SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami dan Ibu (orantuaku) selalu bertentangan


Akhwat (Sijunjung)
3 months ago on Keluarga

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Selamat pagi ustadz saya ingin bertanya. Saya adalah seorang perempuan usia 30tahun. Saya sudah menikah lebih kurang hampir 3tahun. Saya dijodohkan oleh orangtua saya. Awal pernikahan berjalan lancar saja. 3bulan pernikahan orangtua saya selalu ikut serta dalam masalah pernikahan saya. Awalnya saya selalu terpengaruh dengan ucapan orangtua. Sehingga ada saja hal yang membuat kami bertengkat besar. Suami selalu mengajak agar pindah rumah saja. Karena sulit untuk menyatukan 2kepala dalam 1 rumah. Akhirnya suami selalu mengalah. Suami memilih untuk tinggal bersama orangtua. Suami juga sempat melarang saya unt bekerja dan fokus sama anak. Tapi orangtua menginginkan saya bekerja. Alhamdulillah saya sudah dikuliahkan sampai s2 dengan orantua saya. Karena menghargai orangtua saya akhirnya suami juga mengizinkan saya untuk bekerja. Sampai pada suatu titik anak saya masuk kolam ikan akibat pagi2 kami semua sibuk unt mempersiapkan diri bekerja sampai lupa kalau anak udah keluar dan masuk kolam. Disitu suami saya marah besar. Marah sebesar-besarnya. Saya sempat ingin bekerja. Sekali lagi orantua memberikan ide agar anak dititipkan di tpa. Akhirnya suami mengalah lagi. Dan saya bekerja seperti biasa lagi. Hari demi hari berlalu. Terkadang kami sebagai anak. Aku dan suami tidak bisa mengambil keputusan karena orangtua selalu ikut dalam masalah kami. Sehingga suami menjadi segan untuk berbuat dirumah. Pernah suatu kejadian titik besar yang membuat aku marah dengan orangtuaku. Karena pada waktu itu pintu kamar kami rusak. Jadi belum kami perbaiki. Suami ku takut salah. Akhirnya orangtua ku yg lelaki berinisiatif unt memperbaiki pintu kunci kamar kami. Orangtuaku tidak berkoordinasi dengan suami. Aku sempat berang karena sudah 3tahun pernikahan suami ku tidak dilibatkan dalam sebuah pemecahan masalah dirumah. Siang hari tukang datang kerumah kami unt memperbaiki. Pada waktu itu anakku sedang sakit dan dia sedang tidur. Aku sempat marah pada orangtua ku. Kenapa tidak bilang. Aku dan orangtuaku berdiaman udah lebih 2hari. Dan suami berinisiatif untuk aku agar meminta maaf. Malamnya aku meminta maaf sama orangtua ku. Tapi respon orangtuaku cuek. Dan aku berang sekali malam itu. Hingga keluar ucapan yang tidak pantas yang membuat otangtuaku marah besar. Karena tidak ditanggapi aku mengajak suami ku pindah. Tapi suami tak mau demi menghargai orantuaku. Aku kabur sendiri malam itu. Suami sudah kebingungan mencari ku dan menelponku. Akhirnya aku angkat juga telpon suami. Dan memberi tahu posisiku. Malam itu suami membujuk ku untuk mau balik. Awalnya aku tak mau meminta suami ku berbohong, biar aku tidur dihotel dan antarkan aku ke hotel. Beri tau aku tak ketemu. Tapi suami tak mau dan terus membujuk untuk balik. Akhirnya aku mau balik kerumah. Suami tau aku sudah tertekan dengan ucapan orangtuaku. Aku selalu dibandingkan dengan orang lain dan tetanggaku. Aku selalu disalahkan. Suami tau betul apa yg aku rasakan. Dan malam itu aku mencoba minta maaf. Yang didapat aku dibanding2kan lagi. Dan ibu ku marah besar. Percuma ku sekolah kan tinggi-tinggi tapi tak ada sedikitpun menghargai orangtua. Ibuku masuk kamar. Pada waktu itu ayah ku lagi tidak dirumah. Setengah jam berselang ayah balik dan suami ku berbicara lagi. Aku utarakan aku ingin pindah. Ayah bilang ayah minta maaf saran ayah tidak usah pindah. Tapi aku tetap bersikeras. Aku ingin pindah yah. Bagaimana menurut ustadz.? Apa yang harus aku lakukan . Mohon saran dan bimbingannya
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Dalam keadaan seperti yang disampaikan oleh penanya maka kami sarankan supaya penanya tingal terpisah dengan orang tua. Apabila memang belum ada dana yang cukup untuk membeli rumah maka kami sarankan untuk mengontrak rumah dulu sambil mengumpulkan uang untuk membeli rumah di masa mendatang. Apabila masih ingin banyak membantu orang tua maka bisa memilih kontrakan yang tidak terlalu jauh dengan orang tua supaya bisa mudah mengunjungi dan dikunjungi oleh orang tua

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com