SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Mewakafkan Al-Qur'an dan Meniatkan Pahalanya Untuk Orang Yang Telah Meninggal


Ikhwan (Jakarta)
1 week ago on Ibadah

Assalamua'laikum wr. wb. Seseorang atau anak yang bersedekah Al-Qur'an dengan meniatkan pahala untuk orang yang telah meninggal. Jika Al-Qur'an tersebut digunakan atau dibaca, Apakah pahalanya akan diterima oleh orang yang telah meninggal sebagaimana sedekah tersebut untuk orang yang masih hidup. Wassalamua'laikum wr. wb.
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Memberikan mushaf merupakan amalan yang fadhilahnya besar. Rasulullah Shallallahu ‘Alaiyhi Wasallam bersabda:

 

سَبْعَةٌ يَجْرِي لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ بَعْدَ مَوْتِهِ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ : مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا ، أَوْ كَرَى نَهْرًا ، أَوْ حَفَرَ بِئْرًا ، أَوْ غَرَسَ نَخْلا ، أَوْ بَنَى مَسْجِدًا ، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفًا ، أَوْ تَرَكَ وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ

 

“Tujuh amalan yang pahalanya senantiasa mengalir bagi seorang hamba setelah ia wafat, ketika ia berada di alam kubur, yaitu: Barangsiapa yang mengajarkan ilmu tertentu, Mengalirkan sungai, Menggali sumur, Menanam pohon kurma, Membangun masjid, Mewariskan mushaf, atau Meninggalkan seorang anak yang memohonkan ampun untuknya setelah ia wafat.” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (2/344), al-Baihaqi dalam al-Jami’li Syu’abul Iman (5/122-123) (3175), al-Mundiri menyebutkan dalam at-Targhib wa Tarhib (1/124) (113), (1/725) (1408) dan (3/356-357) dengan nukilan hadits (3828) dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu]

 

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaiyhi Wasallam telah bersabda:

 

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ ، أَوْ وَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ ، أَوْ مُصْحَفًا وَرَّثَهُ ، أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ ، أَوْ بَيْتًا لابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ ، أَوْ نَهْرًا أَكْرَاهُ ، أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ تَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

 

“Sesungguhnya yang akan mengikuti seorang mukmin dari amalan dan kebaikannya setelah wafat di antaranya adalah: Ilmu yang dia ajarkan dan dia sebarkan, Anak shalih yang dia tinggalkan, Mushaf yang dia wariskan, Masjid yang dia bangun, Rumah yang dia bangun untuk ibnu sabil, Sungai yang dia alirkan, atau Shadaqah dari hartanya yang dia infakkan (ketika sehat dan ketika hidup) akan mengikutinya setelah wafat.” HR. Ibnu Majah (242); Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya (4/121) (2490); al-Baihaqi di al-Jami’ li Syu’abul Iman (3174)

Terkait mewakafkan mushaf dengan niat pahalanya untuk orang yang meninggal maka insyaAllah niat pahala itu sampai. Syaikh Ibnu Baz menerangkan:

وإذا سبل المصاحف للأموات، أو كُتبَ علم؛ فلهم أجر في ذلك، إذا سبل مصحفًا، أو كتاب علم من كتب الحديث الشريف، أو من كتب التفسير، أو الفقه؛ فله أجر في ذلك، وإذا نوى هذا الوقف لأبيه أو أمه فله أجر في ذلك، وللموقوف له أجر في ذلك.

Jika ia menjadikan mushaf-mushaf tersebut atau kitab-kitab ilmu pengetahuan (di jalan Allah)  dengan cara meniatkan pahalanya untuk orang-orang yang telah meninggal maka mereka mendapatkan pahala dalam amalan itu.

Jika ia menjadikan mushaf, kitab hadits, kitab tafsir atau fiqih di jalan Allah maka ia mendapatkan pahala dalam amalan itu. Apabila wakaf ini diniatkan untuk ayahnya atau ibunya maka ia mendapatkan pahala, begitu pula orang yang memang diniatkan mendapatkan pahala dari wakaf ini (contohnya adalah ayah dan ibunya)

https://binbaz.org.sa/fatwas/17194/ثواب-من-اوقف-المصاحف-في-المسجد

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com