SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penggunaan Jasa Bank


Ikhwan (Makassar)
9 months ago on Riba

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu Sepengetahuan saya bank adalah adalah tempat riba, apakah org yg kerja dibank termasuk makan uang riba? Apakah kita yang menabung dibank utk sekedar menyimpan uang jga termasuk berdosa? Bagaimana cara menghindari riba tsb? Jazakhumullohu khairan
Redaksi salamdakwah.com
9 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Tidak boleh bekerja di bank yang sistemnya adalah ribawi karena dengan keberadaan dia di lembaga keuangan tersebut maka dia bisa masuk ke dalam golongan orang yang dilaknat atau termasuk membantu dalam perbuatan dosa. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apakah benar bekerja di bank itu haram? Bagaimana jika seseorang terpaksa dan tidak memiliki pilihan kecuali pekerjaan tersebut?


Mereka menjawab,"Pertama: Kami telah menerbitkan fatwa tentang hukum bekerja pada bank yang melakukan praktik riba pada fatwa nomor (4961), berikut teks fatwanya: Apabila bank tersebut tidak melakukan praktik riba, maka apa yang diambil pegawai berupa gaji atau bonus atas upah dari pekerjaan yang halal (maka itu dibolehkan) karena ia berhak mendapatkannya sebagai imbalan dari pekerjaan, . Namun apabila bank tersebut melakukan praktik riba, maka apa yang diambil pegawai berupa gaji atau bonus atas upah pekerjaannya, maka itu haram karena ia telah tolong-menolong bersama pemilik bank riba dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Allah Ta'ala telah berfirman (al-Maidah:2):

{وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ}

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Juga karena Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam:

«لَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ»

(beliau) melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh memakannya, penulis dan dua orang saksinya seraya bersabda: "Mereka semua adalah sama" Diriwayatkan oleh Muslim...

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan selaku  Anggota    
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite    
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 1/741-742. Pertanyaan keempat dari fatwa nomor 9452

 

Menyimpan uang di bank yang sistemnya ribawi adalah termasuk perbuatan yang berdosa karena nasabah mendapatkan tambahan dari uang yang dipinjamkan ke bank, di sisi lain uang tersebut dipakai oleh pihak bank untuk usaha ribawi. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Saya menabung uang di sebuah bank di Kairo. Saya meminta kepada pihak bank agar tidak memberikan bunganya. Beberapa hari setelah meninggalkan Kairo menuju Kerajaan Arab Saudi,

saya mendapatkan surat dari bagian administrasi bank tersebut yang berisi keterangan bahwa nomor-nomor rekening yang ada di bank sudah diundi. Nomor yang diundi merupakan nomor urut bagi orang yang menyimpan uang di bank. Nomor rekening saya menang dalam undian itu dan mendapatkan hadiah. Mereka menyampaikan bahwa saya mendapat hadiah sebanyak lima pound setiap bulan selama setahun. Mereka pun menanyakan kepada saya tentang hadiah ini, apakah akan digabungkan ke dalam tabungan atau saya ambil tiap bulan. Apakah hadiah ini dianggap riba? Jika saya mengambilnya, maka di mana saya harus menyimpannya. Apakah sebaiknya saya menginfakkannya di jalan Allah? Saya menabung uang di bank, dan dalam prosedurnya saya mengetahui bahwa bank melakukan transaksi bisnis menggunakan uang saya dan nasabah lainnya. Akan tetapi, pihak bank hanya memberikan hitungan persentase keuntungan pada kami, tanpa ada persentase potongan jika terjadi kerugian. Apakah prosedur seperti ini juga masuk dalam kategori riba?
 
Mereka menjawab:
Pertama, menyimpan uang dibolehkan jika dilakukan tanpa bunga dan dalam kondisi terpaksa. Hadiah yang Anda terima dari pengundian nomor tersebut tidak boleh Anda ambil karena itu adalah riba. Sebab, tidak mungkin bank memberi Anda hadiah jika Anda tidak menyimpan uang di sana. Penggunaan istilah "hadiah" atau "bonus" tidak menjadikannya terlepas dari esensi riba yang ada di dalamnya. Sebab, yang dijadikan ukuran adalah praktik sesungguhnya, bukan pada namanya. Kalau bukan karena saldo yang Anda miliki dan keleluasaan mereka dalam mempergunakannya demi kepentingan bank, tentunya mereka tidak akan memberikan sejumlah uang yang mereka sebut dengan hadiah. Berdasarkan hal ini, Anda tidak boleh mengambil hadiah tersebut.
 
Kedua, keuntungan yang telah ditetapkan oleh bank dari saldo Anda yang ditransaksi-bisniskan oleh pihak bank beserta saldo nasabah lainnya masuk dalam kategori riba. Anda tidak diperkenankan mengambilnya.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Ghadyan Anggota 
Abdurrazzaq `Afifi Wakil Ketua Komite 
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 13/348 fatwa no.1532

Bila tidak mendapati pihak yang siap memberikan keamanan penyimpanan uang kecuali di lembaga yang tidak murni syariah maka mencari lembaga keuangan yang paling sedikit transaksi ribanya. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apakah boleh menyimpan uang di bank tanpa mengambil bunga?

Mereka menjawab: Sebaiknya dana disimpan pada pihak-pihak yang diyakini tidak akan menggunakan uang tersebut untuk tindakan bisnis yang diharamkan. Harus dipastikan pula bahwa dana itu tidak digunakan untuk membantunya melakukan perbuatan haram. Jika dia tidak yakin bahwa dana itu akan aman berada padanya dan tidak menemukan orang yang mampu menginvestasikannya pada bisnis yang sesuai syariat, serta khawatir uangnya hilang, maka hendaknya sekuat tenaga dia mencari bank yang paling sedikit menggunakan sistem haram dalam transaksinya.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Wakil Ketua Komite
Abdullah bin Mani` (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq `Afifi (wakil ketua komite)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 13/343

Wallahu ta'ala a'lam 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com