SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kotoran di atas kuku


Ikhwan (Jakarta)
5 months ago on Fiqih

Assalaamu’alaikum pak,kuku jempol tangan saya mempunyai lengkungan ke dalam sehingga memiliki kotoran di dalam lengkungan tersebut yang cukup sulit dibersihkan.Apakah wudhu saya sah?
Redaksi salamdakwah.com
5 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Yang perlu penanya lakukan adalah berusaha sebisa mungkin mengeluarkan kotoran itu. Bila masih ada yang tersisa dan tidak bisa dikeluarkan maka ini dimaafkan insya Allah

Dalam kitab Hasyiyah Bajuri ‘Ala Ibni Qosim, (1/51) diterangkan, “

 ويجب إزالة ما عليهما من الحائل ، كالوسخ المتراكم من خارج ؛ إن لم يتعذر فصله ؛ وإلا لم يضر ، لكونه صار كالجزء من البدن... وكذلك  قشرة الدمل ، وإن سهلت إزالتها 

Harus menghilangkan yang termasuk sebagai penghalang. Seperti kotoran yang bertumpuk-tumpuk dari luar. Kalau tidak ada uzur dalam memisahkannya. Kalau tidak bisa dan berbahaya maka ia menjadi bagian dari tubuh… begitu juga kulit bisul meskipun mudah untuk menghilangkannya.” Selesai

Maksudnya tidak harus dihilangkan seperti kulit ini meskipun mudah menghilangkannya.

Disebutkan juga dalam kitab‘Matolib Ulin Nuha, (1/116), “

وَلَا يَضُرُّ وَسَخٌ يَسِيرٌ تَحْتَ ظُفْرٍ وَنَحْوِهِ ، كَدَاخِلِ أَنْفِهِ ، وَلَوْ مَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ ، لِأَنَّهُ مِمَّا يَكْثُرُ وُقُوعُهُ عَادَةً ، فَلَوْ لَمْ يَصِحَّ الْوُضُوءُ مَعَهُ لَبَيَّنَهُ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذْ لَا يَجُوزُ تَأْخِيرُ الْبَيَانِ عَنْ وَقْتِ الْحَاجَةِ.
وَأَلْحَقَ بِهِ - أَيْ: بِالْوَسَخِ الْيَسِيرِ - الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ ابن تيمية كُلَّ يَسِيرٍ مَنَعَ وُصُولَ الْمَاءِ كَدَمٍ وَعَجِينٍ فِي أَيِّ عُضْوٍ كَانَ مِنْ الْبَدَنِ ، وَاخْتَارَهُ قِيَاسًا عَلَى مَا تَحْتَ الظُّفْرِ، وَيَدْخُلُ فِيهِ الشُّقُوقُ الَّتِي فِي بَعْضِ الْأَعْضَاءِ

Tidak mengapa kotoran ringan di bawah kuku dan semisalnya. Seperti apa yang ada dalam hidungnya. Meskipun menghalangi masuknya air. Karena biasanya hal itu terjadi. Kalau tidak sah wudunya, maka pasti dijelaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Dimana tidak boleh mengakhirkan penjelasan saat  dibutuhkan penjelasan.

Yang benar –maksudnya kotoran ringan- syekh Taqiyudin Ibnu Taimiyah semua yang ringan menghalangi sampainya air seperti darah, tepung di bagian tubuh manapun. Beliau memilih pendapat ini sebagai bentuk qiyas terhadap apa yang ada dibawah kuku. Termasuk juga pecah-pecah yang ada pada sebagian anggota tubuh.” Selesai

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com