SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Seorang Anak Dinasabkan Ke Ayahnya Apabila Ayahnya Non Muslim


Ikhwan (Jakarta)
11 months ago on Keluarga

Assalamu'alaikum, Ayah saya adalah seorang pria beragama Kristen Protestan, sedangkan saya dan ibu saya adalah seorang muslim. Saat ini ayah dan ibu saya sudah berpisah dengan ayah saya yang masih beragama Kristen Protestan. Saya pernah mendengar salah satu ceramah bahwa selain anak yang lahir diluar nikah ada juga anak yang ayahnya bukan seorang muslim maka nasabnya menggunakan nama ibunya. Pertanyaan saya adalah apakah benar statemen dari ceramah tersebut dan bila benar tolong penjelasannya. Terima kasih sebelumnya. Wassalamu'alaikum.
Redaksi salamdakwah.com
11 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

 

Apabila ayah dan ibu penanya ketika menikah tidak mengetahui bahwa itu diharamkan (sampai penanya dilahirkan) maka penanya tetap dinasabkan ke ayahnya. Apabila ayah dan ibu penanya ketika melakukan hubungan suami istri (yang menjadi sebab lahirnya penanya) mereka tahu bahwa pernikahan tersebut tidak sah maka penanya tidak dinasabkan ke ayahnya. Ibnu Taimiyyah pernah ditanya:

Syeikh Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- pernah ditanya:

“Bagi seseorang yang telah mentalak istrinya tiga kali (sekaligus), lalu diberi fatwa oleh seorang mufti bahwa hal itu tidak jatuh talak, kemudian suami tersebut mengikutinya dengan tetap berjima’ dengan istrinya setelah kejadian itu, dan sampai lahir seorang anak, sebagian orang mengatakan anak tersebut adalah anak zina ?

 

Beliau menjawab:

“Barang siapa yang mengatakan demikian maka merupakan bentuk kebodohan, menyesatkan dan menentang Alloh dan Rasul-Nya. Sungguh umat Islam telah bersepakat bahwa setiap akad nikah yang diyakini oleh seorang suami sebagai pernikahan sah, maka jika dia berjima’ dengan istrinya maka anak yang dihasilkan nantinya  nasabnya tetap dinisbatkan kepadanya, keduanya pun saling mewarisi sesuai dengan kesepakatan kaum muslimin; meskipun pernikahan tersebut pada saat yang sama batil juga menurut pendapat kaum muslimin, baik suami tersebut sebagai kafir atau seorang muslim. Seorang Yahudi jika menikahi anak perempuan dari saudaranya, maka nasab anaknya tetap dinisbatkan kepadanya, mewarisinya sesuai dengan kesepakatan umat Islam, meskipun pernikahan tersebut batil sesuai dengan kesepakatan umat Islam juga…”. (Fatwa lengkapnya bisa dibaca di: Majmu’ Fatawa: 34/13 dan seterusnya.

 

Wallahu ta'ala a'lam

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com