SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Siapa Yang Berhak ?


Akhwat (Cimahi)
11 months ago on Mu'ammalah

Asalamualaikum ustadz, Afwan izin bertanya, dulu saya seorang admin di perusahaan jasa, tugas saya membuat rekap sallary untuk karyawan nya, selain itu saya juga bertugas untuk memotong gaji karyawan yang terlambat datang bekerja, uang terlambat tersebut setiap akhir bula di trf ke saya untuk keperluan semua karyawan yg saya pegang, Pertanyaan nya, saya sekarang sudah keluar kerja dr tahun 2017, namun uang denda terlambat tsb masih ada di saya, Saya ingin mengembalikan uang tersebut, maka kemanakah saya harus mengembalikan uang tersebut ? 1. Kembalikan ke pemilik perusahaan 2. Kembalikan ke orang2 yang kena denda ( karena sekarang org2 yg bekerja di sana beberapa sudah diganti ) 3. Kembalikan ke pengganti saya di tempat kerja dahulu Syukron ustadz, semoga lekas dijawab saya takut sebelum meninggal belum menunaikan amanah ini Jazakumullahu khyr
Redaksi salamdakwah.com
11 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila memang sudah ada kesepakatan antara pemilik perusahaan dengan para karyawan tentang kewajiban karyawan untuk taat jam kerja harian, di sisi lain pihak perusahaan berkomitmen untuk memberikan gaji sebagai timbal balik jam kerja yang dipenuhi oleh para pegawai, maka jika pegawai terlambat masuk tanpa ada izin resmi dari pihak perusahaan yang menggaji dia maka pegawai tidak berhak mengambil gaji dia secara utuh mengingat gaji itu diberikan sebagai timbal balik pemenuhan jam kerja yang utuh oleh pihak karyawan.

Syaikh Utsaimin pernah menerangkan:
Seandainya kita melihat masyarakat kita pada hari ini niscaya kita akan mendapati tidak ada yang selamat dari sifat yang seseorang bisa dihukumi dengan kefasiqan karenanya kecuali yang Allah kehendaki (selamat dari itu), seperti perbuatan ghibah yang termasuk perbuatan fasiq (dan banyak terjadi), dan bolos kerja yang terus dilakukan, serta perbuatan pegawai yang terlambat masuk kerja (yang telah dimulai satu jam sebelumnya) dan pulang kerja 1 jam lebih cepat dari yang seharusnya misalnya. Terus menerus melakukan hal itu adalah termasuk kefasiqan karena ini termasuk pengkhianatan dan bertentangan dengan amanah serta memakan harta dengan cara yang batil, SEBAB SETIAP GAJI YANG ANDA TERIMA TANPA DIIMBANGI DENGAN PEKERJAAN MAKA INI TERMASUK MEMAKAN HARTA DENGAN CARA YANG BATIL. Asy-Syarh al-Mumti' 15/278

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa memfatwakan:
Orang yang diserahi pekerjaan dengan imbalan gaji maka wajib atasnya melaksanakan pekerjaan itu seperti yang diminta, jika dia lalai dalam pekerjaan itu tanpa udzur syar’i maka tidak halal baginya apa yang dia terima dari gaji tersebut karena dia mengambilnya tanpa ada timbal balik 15/153 no. Fatwa:19243

Dengan demikian uang yang dipotong oleh penanya dari karyawan sesuai dengan keterlambatan mereka maka itu adalah hak pemilik perusahaan dan itu diserahkan ke pemilik perusahaan atau orang yang memang mewakili  pemilik secara resmi dalam masalah itu.

Wallahu ta'ala a'lam 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com