SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Lingkungan Kerja Buruk


Ikhwan (bekasi)
9 months ago on Mu'ammalah

Assalamualaikum waroh matullahi wabarakatuh. saya mau bertanya, saya bekerja sebagai karyawan pabrik yang dimana di lingkungan pekerjaan saya seperti perbuatan penggelapaan uang perusahaan untuk kepentingan pribadi, atau ngobrol ngobrol berbau porno dan kadang mengajak ke tempat panti pijat zina, atau manipulasi laporan kantor atas perintah atasan agar laporan terlihat bagus, atau karaoke setiap sore di bus jemputan, itu sudah biasa. mohon nasihatnya apakah saya harus bertahan atau resign ? saya juga pernah terjebak oleh teman saya dengan dosa penggelapan uang perusahaan, meski saya sudah taubat.
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila penanya memiliki kawan-kawan di kantor yang berpotensi menarik penanya kepada maksiat maka nasehatilah mereka, apabila mampu menghilangkan pelanggaran syariat tersebut dengan tangan dan kekuasaannya maka ia perlu menggunakan itu untuk menghilangkan kemungkaran yang ada di kantornya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ.أخرجه مسلم كتاب الإيمان,بَابُ بَيَانِ كَوْنِ النَّهْيِ عَنِ الْمُنْكَرِ مِنَ الْإِيمَانِ، وَأَنَّ الْإِيمَانَ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ، وَأَنَّ الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاجِبَان, رقم 49


Barang siapa melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.

 

Bila mereka tidak mendengarkan nasehat penanya maka jauhilah mereka dan pindahlah, ini bila penanya punya kesempatan untuk bekerja di tempat lain atau penanya sudah ada mata pencaharian yang lain, yang penghasilannya bisa untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Kecuali bila memang perusahaaanya (misalnya) memproduksi sesuatu yang haram, maka di saat itu juga penanya harus keluar perusahaan. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Saya tinggal bersama lima orang dari kelompok saya, mereka melaksanakan shalat fardhu lima waktu di masjid, namun pada malam hari mereka bermain kartu, merokok dan menyaksikan televisi. Saya berada dalam kamar ketika mereka bermain kartu, saya tidak bisa berkomentar, saya juga tidak melakukan amar makruf dan nahi mungkar sebab mereka ini orang biasa. Pekerjaan saya menuntut saya untuk makan dan duduk bersama mereka. Saya berharap anda menjawab pertanyaan-pertanyaan saya berikut
Apakah saya boleh tinggal sekamar dengan mereka? Apakah boleh shalat dengan mereka? Perlu diketahui bahwa mereka terbiasa melaksanakan shalat. Apakah saya boleh makan bersama mereka?Perlu diketahui bahwa karakteristik pekerjaan saya menuntut saya untuk tidak masak sendiri.
Mereka menjawab," Selama kawan-kawan anda menjaga shalat namun mereka melakukan beberapa maksiat seperti merokok, bermain kartu maka boleh bagi anda untuk tinggal bersama mereka bila anda mengingkari perbuatan salah mereka dan mensaehati mereka, apabila mereka tidak mau menerima nasehat maka menyingkirlah dari mereka dan tinggallah di tempat yang lain. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/78. Pertanyaan pertama dari fatwa no.16458

 

Penanya perlu berhati-hati ketika lingkungannya buruk, Dalam salah satu riwayat disebutkan,"


سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيرِ الحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ، أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَة


Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap. HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628, lafadz di atas adalah lafadz Bukhari.

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com