SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Memilih Orang Tua atau Suami?


Akhwat (Madura)
2 months ago on Keluarga

Assalamualaikum.wr.wb. Ustadz Belakangan ini rumah tangga saya berantakan saya bertengkar dengan suami saya sampai melibatkan orang tua. Suami saya mengata ngatin orang tua saya dan juga sebaliknya. Setelah pertengkaran itu saya di bawa pulang ke rumah orang tua saya. Setelah itu orang tua saya berkata " kamu pilih suamu atau saya?" Semua keluargaku berkata" Kalau kamu pilih suamimu Kami akan lepas tanggung jawab untukmu apa bila kelak ada apa-apa tidak usah cari-cari kami lagi". Dan juga sebaliknya suami saya berkata "kalau kamu sayang sama anakmu dan saya tinggalkan orang tua mu dan ikut tinggal bersama saya?" Saya bingung pak ustadz saya harus pilih siapa? sedangkan saya sayang mereka semua. Dan apakah saya berdosa kepada suami saya kalau saya pilih orang tua saya? dan juga sebaliknya apakah saya berdosa kepada orang tua saya kalau saya memilih suami saya?
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته


Berikut ini tanya jawab dengan syaikh Sholeh bin Fauzan yang mengandung jawaban untuk pertanyaan Anda:
Terjadi perselisihan antara suami dan keluarga saya dalam salah satu urusan dunia, saya ingin memihak keluarga saya karena mentaati kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya mengandung pelaksanaan perintah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, namun saya tidak berbuat demikian karena saya mendengar hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (saya tidak mengetahui keshahihannya) diantaranya sabda beliau yang maknanya:
“Seandainya saya memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah niscaya saya akan memerintahkan seorang wanita bersujud kepada suaminya”

Dan hadits lain:
“Allah tidak akan ridho terhadap seorang wanita hingga suaminya ridho terhadapnya”

Saya telah berusaha mendamaikan kedua pihak namun saya belum berhasil dalam bentuk apapun. Saya berharap anda mengarahkan saya kepada siapa saya memihak. Saya takut bila saya menjadikan ayah saya marah maka Allah akan murka kepada saya, dan apabila saya membuat suami marah maka saya khawatir tidak menjadi istri yang beriman yang memenuhi hak suami sebagaimana yang diwajibkan. Saya juga berharap anda menasehati mereka semoga Allah memberi manfaat dengan hal itu.

Beliau menjawab:
Adapun hak ayah maka tidak diragukan lagi bahwa itu wajib, ini adalah hak yang kokoh, Allah ta'ala telah memerintahkan untuk mentaatinya dengan baik dan berbuat baik kepadanya di banyak ayat. Begitu pula hak suami, hak itu wajib atas istri dan ditekankan. Ayah anda memiliki hak atas anda, begitu pula suami. Anda wajib memberikan hak kepada setiap orang yang berhak. Namun apa yang anda sebutkan: adanya perselisihan diantara mereka sedangkan anda tidak tahu harus memihak ke siapa? Ketika itu anda wajib memihak kepada yang benar. Apabila suami anda yang benar dan ayah anda yang salah maka anda wajib memihak suami anda dan anda wajib menasehati ayah anda, apabila sebaliknya, di mana ayah anda benar dan suami anda salah maka anda wajib memihak ayah anda dan wajib menasehati suami anda. Anda wajib memihak yang benar dan menasehati yang salah. Ini terkait dengan sikap anda terhadap ayah dan suami anda ketika terjadi perselisihan.

Berusahalah untuk mendamaikan keduanya sebisa mungkin supaya anda menjadi kunci kebaikan dan yang menutup kejelekan. Diharapkan perpecahan dan kerusakan ini bisa terselesaikan melalui tangan anda, anda akan diberi pahala disebabkan hal itu. Sesungguhnya mendamaikan masyarakat (terlebih di antara kerabat) termasuk ketaatan yang agung. Allah ta'ala berfirman (an-Nisa':114)


{لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ}


Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia.

Adapun nasehat yang kami tujukan kepada keduanya adalah:
- keduanya wajib bertakwa kepada Allah azza wa jalla
- bermuamalah didasari persaudaraan islami.
- dengan didasari kekerabatan dan perbesanan selayaknya keduanya melupakan perselisihan yang terjadi antara keduanya.
- saling memaafkan, beginilah hubungan kaum muslimin
- tidak hanyut bersama hawa nafsu atau setan.
- berlindunglah kepada Allah dari godaan setan

Adapun hadits “ seandainya aku memerintahkan..” maka itu adalah hadits shahih, adapun hadits kedua saya tidak mengetahuinya, namun sebagaimana kami sebutkan bahwa maknanya benar: istri wajib mentaati suaminya dengan baik. Majmu' Fatawa Fadhilatusysyaikh Sholeh bin Fauzan 2/546-547

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com