SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan Untuk Orang Tua Yang Sudah Meninggal?


Akhwat (semarang)
2 weeks ago on Keluarga

assalamualaikum ustadz, hampir satu tahun yang lalu bapak saya meninggal, selang 6 bulan setelah bapak saya ibu saya yang meninggal sehingga dalam 1 th saya kehilangan bapak dan ibu saya. tetapi sepeninggal kedua orang tua saya , saya tidak pernah bermimpi kedua orang tua saya ustdz padahal saya sangat merindukan beliau. amalan apa saja ya ustadz yang bisa saya lakukan untuk bapak dan ibu saya
Redaksi salamdakwah.com
2 weeks ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Ada amalan-amalan yang bisa dilakukan oleh anak dan itu bermanfaat untuk orang tua yang telah meninggal, diantaranya:

1. Memperbanyak doa kebaikan untuk orang tua

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ .


Jika seseorang meninggal maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga hal (yaitu.pent): Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakannya (mayit.pent).HR. Tirmidzi no.1376 dan Nasai no.3651. Dishahihkan oleh Al-Albani.

2. Melakukan amal sholeh yang pahalanya bisa sampai ke orang tua seperti sedekah untuk orang tua atau menghajikannya atau yang lainnya.

Ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam:

إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا وَلَمْ تُوصِ، وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ، أَفَلَهَا أَجْرٌ، إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا؟ قَالَ: نَعَمْ تَصَدَّقْ عَنْهَا.


“Ibuku meninggal mendadak, sementara beliau belum berwasiat. Saya yakin, andaikan beliau sempat berbicara, beliau akan bersedekah. Apakah beliau akan mendapat aliran pahala, jika saya bersedekah atas nama beliau?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya. Bersedekahlah atas nama ibumu.”HR. Bukhari no.1388 dan Muslim no.1004

 

3. Bersilaturahmi kepada orang-orang yang pernah berhubungan baik dengan mereka, baik kerabat maupun teman orang tua.

Dalam riwayat Muslim disebutkan:

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَاللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ جَمِيعًا عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ بْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ كَانَ لَهُ حِمَارٌ يَتَرَوَّحُ عَلَيْهِ إِذَا مَلَّ رُكُوبَ الرَّاحِلَةِ وَعِمَامَةٌ يَشُدُّ بِهَا رَأْسَهُ فَبَيْنَا هُوَ يَوْمًا عَلَى ذَلِكَ الْحِمَارِ إِذْ مَرَّ بِهِ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ أَلَسْتَ ابْنَ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ قَالَ بَلَى فَأَعْطَاهُ الْحِمَارَ وَقَالَ ارْكَبْ هَذَا وَالْعِمَامَةَ قَالَ اشْدُدْ بِهَا رَأْسَكَ فَقَالَ لَهُ بَعْضُ أَصْحَابِهِ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ أَعْطَيْتَ هَذَا الْأَعْرَابِيَّ حِمَارًا كُنْتَ تَرَوَّحُ عَلَيْهِ وَعِمَامَةً كُنْتَ تَشُدُّ بِهَا رَأْسَكَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّيَ وَإِنَّ أَبَاهُ كَانَ صَدِيقًا لِعُمَرَ

Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin 'Ali Al Hulwani]; Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin
Ibrahim bin Sa'ad]; Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dan [Al Laits bin Sa'ad] seluruhnya dari [Yazid bin 'Abdullah bin Usamah bin Al Hadi] dari ['Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu 'Umar] bahwasanya apabila ia hendak ke Makkah, maka biasanya ia membawa keledainya untuk dikendarainya jika -ia sudah bosan untuk mengendarai unta, - sambil mengikatkan sorban pada kepalanya. Pada suatu hari, ketika ia sedang mengendarai keledainya, tiba-tiba ada seorang laki-laki Arab badui yang lewat, maka dia berkata; "Bukankah kamu ini adalah fulan bin fulan?" Orang tersebut menjawab; 'Ya, benar.' Lalu Ibnu Umar memberikan keledainya kepada orang itu sambil berkata; 'Ambillah keledai ini untuk kendaraanmu! ' Selain itu, ia juga memberikan sorbannya dengan mengatakan; 'lkatkanlah surban ini di kepalamu! ' Salah seorang sahabat berkata kepada Abdullah bin Umar; 'Semoga Allah mengampunimu hai lbnu Umar, karena kamu telah memberikan keledai yang biasa kamu jadikan kendaraanmu dan sorban yang biasa kamu ikatkan di kepalamu kepada orang Arab badui itu.' Abdullah bin Umar menjawab; 'Wahai sahabat ketahuilah bahwasanya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Di antara bakti seseorang yang paling baik kepada orang tuanya adalah menyambung tali keluarga karib orang tuanya setelah orang tuanya meninggal dunia.' Sesungguhnya bapak orang Arab badui itu dahulu adaIah teman Umar bin Khaththab."] HR. Muslim 4631

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Apakah boleh berbuat baik kepada orang tua setelah mereka meninggal?

Mereka menjawab:
Sunnah menunjukkan disyariatkannya berbuat baik kepada kedua orang tua setelah mereka meninggal dengan mendoakan kebaikan untuk keduanya, melaksanakan wasiat mereka, menyambung tali silaturahim (yang pertaliannya muncul karena keberadaan mereka berdua) serta memuliakan teman-teman mereka. Dalam sunan Abu Daud dari Abu Usaid as-Saidi


عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ، قَالَ: بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ: «نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا»


Dari Abu Usaid Malik bin Rabi'ah As Sa'idi ia berkata, "Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari bani Salamah datang kepada beliau. Laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah masih ada ruang untuk aku berbuat baik kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?" beliau menjawab: "Ya. Mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan janji mereka setelah mereka meninggal, menyambung jalinan silaturahim mereka dan memuliakan teman mereka."HR. Abu Daud no.5142 dan Ibnu Majah no.3664


Wa billahittaufiq wa shallallahu ala nabiyyina muhammad wa ala alihi wa ala alihi wa sahbihi wa sallam.. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 25/182-183 no.8256

Memang ada pendapat ulama' yang mendhoifkan hadits di atas, meski demikian, seandainya memang benar hadits itu dhoif, akan tetapi amalan-amalan tersebut tidaklah terlarang bila dilakukan oleh seorang anak yang orang tuanya telah meninggal berdasarkan dalil yang lain.


والله تعالى أعلم بالحق والصواب

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com