SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalat Di Gunung


Ikhwan (Bandung)
2 months ago on Ibadah

Assalamualaikum ustadz. Izin bertanya, Saya yang suka ke gunung, sering gelisah dalam masalah pelaksanaan shalat. Terutama ketika perjalanan ke puncak. Biasanya kami melakukan pendakian ke puncak jauh sebelum waktu shubuh. Jikalau kami sampai puncak sebelum waktu shubuh, kami shalat di puncak. Pertanyaan nya, jika saya kondisinya belum sampai puncak, dan waktu shalat shubuh sudah hampir selesai, apa boleh saya shalat dalam keadaan duduk karena kondisi gunung yang miring? Serta bagaimana jika tidak menghadap kiblat saat itu.? Syukron ustadz, jazakallahu khayr
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jika kondisinya belum sampai puncak dan waktu shalat dikhawatirkan habis bila lanjut pendakian demi mencapai puncak maka perlu mengutamakan pelaksanaan shalat sebelum waktu shalat habis mengingat mencapai puncak gunung do waktu tertentu bukanlah suatu kewajiban sedangkan melaksanakan shalat di waktunya hukumnya wajib. Haram hukumnya menunda-nunda pelaksanaan shalat demi mencapai puncak kemudian sampai waktunya habis. Allah –Ta’ala- berfirman di surat An Nisa’ ayat 103

إن الصلاة كانت على المؤمنين كتاباً موقوتا

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. 

Diantara syarat sahnya shalat adalah menghadap kiblat, tidak sah shalat kecuali dengannya karena Allah Ta’ala memerintahkan dan mengulangi perintahnya dalam Qur’an Karim dimana Allah berfirman di surat Al-baqarah: 144:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ 

“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.”  

Oleh karena itu penanya wajib mengutamakan mencari tempat yang memudahkannya untuk melaksanakan shalat menghadap kiblat dibandingkan memburu waktu demi mencapai puncak di waktu tertentu.

Kami juga ingin menekankan kepada orang-orang yang hobi mendaki gunung untuk bersenang-senang bahwa tidak boleh seseorang membahyakan diri atau orang lain demi pendakian gunung semacam itu. Allah ta’ala berfirman di surat Al-Baqarah:195:


وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ


Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.  

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com