SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jeda Lamaran dan Pernikahan


Ikhwan (Samarinda)
1 year ago on Keluarga

Assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya, bolehkah apabila saya mengkhitbah seorang akhwat, namun pernikahannya 2-3 tahun kedepan? Karena InsyaAllah saya ingin mengkhitbah seorang akhwat, namun karena kami masing-masing masih sibuk kuliah dan saya belum ada pekerjaan tetap untuk nafkahi istri jadi belum bisa untuk menikah
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Saran kami adalah apabila sudah melamar dan disetujui maka bersegeralah menikah mengingat bila ditunda lama maka bisa terjadi pembatalan dari salah satu pihak atau keduanya yang ini bisa memberikan efek buruk tertentu seperti memburuknya hubungan dua keluarga, atau bisa terjadi hubungan calon mempelai yang melampaui batas mengingat bisa jadi ada perasaan bahwa keduanya sudah resmi karena sudah resmi lamaran dan akan menikah. Oleh karena itu bila mau maka lamaran segera dan menikahpun segera, atau bila belum siap maka lamaran ditunda hingga siap untuk menikah. 

Apabila memang kedua belah pihak  sudah memutuskan untuk melakukan lamaran dan menunda pernikahan  maka sebenarnya tidak ada batasan khusus terkait masa jeda antara pernikahan dan lamaran. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah ta'ala tidak mempermasalahkan adanya tenggat waktu antara lamaran dan akad nikah. Berikut ini tanya jawab dengan beliau:

هل يمكن أن تمتد الخطوبة بين المخطوبين فترة طويلة إذا اتفقا؛ بسبب ظروف الدراسة مثلاً سنتين أو ثلاث سنوات؟

 
Penanya: Apakah boleh bila ada tenggat waktu yang panjang antara masa lamaran (dengan akad.pent) bila memang itu disepakati, disebabkan masa sekolah selama dua tahun atau tiga tahun?
 

الشيخ: لا، ليس لها حد، لا نعلم حداً في هذا، لكن بس ليس له أن يخلو بها ولا أن تركب معه ولا يسافر بها، بل يجب أن يكون كل واحد بعيد عن الآخر؛ حتى لا تقع الفتنة، إنما كلام من طريق الهاتف، أو الزيارة من طريق الجهر يعني: بين أهلها، يزورهم ويتصل بها ويتخبر أخبارها، لا بأس. 

 
Syaikh menjawab: Tidak, tidak ada batasan , kami tidak mengetahui adanya batasan dalam masalah ini. Namun dia (pelamar laki-laki) hanya tidak boleh untuk berkhalwat dengannya, tidak boleh berkendara bersama, tidak bersafar bersama. Kedua calon mempelai harus bejauhan supaya tidak terjadi fitnah (di masa penungguan antara masa lamaran  masa akad nikah.pent). Dibolehkan berkomunikasi hanya melalui telefon atau berkunjung dengan terang-terangan yakni diantara keluarga si wanita, dia mengunjungi mereka dan berkomunikasi dengannya (di tengah-tengah keluarganya.pent) kemudian boleh bertanya tentang kabar si wanita. ini tidak apa-apa.
https://binbaz.org.sa/fatwas/8859/اداب-الخطوبة-وضوابطها

 

Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan anda dan urusan kaum muslimin 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com