SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kecewa Pada Doa


Akhwat (Tangerang)
2 months ago on Aqidah

Assalamualaikum ustadz, mohon tegur saya ustadz, saya sedang merasa kecewa pada doa. Doa-doa yang saya langitkan malah terjadi sebaliknya ustadz, saya sangat kecewa hingga saya merasa sia2 telah berdoa. Saya merasa untuk apa berdoa jika pada akhirnya tidak ada satupun yang d kabulkan, jika akhirnya doa saya tidak dapat merubah apapun.. tolong saya ustadz, saya tidak ingin seperti ini๐Ÿ˜ญ sungguh saya takut pada murka Allah, tapi saya tidak bisa menghindari rasa kecewa saya ini
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

 

Tidak boleh seseorang kecewa kepada doa karena khawatirnya itu sebenarnya kecewa kepada Allah ta'ala. Kalau seorang hamba sudah kecewa kepada Allah ta'ala maka berarti hamba itu sangat tidak tahu diri mengingat betapa banyak nikmat dan karunia yang Allah ta'ala berikan kepada seorang hamba semenjak dia lahir hingga hamba itu dewasa dan mengerti arti syukur dan kecewa. Seorang hamba yang tidak tahu diri diantara tandanya adalah setelah dia diberi kenikmatan bertahun-tahun ternyata hanya karena satu masalah atau kekurangan kecil dia melupakan semua karunia yang telah Allah berikan. Cobalah kita lihat di masa sekarang, tidak sedikit orang-orang yang yang Allah takdirkan fisiknya ada cacat seperti mata yang tidak bisa melihat namun ia bisa menghafal al-Qur'an dan tidak mengeluh dengan kehidupannya. Apabila kita kembali ke cerita orang-orang di masa dulu maka kita akan dapati mereka tidak mendapatkan kenikmatan sebagaimana yang diperoleh orang yang hidup di masa sekarang namun mereka tetap selalu bersyukur kepada Allah ta'ala.

 

Bisa jadi doa yang tidak dikabulkan disebabkan oleh perbuatan hamba itu sendiri yang tidak mengerti adab berdoa atau ada penghalang dikabulkannya doa yang dilakukan oleh orang itu.

Berikut ini kami terjemahkan (dengan pemberian urutan) keterangan syaikh Utsaimin terkait terkabulnya do'a. Sebelum itu kami akan menerjemahkan pertanyaan yang ditujukan kepada Beliau:
Apa saja yang menghalangi diterimanya do'a? Kapan waktu doa yang mustajab?

Beiau menjawab:
Kita harus mengetahui bahwa do'a adalah ibadah dan itu adalah salah satu bentuk dari mendekatkan diri kepada Allah, sebab ketika seseorang berdo'a kepada Rabb Nya dia mengakui kelalaian dirinya dan mengakui kesempurnaan Rabb nya sehingga ia menghadap Allah subhanahullah dengan do'a. Di situ terdapat pengagungan Allah azza wa jalla dan pengagungan hamba oleh Allah.

Telah ada riwayat dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa do'a adalah ibadah, oleh karena itu seseorang dihukumi bertaqarrub kepada Allah meski hanya berdo'a. Ketika ia berdoa'a (disamping itu termasuk bertaqarrub kepada Allah) bisa jadi doanya akan dikabulkan dan tujuannya tercapai atau ia akan dilindungi dari keburukan yang lebih besar dari manfaat yang diperoleh dari apa yang ia inginkan (dari do'anya) atau Allah akan menyimpan pahala untuknya dan diberikan di hari kiamat

Siapapun yang berdo'a kepada allah subhanahu wata'ala tidak akan rugi, namun do'a ada syarat dan adabnya, diantaranya:
1. Ketika berdo'a sesorang meyakini bahwa ia memerlukan Rabbnya.
2. Tidak ada manfaat dan mudhorot atas dirinya kecuali dengan kehendak Allah
3. Meyakini kesempurnaan Rabbnya azza wa jalla
4. Meyakini kesempurnaan rahmat, kebaikan, karunia, dan kemampuannya.
5. Dia berharap dan menginginkan dikabulkannya do'a. Dia tidak berdo'a namun hatinya ragu apakah ini akan terjadi ataukah tidak. Dia berdo'a dengan disertai rasa percaya terhadap faedahnya.
6. Tidak melampaui batas dalam do'anya, misalnya meminta kepada Allah ta'ala sesuatu yang tidak boleh dalam syariat

Diantara adab berdo'a adalah:
1. Tidak berdo'a dengan sesuatu yang tidak halal secara syariat, dia tidak berdo'a dengan dosa atau pemotongan silaturrahim.
2.. Makan dan busananya bukan berasal dai sesuatu yang haram. Sesunggunya keharaman menghalngi dikabulkannya do'a. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:


{ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุทูŽูŠูู‘ุจูŒ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุทูŽูŠูู‘ุจุงู‹}


Sesungguhnya Allah itu baik dan Dia tidak menerima kecuali yang baik

Diantara waktu yang diharapkan do'a menjadi terabul kala itu adalah:
1. Sepertiga malam terakhir
2. Antara adzan dan iqamat

Diantara keadaan yang yang diharapkan do'a kita diterima kala itu adalah ketika seseorang sujud. Sesungguhnya berdo'a kala sujud lebih dekat untuk dikabulkan, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒููˆู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุณูŽุงุฌูุฏูŒ


“saat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud. HR. Muslim
Fatawa Islamiah 4/171-172  

Terkait penghalang dikabulkannya doa, diantaranya adalah:

 

1. Lemahnya doa itu sendiri, karena doa yang dipanjatkan tidak disukai Allah Subhana Wata’ala disebabkan mengandung unsur permusuhan.

ู„ุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ูู„ู’ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏู’ุนู ุจูุฅูุซู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ู‚ูŽุทููŠู’ุนูŽุฉู ุฑูŽุญูู…ู ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุณู’ุชูŽุนู’ุฌูู„ู’ ู‚ููŠู’ู„ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณูˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูŽุง ุงู’ู„ุงูุณู’ุชูุนู’ุฌูŽุงู„ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽุฏู’ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ููŽู„ูŽู… ุฃูŽุฑูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽุฌููŠู’ุจู ู„ููŠู’ ููŽูŠูŽุณู’ุชุญู’ุณูุฑูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูˆูŽูŠูŽุฏูŽุนู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกูŽ


“Senantiasa doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk meminta berbuat dosa atau memutuskan silaturahim, dan selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa (isti’jal)”. Ada yang bertanya : “Ya Rasulullah, apa itu isti’jal ?”. Jawab beliau : “Jika seseorang berkata : ‘Aku sudah berdoa, memohon kepada Allah, tetapi Dia belum mengabulkan doaku’. Lalu ia merasa putus asa dan akhirnya meninggalkan doanya tersebut” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2735].

 

2. Lemahnya hati yang berdoa dan tidak menghadap kepada Allah Subhana Wata’ala saat berdoa.

 

3. Adanya hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa, seperti; memakan barang haram, doa dalam keadaan lalai dan tidak serius, atau adanya dosa yang menumpuk dalam hati.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุทูŽูŠูู‘ุจูŒ ู„ุง ูŠูู‚ุจูŽู„ูŽ ุฅูู„ุง ุทูŽูŠูู‘ุจุงู‹ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุจูู‡ู ุงู’ู„ู…ูุฑู’ุณูŽู„ููŠู’ู†ูŽ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ { ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ุฑูู‘ุณูู„ู ูƒูู„ููˆู’ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู ูˆูŽุงุนู’ู…ูŽู„ููˆู’ุง ุตูŽุงู„ูุญุงู‹ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ููŠู’ู…ูŒ } ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ { ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ูƒูู„ููˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงูƒู…ู’ } ุซูู…ูŽู‘ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ูŠูุทููŠู’ู„ู ุงู„ุณูŽู‘ููŽุฑูŽ ุฃูŽุดู’ุนูŽุซูŽ ุฃูŽุบู’ุจูŽุฑูŽ ูŠูŽู…ูุฏูู‘ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุก ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ูŠูŽุง ุฑูŽุจูู‘ ูˆูŽู…ูŽุทู’ุนูŽู…ูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ูˆูŽู…ูŽุดู’ุฑูŽุจูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ูˆูŽู…ูŽู„ู’ุจูŽุณูู‡ู ุญูŽุฑูŽุงู…ูŒ ูˆูŽุบูุฐููŠูŽ ุจูุงู’ู„ุญูŽุฑูŽุงู…ู ููŽุฃูŽู†ูŽู‘ู‰ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ูุฐูŽู„ููƒูŽ ุŸ


“Wahai manusia, sesungguhnya Allah ta’ala adalah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada para Rasul. Allah ta’ala berfirman : “Hai Rasul-Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih” (QS. Al-Mu’minuun : 51). Dan Allah berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu” (QS. Al-Baqarah : 172). Kemudian Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu lalu menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata,”Ya Rabb..ya Rabb…”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya dari yang haram, dicukupi dari yang haram, maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya?” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1015].

 

4.Tergesa-gesa minta dikabulkan doa, kemudian tidak berdoa karena merasa lambat dikabulkan doa.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ุฌูŽู„ู’ ูŠูŽู‚ููˆู’ู„ู ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุจู’ ู„ููŠู’


“Dikabulkan doa seseorang dari kalian selama ia tidak buru-buru,(dimana) ia berkata : ”Aku sudah berdoa namun belum dikabulkan doaku” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5981 dan Muslim no. 2735]

 

5. Tidak bershalawat sebelum berdoa

Dalam silsilah al-Ahadits ash-Shahihah syaikh al-Albani menukil riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu:


ูƒูู„ูู‘ ุฏูุนูŽุงุกู ู…ูŽุญู’ุฌููˆุจูŒ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุตูŽู„ูู‘ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠ ุตู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ


Setiap do'a terhalang sampai shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam diucapkan.

Dalam salah satu hadits disebutkan, "Abdullah bin Mas’oud radhiyallahu ‘anhu berkata:


ูƒูู†ู’ุชู ุฃูุตูŽู„ูู‘ูŠ ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ุŒ ูˆูŽุนูู…ูŽุฑู ู…ูŽุนูŽู‡ู ุŒ ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุฌูŽู„ูŽุณู’ุชู ุจูŽุฏูŽุฃู’ุชู ุจูุงู„ุซูŽู‘ู†ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุฏูŽุนูŽูˆู’ุชู ู„ูู†ูŽูู’ุณููŠ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ : ุณูŽู„ู’ ุชูุนู’ุทูŽู‡ู’ ุŒ ุณูŽู„ู’ ุชูุนู’ุทูŽู‡ู’


Aku pernah sholat, di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Abu Bakr, dan ‘Umar sedang bersama. Ketika aku duduk, aku mulai memuji (mengagungkan) Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian bershalawat ke atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berdoa untuk diriku. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Mintalah kamu akan diberi. Mintalah, kamu akan diberi.” (Hadis Riwayat at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi 2/488 no. 593 Imam Tirmidzi mengatakan: Hadis hasan sahih. Al-Albani mengatakan,” sanadnya hasan” Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 7/620


Wallahu ta'ala a'lam  

 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com