SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Santet


Akhwat (Sleman )
4 months ago on Aqidah

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh Fulan ini keluarga dekat kami, namun beliau sering melakukan hal kesyirikan dan menyebabkan orang lain celaka. Seperti fulan bermasalah dengan temannya dan temannya tersebut dibuat sakit-sakitan dan berakhir dengan kematian dan baru baru ini fulan ini akan melakukan hal yang sama dengan teman istrinya(karena ada problem)padahal istrinya tidak meminta dan sudah memaafkan atas problem tersebut.. Melalui media foto, nama yang entah bagaimana dan diapakan namun meminta menggebu gebu foto dan nama hingga foto album di potong agar mendapatkan foto lalu diberikan kepada temannya yang sama melakukan hal kesyirikan.. Dan fulan ini sekarang sakit bertahun tahun namun belum sembuh dan tetap melakukan hal demikian terhadap orang lain dan keluarga nya sendiri... Yang membuat ana sedih, ia juga melakukan hal tersebut kepada istrinya agar manut ustadz :" Mohon nasehatnya ustadz, karena kamu sudah memberitahu bahwa hal tersebut sangat tidak baik namun fulan tetap kekeh Jazaakumullahu khayran
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Fulan tersebut perlu diberi masukan supaya ia bertaubat dan kembali ke Allah ta'ala mengingat santet merupakan kesyirikan dan kekufuran yang ini efeknya berat di akhirat bila fulan tidak bertaubat. Nabi shallallahu alaihi wa sallam sendiri mengeluarkan orang yang melakukan perdukunan seperti itu dari golongan beliau.

Dalam riwayat Al-Bazzar dengan sanad yang bagus dari Imran bin Hushain, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

ليس منا من تطير أو تُطير له أو تكهن أو تُكهن له أو سحر أو سُحر له وم

"Bukan termasuk golongan kita orang yang meramal atau minta diramalkan, orang yang berdukun atau minta didukunkan, orang yang menggunakan sihir (santet) atau mengambil faidah dari ilmu santet."

Perlu juga diinfokan kepada fulan bahwa melakukan pembunuhan melalui sihir bisa dimasukkan ke dalam kasus pembunuhan dengan sengaja yang bisa saja hukumannya qishas. Syaikh Muhammad ibrahim Al tuwaijry menerangkan:

Pembunuhan sengaja memiliki beberapa gambaran, diantaranya:

1- Melukainya dengan sesuatu yang bisa menembus tubuh, seperti pisau, tombak, pistol dan lainnya, kemudian dia meninggal disebabkan olehnya.

2- Memukulnya dengan sesuatu yang berat dan besar, seperti batu besar, tongkat besar, atau dengan menabrakkan mobil padanya atau dengan menimpakan tembok kepadanya dan lainnya yang menyebabkan dirinya meninggal.

3- Melemparkannya ke dalam sesuatu yang tidak memungkinkannya untuk menghindar, seperti melemparkannya kedalam air yang bisa membuatnya tenggelam, atau api yang akan membakarnya, atau memenjarakannya tanpa memberi makan dan minum, sehingga menyebabkannya meninggal.

4- Mencekiknya dengan tali maupun lainnya, atau menutup mulutnya sampai meninggal.

5- Melemparkannya ke kandang singa dan semisalnya, atau dilemparkan ular kepadanya ataupun anjing, sehingga dia meninggal karenanya.

6- Memberi minuman yang berisi racun, sedangkan dia tidak mengetahuinya ketika meminum, sehingga meninggal karenanya.

7- Membunuhnya dengan menggunakan santet (sihir), yang secara umum hal tersebut menyebabkan kematian.

8- Bersaksinya dua laki-laki dengan apa yang menyebabkannya dibunuh, kemudian keduanya mengaku kalau mereka sengaja ingin membunuhnya, atau berdusta ketika menjadi saksi, yang menyebabkan dia dibunuh, dan lainnya dari gambaran seperti ini.

Diwajibkan atas pembunuhan dengan sengaja, qishas: yaitu dengan membunuh si pembunuh, wali orang yang terbunuh berhak untuk menuntut qishas, atau mengambil diyat ataupun memberikan ampunan, dan inilah yang terbaik.

 وَأَن تَعۡفُوٓاْ أَقۡرَبُ لِلتَّقۡوَىٰۚ 

1. Firman Allah " dan pema'afan kamu itu lebih dekat kepada takwa" (Al Baqarah: 237)

 

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: " ... ومن قتل له قتيل فهو بخير النظرين إمّا أن يفدى وإمّا أن يقتل  

2- Dari Abu Hurairah ﷺ‬.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: "… Barang siapa yang mendapati keluarganya dibunuh, maka dia memiliki dua pilihan, baik itu dengan meminta fida (harta sebagai pengganti) atau dengan cara membunuh si pembunuh.." (Muttafaq Alaihi)

 

 عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: " ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدًا بعفو إلا عزا وما تواضع أحد لله إلاّ رفعه الله " متفق عليه

3- Dari Abu Hurairah ﷺ‬.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah harta itu akan berkurang karena sedekah, tidaklah Allah menambahkan pada seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan dan tidaklah seseorang merendah diri karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya" (H.R Muslim). Ringkasan Fiqih Islam ( Hukuman Qishas dan Had ) 

Oleh karena itu fulan harus menjauhi perbuatan itu demi kebaikan dirinya sendiri di dunia dan akhirat. Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com