SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Calon Wali Melarang Menikah Karena Pihak Laki-Laki Belum Berbaiat Dengan Imam Kelompoknya


Ikhwan (Surabaya)
3 months ago on Keluarga

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Saya ingin bertanya, Saya seorang laki2 (umur 29, Muslim, sudah bekerja dan sudah memiliki rumah sendiri) yang ingin menikahi seorang gadis LD!! (umur 31, Muslim dan bekerja). Sedangkan saya sekeluarga dari kalangan NU. Saya tau berpacaran adalah hal yang dosa. Saya sudah berpacaran selama 6 tahun dengan gadis LD!! tersebut. Selama 6 tahun tersebut pula, saya sudah berkali2 mengutarakan maksud kami menikah kepada keluarga pacar saya. Tapi keluarga pacar saya tidak boleh kami menikah sebelum saya berbaiat kepada imamnya LD!!. Alasannya supaya bisa masuk surga bersama2. Sedangkan untuk keluarga saya pribadi, tidak masalah saya menikah dengan pacar saya. Namun tidak boleh sampai berbaiat dengan imam LD!!. Saya bahkan sempet akan mengajak keluarga saya untuk berkunjung ke rumah pacar saya. Tapi orang tua pacar saya mengatakan "Harus baiat dulu, baru masnya bisa mendatangkan keluarga". Kedua keluarga kami sudah sama2 saling mengetahui kalau kita berpacaran. Bahkan keluarga pacar saya sangat baik kepada saya. Dan saya sudah merasa orang tua pacar saya seperti orang tua saya sendiri (karena kedua orang tua saya sudah meninggal dunia). Selama 6 tahun tersebut, meskipun kami berbeda ormas, kami berdua tidak ada masalah sama sekali. dan jikapun kami bertengkar, kami selalu dapat berakhir rukun kembali. Perbedaan ormas bagi kami berdua (secara pribadi saya dan pacar saya) bukanlah penghalang. Karena kami berprinsip kami sudah sama2 islam. Bahkan kami berdua sudah menabung bersama untuk melangsungkan pernikahan. Namun keluarga pacar saya menghalang2i kami menikah karena alasan baiat ke imam LD!!. Saya tetap ingin menikahi pacar saya, karena saya merasa bertanggung jawab dan merasa kasihan dengan umur dia yang sudah mencapai umur 31 namun belum menikah. Mohon sarannya, Terima kasih. Jazakumullahu Khairan
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Kami sarankan kepada penanya untuk segera menghentikan hubungan pacaran, karena itu hanya menambah dosa. Kami sarankan kepada penanya untuk tetap dalam sikapnya tidak mau berbaiat ke imam LDII mengingat itu adalah ajaran yang tidak dilandasi oleh dalil yang sesuai.

Di sisi lain pernyataan orang tua wanita itu dhohirnya bertentangan dengan pernyataan dewan pimpinan LDII pusat pada tahun 2006 ke pihak MUI. Kala itu mereka menyatakan bahwa:

  1. LDII  telah menganut Paradigma Baru
  2. LDII bukan penerus/kelanjutan dari Gerakan Islam Jamaah serta tidak menggunakan ataupun mengajarkan ajaran Islam Jamaah
  3. LDII tidak menggunakan ataupun menganut sistem keamiran
  4. LDII tidak menganggap Umat Muslim di luar kelompok mereka sebagai kafir atau najis
  5. LDII bersedia bersama dengan Ormas-ormas Islam lainnya mengikuti landasan  berpikir keagamaan sebagaimana yang ditetapkan MUI

Keputusan_Komisi_Fatwa_MUI_tentang_Lembaga_Dakwah_Islam_Indonesia

Apabila setelah itu orang tua wanita tersebut mau menerima penanya sebagai menantu maka alhamdulillah. Apabila tetap tidak mau menerima penanya dengan alasan penanya bukan anggota LDII atau tidak mau berbaiat ke imam LDII maka penanya atau wanita itu bisa mengkomunikasikan masalah ini ke pengadilan mengingat alasan itu bukanlah alasan penolakan yang syar'i. Biar hakim yang akan mengumpulkan informasi dan memutuskan perkara ini. Bila hakim berpandangan bahwa orang tua wanita itu terbukti melakukan al-'Adhl (menghalangi pernikahan wanita tanpa alasan syar'i) maka ia bisa memaksa wali dari wanita itu menikahkan putrinya dengan penanya segera atau hakim bisa juga memindahkan perwaliannya ke wali yang berada di urutan selanjutnya atau hakim sendiri yang akan menjadi wali dari wanita itu. 

Ibnu Quddamah pernah menerangkan istilah al-'adhl:
Makna al-Adhl adalah menghalangi seorang wanita untuk menikah dengan laki-laki yang sepadan dengannya (padahal wanita itu meminta untuk dinikahkan). Laki-laki dan perempuan itu saling suka al-Mughni 7/31

Kami sarankan kepada penanya untuk terus memperdalam ilmu agamanya dengan menghadiri majlis-majlis ilmu (yang mengajarkan al-Qur'an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat) baik itu yang offline atau yang online (bila memang hanya online yang memungkinkan) sehingga menjadi jelaslah masalah-masalah agama yang sebelumnya samar bagi penanya. 

Semoga Allah ta'ala memudahkan urusan penanya dan menjadikan pernikahan penanya sebagai jalan untuk mencapai kebahagiaan dunia akhirat.   

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com