SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah saya seorang anak yang durhaka kepada orang tua?


Akhwat (Jawa timur)
5 months ago on Keluarga

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh pak Ustads, perkenalkan saya fulanah. Saya anak ketiga dari 5 bersaudara. Mungkin pertanyaan saya ini akan sedikit panjang, dan saya mohon pencerahannya. Saya sudah menikah dg seorang lelaki yg saya cintai, di awal perkenalan kami, ibu saya lah yg memaksakan sy berkenalan dg dia, karena dia orang yang mapan dan baik, di awal sy tidak mau, krn usia kami terpaut jauh. Namun pada ahirnya saya jatuh cinta kpd lelaki itu, dan akhirnya kita menikah. Sejak saya masih duduk di bangku sma sampai kuliah, dia yg membiayai semua pengeluaran saya, sy juga tidak tau kenapa sejak sy berhubungan dg dia, ortu sudah tdk pernah kasih uang jajan pada saya. Lelaki itu membelikan saya sebudang tanah, yang dulunya merupakan warisan kakek saya, namun ahli warisnya adalah tante saya, sebetulnya sy tidak tertarik membeli, tetapi karena kasihan dg orang tua (di atas tanah itu, tempat ortu mencari nafkah) akhirnya suami membelikan utk saya dg status tanah masih belum sertifikat, dan saat itu tidak dibuat kuasa jual. Selang waktu berlalu, usaha suami bangkrut, dan dia terlilit hutang, sampai kami sempat menumpang di rumah ortu saya. Saya juga sempat bekerja utk membantu mengurangi beban suami. Selama itu, terkadang ibu meminjam uang pd saya, sbg seorang anak, tentu sy tidak tega kalau tdk memberinya, walaupun posisi kami jg sedang sulit. Apakah saya berdosa kalau menagih uang yg pernah dipinjam oleh ibu sy ustad? Selain itu, sekarang kami juga sudah kost di rumah kecil, krn sempat bentrok antara ibu dan suami krn masalah motor. Sebagai seorang istri, saya tetap patuh kpd suami, dan ikut kemanapun dia berada, walaupun ibu sy melarangnya, apakah sy termasuk anak durhaka? Selain itu ustad, suami minta untuk dipinjamkan KK dan KTP dari tante saya untuk mengurus sertifikat tanah, tetapi saat sy sampaikan, beliau malah marah" kpd saya, dan semakin marah kpd suami, dan bilang nanti akan digantikan uang yg kami bayarkan untuk beli tanah itu, apakah saya salah jika meminta untuk mensertifikatkan tanah tersebut? padahal saya mendapatkannya dg cara membeli, bukan warisan... Maaf jika pertanyaan saya terlalu panjang, krn sy selalu memendam apa yg terjadi sendirian p. Ustad... Dan juga sy merasa seperti di anak tiri kan jika dibandingkan dg saudara" saya yg selalu dibantu, bahkan sampai sekarang ini mereka sudah menikah. Sedangkan saya tidak. Mohon bantuannya p. Ustad. Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila akad antara anda dan ibu anda sebelumnya adalah peminjaman maka anda boleh untuk menagihnya saat anda butuh. Apabila ibu anda melarang mengikuti suami dengan alasan yang tidak syar'i maka tidak apa-apa anda tetap mengikuti suami pergi. Anda tidak salah ketika memintadipinjami KK dan KTP untuk pengurusan tanah yang sudah anda beli. Wallahu ta'ala a'lam 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com