SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Metode Lain Saat Akad Untuk Wanita Yang Lahir di Luar Nikah


Akhwat (Jawa tengah)
2 months ago on Keluarga

Assalamualikum ustad, perkenalkan nama saya Hani. Jika saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan apakah bisa melalui sini ustad? Saya saat ini sedang mengalami beberapa masalah, terkait rencana pernikahan saya ustad. Ustad tahun depan saya dan calon saya berencana menikah. Beberapa hari yg lalu nenek saya bercerita kalau saya adalah anak yg merupakan hasil zina. Bapak ibu saya menikah ketika hamil saya. Hingga saat ini orang tua saya tidak mengetahui jika saya mengetahui hal tsb. Saya saat ini bingung harus memusyawarahkan ini dr mana karena saya takut sekali membuka aib keluarga saya. Sedangkan disisi lain sy bingung mengenai wali di pernikahan saya. Apakah ayah saya tetap bisa menjadi wali saya? Atau kah saya harus mencari wali hakim, namun saya takut hal tsb menjadi pertanyaan bagi masyarakat luas ustad, dan nantinya saya takut hal itu akan membuka aib keluarga saya. Terimakasih sebelumnya ustad Waassalamualaikum
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh penanya adalah menanyakan kepada orang tua apakah benar yang dikatakan oleh nenek penanya. Bila info itu salah berarti penanya tidak masalah dinasabkan ke ayahnya saat akad. Namun bila info itu benar maka kami sarankan ke penanya untuk mensosialisasikan hal ini ke orang tua penanya kemudian meminta hakim untuk menjadi walinya serta meminta hakim untuk menyebutkan nama penanya disertai penunjukan tangan atau isyarat lain yang mengarah ke penanya tanpa perlu menyebutkan "binti....", dengan begitu insya Allah tidak ada masalah sama sekali. 

Ibnu Quddamah al-Maqdisi rahimahullah menerangkan," Termasuk syarat pernikahan adalah penentuan kedua mempelai sebab orang yang menjalin akad dan yang dijalin wajib untuk ditentukan sebagaimana pembeli dan barang dagangan, kemudian dilihat. Apabila si wanita hadir kemudian wali (atau yang mewakilinya.pent) berkata," saya menikahkan anda dengan si ini." maka telah sah akadnya sebab isyarat sudah mencukupi dalam penentuan, apabila ditambah dan dikatakan," putriku ini." atau ini yang bernama fulanah." maka ini adalah penguat. Al-Mughni 7/91

Apabila masih khawatir dengan omongan masyarakat juga maka kami sarankan juga ke penanya untuk melaksanakan akad tidak secara ramai. Adapun resepsinya maka silahkan mengundang masayarakat umum dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Apabila ditanya kenapa yang diperbolehkan hadir saat akad sedikit maka bisa disampaikan bahwa diantara sebabnya adalah untuk meminimalisir potensi penularan covid-19 

Semoga Allah ta'ala mudahkan

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com