SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Uang Jasa Transfer


Ikhwan (Malang)
9 months ago on Mu'ammalah

Assalamualaikum ustad. Saya membuka jasa transfer, dan banyak sekali yang transfer itu uangnya di buat judi. Bagaimana hukum uang jasa yang saya dapatkan.
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila uang jasa transfer yang dibebankan kepada konsumen sifatnya flat (biaya riil) baik itu jumlah yang ditransfer 1 juta 2 juta dan seterusnya maka ini tidak masalah insya Allah.

Diantara ketetapan Majma’ al-Fiqhi al-Islami 1/88 pada muktamar yang kesembilan adalah:

"الحوالات التي تقدم مبالغها بعملة ما ، ويرغب طالبها تحويلها بنفس العملة : جائزة شرعاً ، سواء أكان بدون مقابل أم بمقابل في حدود الأجر الفعلي ...

وإذا كانت بمقابل : فهي وكالة بأجر ، وإذا كان القائمون بتنفيذ الحوالات يعملون لعموم الناس ، فإنَّهم ضامنون للمبالغ ، جرياً على تضمين الأجير المشترك"

Pengiriman uang yang jumlah nilainya diajukan dalam mata uang tertentu, dan di sisi lain  pemohon ingin mentransfernya dalam mata uang yang sama maka ini hukumnya dalam Syariah diperbolehkan, baik itu tanpa biaya  atau dengan biaya dalam batas upah aktual ...

Dan jika itu berbayar maka ini termasuk wakalah dengan upah. Jika pihak pelaksana transfer uang bekerja untuk masyarakat secara umum, maka mereka adalah penjamin nominal tersebut mengingat ajir musytarok memang karakternya adalah orang yang menjamin.

Apabila biaya transfer yang dibebankan kepada konsumen penanya bervariasi tergantung jumlah yang ditransfer, di mana yang dijadikan penilaian biaya adalah prosentase tertentu dari jumlah yang ditransfer maka di sini ada yang mengatakan boleh. Dr. Yusuf as-Subaili menerangkan:

 

"العمولة التي يدفعها العميل للبنك جائزة ، فهي عوض عن توكله – أي : البنك – عن العميل في نقل نقوده إلى البلد الآخر ، فنقل النقود هو المقصود بالعملية من بدايتها ، وليست هذه العمولة مقابل الحوالة ولا القرض .

وعليه : فإن العمولة التي يأخذها البنك مقابل التحويل جائزة ، سواء أكانت بنسبة من المبلغ المحول أم بأجرة ثابتة

 

Uang komisi yang dibayarkan oleh pelanggan ke bank hukumnya diperbolehkan, karena itu sebagai timbal balik  atas akad wakalahnya - yaitu, bank - atas nama pelanggan dalam bentuk  mentransfer uangnya ke negara lain, sehingga transfer uang adalah proses yang dituju sejak awal, dan komisi  ini statusnya bukan sebagai pembayaran hiwalah dalam masalah hutang atau pinjaman

Dengan demikian: komisi yang diambil bank sebagai pembayaran untuk transfer diperbolehkan, apakah itu dalam bentu persentase dari jumlah yang ditransfer atau dalam bentuk biaya tetap. Fiqih Muamalah al-Mashrafiyyah:32 

  

Apabila jelas bahwa orang yang menggunakan jasa penanya untuk kegiatan yang haram maka penanya tidak boleh melayaninya, mengingat bila penanya tetap melayaninya maka berarti penanya ikut membantu dalam kebatilan, meski hukum asal kegiatan transfernya tidak bermasalah 

Allah ta'ala berfirman dalam surat al-Maidah ayat 2


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kalian kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com