SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Mendiamkan Istri


Akhwat (Madiun)
1 week ago on Keluarga

Suami tiba-tiba marah dan jika di ajak bicara tidak mau menjawab hanya diam saja. Saya sudah berusaha mengajak bicara baik-baik tapi tidak pernah di hiraukan,saya merasa tidak memiliki kesalahan padanya. Saya mengerti jika dalam islam tdk boleh mendiamkan seseorang lebih dari 3hari. Mohon solusinya ?
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

الحمد لله والصلاة والسلام على رسو ل الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولا حول ولا قوة إلا بالله

Perlu difahami bahwa seseorang tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Seorang suami dilarang untuk tidak berbicara dengan istrinya lebih dari tiga hari meskipun sudah jelas diketahui bahwa istrinya melakukan nusyuz. Terlebih bila faktanya si istri tidak melakukan apa yang dituduhkan kepadanya. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apakah akibatnya bagi seseorang yang berpisah ranjang dengan istrinya lebih dari tiga bulan? Apakah ini terkena hukum ilaa'? Untuk diketahui bahwa tindakannya berpisah ranjang dari istrinya ini sebagai pelajaran buat sang istri karena bersikeras melakukan beberapa tindakan yang terkadang muncul di antara suami istri, tanpa ada yang melanggar agama. Apakah sebenarnya ilaa' itu dan bagaimana ia terjadi?

Mereka menjawab: Apabila orang yang berpisah ranjang dengan istrinya lebih dari tiga bulan itu karena tindakan nuzuz istrinya, yaitu dia menolak memenuhi hak suami yang semestinya dia jalankan, dan dia bersikeras melakukannya meskipun telah dinasihati oleh sang suami, ditakut-takuti dengan ancaman Allah Ta'ala, dan diingatkan tentang hak-hak suami yang harus dipenuhinya, maka dia boleh pisah ranjang dengannya sesuai keinginannya, sebagai pelajaran bagi sang istri hingga mau menunaikan hak-hak suaminya secara sukarela. Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah berpisah ranjang dan tidak berkumpul dengan istri-istrinya selama satu bulan. 

Untuk masalah berbicara, dia tidak boleh mendiamkannya lebih dari tiga hari, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Rasul bersabda:“Dan tidak halal (boleh) seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari”(HR. Bukhari dan Muslim di dalam Shahih keduanya, dan Ahmad di dalam Musnad-nya).

Adapun jika seorang suami berpisah ranjang dengan istrinya lebih dari empat bulan dan itu membahayakan istrinya tanpa ada kesalahan dari pihak istri dalam menunaikan hak-hak suaminya, maka dia seperti orang yang melakukan ilaa' (bersumpah tidak menggauli istri) walaupun dia tidak bersumpah dengan ilaa' dan dia diberi tenggang waktu seperti dalam ilaa'. Jika sudah lebih dari empat bulan dan dia tidak mau kembali atau menggauli istrinya padahal dia mampu berhubungan badan dan sang istri tidak sedang haid atau nifas, maka dia diminta menceraikan istrinya. Jika dia tidak mau kembali atau menceraikan istrinya, maka hakim berhak menceraikannya atau membatalkan perkawinan istri dengan suaminya jika sang istri meminta hal tersebut.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa

Bakar bin Abdullah Abu Zaid (Anggota)

Shalih bin Fawzan al-Fawzan (Anggota)

Abdul Aziz bin Abdillah Alu asy-Syaikh (Wakil Ketua)

Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/262-263 Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor 20443

Oleh karena itu saran kami cobalah lagi untuk bertanya tentang sumber kemarahan suami. Apabila dia tetap enggan menjawab maka silahkan meminta bantuan orang dekat dia untuk mengorek keterangan darinya tentang sebab yang membuat dia mendiamkan anda. Apabila sudah diketahui sumber masalahnya dan memang istri yang salah maka istri merubah sikap atau perbuatannya. Bila ternyata istrinya tidak bersalah maka istri perlu klarifikasi ke suami sehingga dia merubah sikapnya.

Suami perlu diberi informasi (baik itu melalui istri atau yang lain, disesuaikan dengan maslahat) bahwa dia tidak boleh mendiamkan istri melebihi tiga hari supaya dia tidak tenggelam dalam kesalahannya. Semoga Allah ta'ala memberikan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan rumah tangga penanya serta dalam rumah tangga kaum muslimin secara umum.

Wallahu ta'ala a'lam  

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com