المَسْجِدِ فَإِنِّي لاَ أُحِلُّ المَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلاَ جُنُبٍ» 


Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam datang, sementara pintu-pintu rumah sahabat beliau terbuka dan bersambungan dengan masjid. Maka beliau bersabda, “"Arahkanlah pintu-pintu rumah kalian ke selain arah masjid!" Lalu Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam masuk ke masjid, dan para sahabat belum melakukan apa-apa dengan harapan ada wahyu turun yang memberi keringanan kepada mereka. Maka beliau keluar menemui mereka seraya bersabda,"Arahkanlah pintu-pintu rumah kalian ke selain arah masjid, karena sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid ini untuk perempuan haid dan orang yang berjunub". (HR. Abu Dawud ).

Dan diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu `anha, dia berkata,"


«دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَرْحَةَ هَذَا المَسْجِدِ فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ: "إِنَّ المَسْجِدَ لاَ يَحِلُّ لِحَائِضٍ وَلاَ لِجُنُبٍ »


''Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam masuk ke pintu gerbang masjid lalu menyeru dengan suara yang lantang, "Sesungguhnya masjid ini tidak halal untuk perempuan haid dan orang yang junub". (HR. Ibnu Majah). 

Kedua hadis ini mengisyaratkan haramnya orang yang junub dan haid untuk menetap di dalam masjid. Adapun sekedar lewat, tidak mengapa, sekiranya ada keperluan penting, dan aman dari menajiskan masjid berdasarkan firman Allah Ta'ala, ''


{وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ}


(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja. An-Nisa':43 

Dan perempuan haid termasuk ke dalam makna junub, karena Rasulullah menyuruh Aisyah mengambilkan keperluannya di dalam masjid sedangkan dia haid.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku Wakil Ketua Komite
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 6/276-277 Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 5167

Berikut terjemahan dari fatwa syaikh Utsaimin: 
Wanita haidh tidak boleh berdiam diri di masjid. Adapun sekedar lewat maka itu tidak apa, yang penting masjid aman dan terhindar dari darah yang keluar darinya. Majmu’ Fatawa wa Rasail Al-Utsaimin juz.11 hal.273
Jadi wanita haidh tidak boleh berdiam di masjid meski untuk tujuan menuntut ilmu agama. Alhamdulillah pada zaman sekarang Allah ta’ala lebih mempermudah jalan untuk menuntut ilmu, diantara kemudahan tersebut adalah biasanya ceramah agama di masjid juga menggunakan pengeras suara yang bisa menyampaikan suara ke tempat yang jauh, sehingga wanita haidh pun bisa tetap mendapatkan ilmu meski tidak hadir langsung di majlis ilmu. Dan kalau wanita haidh ingin bertanya dia bisa menggunakan alat komunikasi yang menghubungkan dia dengan salah satu peserta yang hadir di masjid yang kemudian akan disampaikan ke pemateri.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com