SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menghadapi Tetangga Bermasalah


Ikhwan (bekasi)
1 week ago on Aqidah

assalamu alaikum , pertanyaan saya : saya bertetangga dg seorang muslim taat (laki-laki)baik dr ibadah dan penampilan. namun kaka ipar nya mempunyai bisnis properti namun melakukan kecurangan thd saya( sdh membayar lunas tp surat2 tidak diberikan dgn alasan kurang bayar), sikap sya thd tetangga biasa saja, jika bertemu salam, namun kebalikan dr sikap tetangga saya itu seolah memusuhi saya dan menyebarkan berita2 menghasut. bagaimana sikap saya ?
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Menyakiti tetangga hukumnya adalah haram, ada beberapa nash yang menjelaskan itu, diantaranya adalah sabda Rasul shallallahu alaihi wa sallam:


مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِي جَارَهُ.


Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka janganlah ia menyakiti tetangganya. HR. Bukhari no.5185 dan Muslim no.47


Sikap seorang muslim ketika menghadapi gangguan tetangganya adalah bersabar dan bersabar serta menasehatinya, baik itu secara langsung atau melalui orang lain seperti perangkat desa setempat, sesuai dengan maslahat yang sesuai dengan keadaan tetangga yang tidak baik tersebut. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Aab Saudi pernah ditanya:  Bagaimana cara seorang Muslim menghadapi tetangga Muslim yang melakukan sihir dan menipu? Apakah dia boleh datang ke rumah mereka saat mereka berduka atau bersuka cita? Kami pernah pergi bertakziah ke tempat kematian kerabat mereka. Apakah kami mendapat pahala karena kami telah berbelasungkawa kepada mereka atau hal itu tidak dibolehkan?

Mereka menjawab: Seorang Muslim harus menyangkal kemungkaran yang dilakukan oleh tetangga atau siapa pun hingga mereka mau meninggalkan kemungkarannya, tetapi dia harus berbuat baik kepada mereka dalam rangka menjaga adab-adab bertetangga.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Bakar Abu Zaid (Anggota)
Shalih al-Fawzan (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdul Aziz Alu asy-Syaikh (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 26/102 Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor:20229

Akan tetapi jika tetangga tersebut tidak berhenti dari keburukannya meski orang muslim itu sudah bersabar maka dia boleh menerangkan keburukan tetangga tersebut ke khalayak supaya tetangga tersebut sadar dan menghentikan kelakuannya karena malu dan menghindari laknat orang-orang yang tahu keburukannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْكُو جَارَهُ، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاصْبِرْ» فَأَتَاهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، فَقَالَ: «اذْهَبْ فَاطْرَحْ مَتَاعَكَ فِي الطَّرِيقِ» فَطَرَحَ مَتَاعَهُ فِي الطَّرِيقِ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَسْأَلُونَهُ فَيُخْبِرُهُمْ خَبَرَهُ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَلْعَنُونَهُ: فَعَلَ اللَّهُ بِهِ، وَفَعَلَ، وَفَعَلَ، فَجَاءَ إِلَيْهِ جَارُهُ فَقَالَ لَهُ: ارْجِعْ لَا تَرَى مِنِّي شَيْئًا تَكْرَهُهُ. 


Seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi mengeluhkan tetangganya. Maka Rasulullah menasehatinya,"kembali dan bersabarlah". Lelaki itu kemudian mendatangi Nabi lagi sampai dua atau tiga kali, maka Beliau bersabda padanya,"Pulanglah dan lemparkanlah barang-barangmu ke jalan". Maka lelaki itu pun melemparkan barang-barangnya ke jalan, sehingga orang-orang bertanya kepadanya, ia pun menceritakan keadaannya kepada mereka. Maka orang-orang pun melaknat tetangganya itu: semoga Allah melakukan ini, ini dan itu terhadapnya. Hingga tetangganya itu mendatanginya dan berkata,"Kembalikanlah barang-barangmu, engkau tidak akan melihat lagi sesuatu yang tidak engkau sukai dariku. HR. Abu Daud no.5153

 Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com