SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

menyuruh orang musyrik dan kafir bertaubat


Ikhwan (Jakarta)
1 week ago on Fiqih

Assalaamu’alaikum pak saya izin bertanya saya membca sebuah artikel yang mewajibkam kaum muslimin untuk mengajak krang musyrik dan kafir bertaubat apakah benar? Terimakasiih
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Mungkin bahasa yang lebih familiar adalah mendakwahi orang kafir dan dan musyrik supaya kembali ke jalan yang benar. Tugas fokus dakwah hukum asalnya adalah fardhu kifayah, maksudnya adalah apabila ada sejumlah kaum muslimin (yang mencukupi) menanggung tugas itu maka kewajiban atas kaum muslimin lainnya gugur. Namun mengajak orang kepada kebenaran tidak harus menunggu da'i, apabila seorang muslim memiliki kemampuan dan ilmu dan ia melihat kesempatan mengajak kepada al-Haq maka ia perlu melakukannya meski pekerjaan dia bukanlah orang yang fokus di dakwah.

Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsir firman Allah ta’ala:

 وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” QS. Ali Imron: 104

Maksud dari ayat ini adalah agar ada sekelompok dari umat ini menggeluti masalah ini. Meskipun itu merupakan kewajiban untuk masing-masing individu dalam umat ini sesuai kondisinya. Sebagaimana telah ada ketetapan dalam shoheh Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ ) وَفِي رِوَايَةٍ :  وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الْإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ

“Siapa yang melihat kemungkaran, maka hendaknya merubah dengan tangannya (kekuatan). Kalau tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan itu adalah iman yang paling lemah. Dalam redaksi lain, “Setelah itu tidak ada keimanan seberat bijipun. Selesai dari ‘Tafsir Ibnu Katsir, (2/78).

Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan, “Dalam dalil Kitab dan Sunah menunjukkan akan wajibnya berdakwah kepada Allah Azza Wajalla dan ia termasuk salah satu fardu (kewajiban). Dalil akan hal itu banyak sekali diantaranya, firman Allah subhanahu:

 وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” QS. Ali Imron: 104

Diantaranya:

( ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ )

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” QS. AN-Nahl: 125

( وَادْعُ إِلَى رَبِّكَ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ )

“Dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” QS. Qasas: 87

( قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي )

“Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata,” QS. Yusuf: 108

Maka Allah subhanahu menjelaskan bahwa pengikut Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam adalah para dai kepada Allah. Mereka adalah yang paling mengetahui dan yang wajib sebagaimana yang diketahui adalah mengikutinya dan berjalan di atas manhajnya sallallahu alaihi wa sallam sebagaimana firman Allah ta’ala

 لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة لمن كانوا يرجو الله واليوم الآخر وذكر الله كثيراً  

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” QS. Al-Ahzab: 21

Para ulama menegaskan bahwa dakwah kepada Allah azza wajalla adalah fardu kifayah. Bagi negara yang telah ada para dainya. Maka setiap wilayah dan kota membutuhkan dakwah dan kegiatan di dalamnya. Ia termasuk fardu kifayah, kalau telah ada orang yang telah menunaikannya, maka sisanya gugur dari kewajiban itu. Sehingga dakwah bagi lainnya termasuk sunah muakkadah (yang ditekankan) dan amal sholeh nan mulia.

Kalau penduduk wilayah atau penduduk kota tertentu tidak melaksanakan dakwah secara sempurna, maka semuanya berdosa. Sehingga kewajiban dibebankan kepada semua. Setiap orang hendaknya melaksanakan dakwah sesuai kemampuannya. Kalau melihat secara umum dari suatu negara, maka yang wajib agar ada sekelompok yang menangani dakwah kepada Allah azza wajalla di seluruh negara. Menyampaikan risalah Allah, menjelaskan urusan Allah Azza wajalla dengan metode yang memungkinkan. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam telah mengirim para dai, dan mengirim kitab (surat) ke seluruh manusia. Juga ke para raja dan penguasa mengajak mereka kepada Allah Azza wajalla.” Silahkan melihat ‘Majmu Fatawa Ibnu Baz, (1/330).islamqa.info

Wallahu ta'ala a'lam

 

  

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com