SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Veneer Gigi


Ikhwan (Cilacap)
1 week ago on Ibadah

Assalamualaikum... Ustadz saya mau nanya,Saya mempunyai masalah dengan gigi saya dan gigi saya membuat saya sangat tidak percaya diri... Apakah boleh saya merubah gigi saya dengan melakukan venner gigi... Apa hukumnya dan apakah dosa
Redaksi salamdakwah.com
5 days ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Melakukan perbaikan pada gigi (termasuk veneer) tidak bermasalah bila:

- efek samping buruknya bisa dihindari atau diminimalisir sehingga maslahat yang tercapai lebih besar dibanding mudhorotnya. Perlu difahami bahwa proses veneer gigi ditangan yang belum profesional bisa jadi berefek buruk seperti posisi veneer yang tidak benar. Jika hal ini terjadi, maka gigi  dapat mengalami kerusakan dan pembusukan pada bagian luar tepi veneer. Selain itu, adanya masalah terkait penempatan meliputi pelapis yang berlendir atau kasar, sehingga dapat menyebabkan benang gigi masuk ke tepi veneer. Pemasangan veneer juga dapat membuat  sulit membersihkan gigi, dan bahkan gusi bisa iritasi. 

Pernah ditulis di salah satu web portal kesehatan bahwa memasang veneer gigi berarti mengharuskan dokter untuk menghapus enamel gigi dari permukaan gigi. Tidak bisa dipungkiri juga kalau gigi bisa menjadi sensitif setelahnya. Hal ini sering menyebabkan ketidaknyamanan saat  makan atau minum minuman dingin dan panas. Terlebih jika saat pemasangan, dokter  menghapus terlalu banyak enamel gigi, hal ini akan mematikan jaringan gigi 

- tujuannya bukan memperindah sesuatu yang sudah normal. Apabila gigi bermasalah atau rusak sehingga perlu perbaikan baik itu dengan pemasangan kawat gigi atau veneer maka itu tidak masalah. Contohnya bila gigi tidak rata maka makanan akan banyak menyelip sehingga sisa makanan susah untuk dibersihkan dan ini bisa berefek buruk untuk keshatan gigi dan badan maka tidak masalah memasang kawat gigi untuk meratakan. Atau bila warna gigi rusak karena masalah tertentu kemudian dilakukan veneer untuk mengembalikan warna gigi yang normal maka ini tidak masalah. Atau bila gigi sangat maju sehingga menjadi bahan olokan dan hinaan maka boleh bagi seseorang untuk merapikannya di dokter gigi sebagai bentuk usaha menghilangkan kecacatan.

Sebaliknya bila warna gigi sudah bagus dan normal namun seseorang melakukan veneer untuk menjadikannya lebih putih dan mengkilap maka ini tidak boleh. Syaikh Sholeh al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: Apa hukum merapikan gigi?

Beliau menjawab : “Merapikan gigi ada dua kategori :

Kategori yang pertama: Apabila maksud dan tujuannya untuk menambah keindahan dan kecantikan, maka hal ini haram dan tidak dibolehkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Ala alihi Wasallam telah melaknat para perempuan yang merenggangkan giginya guna menambah kecantikan, yang merubah ciptaan Allah. Meski sesungguhnya kaum perempuan dituntut untuk mempercantik dirinya dan memang identik dengan perhiasan. Adapun kaum lelaki maka pelarangan bagi mereka lebih utama tentang hal tersebut.

Kategori yang kedua: Apabila merapikannya itu karena cacat dan lainnya maka tidak jadi masalah dan dibolehkan, karena sebagian orang kadang ada di antara gigi-giginya yang menonjol, ada kalanya gigi depannya atau yang lainnya dengan bentuk tonjolan yang amat buruk sekiranya kalau orang lain melihatnya maka dia akan menghinakannya. Maka dalam kondisi semacam ini seseorang dibolehkan meratakan dan merapikan gigi. Karena sesungguhnya hal ini menghilangkan cacat dan bukan bertujuan untuk menambah keindahan.

Dan dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

أمر الرجل الذي قطع أنفه أن يتخذ أنفا من ورق أي فضة ثم أنتن فأمره أن يتخذ أنفا من ذهب

"Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan seseorang yang terputus hidungnya agar menjadikan hidung dari bahan perak kemudian lambat laun berbau hidungnya lalu Beliau memerintahkan untuk mengganti hidungnya dengan bahan emas."

karena yang demikian ini adalah menghilangkan aib dan cacat dan bukan bertujuan menambah keindahan dan kecantikan. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 17/22-23

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com