SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalat Dhuhur Dan Ashar Di Rumah Karena Terik Matahari


Ikhwan
1 week ago on Ibadah

Assalamualaikum, apa hukum solat zuhur dan ashar di rumah karena takut terik matahari ?
Redaksi salamdakwah.com
1 week ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Hukum asalnya laki-laki yang sudah baligh wajib (menurut pendapat Ulama' yang kami pandang kuat) melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah di masjid. Diantara dalilnya adalah:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersada, -

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا ، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُهُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ الْعِشَاءَ

“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku! Aku sempat ingin menyuruh [orang-orang] mengumpulkan kayu bakar untuk dinyalakan, kemudian menyuruh shalat dengan [menyuruh seseorang mengumandangkan] adzan, kemudian menyuruh seseorang untuk menjadi imam shalat, kemudian mendatangi orang-orang [yang tidak menghadiri shalat berjamaah] dan membakar rumah mereka. Demi Zat yang menggenggam jiwaku! Jika salah seorang di antara mereka mengetahui bahwa ia akan mendapati tulang berlemak atau kaki kambing yang lezat, tentu ia akan menghadiri shalat Isya. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (644).

Dalil selanjutnya diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ia menuturkan:

أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ : إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ ، فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ فِي بَيْتِهِ ، فَرَخَّصَ لَهُ ، فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ ، فَقَالَ : ( هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ ، قَالَ نَعَمْ . قَالَ فَأَجِبْ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangi seorang laki-laki buta. Laki-laki itu berkata, “Wahai Rasulllah, aku tidak memiliki penuntun jalan yang menuntunku ke masjid.” Laki-laki itu meminta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberinya keringanan untuk shalat di rumah. Rasulullah pun memberinya keringanan. Namun ketika laki-laki itu hendak berlalu, beliau memanggilnya dan berkata, “Apakah kamu mendengar azan?” Ia menjawab, “Ya.” Rasulullah berkata, “Jawablah!” Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim (653).

Meski demikian bila memang seseorang terkena penyakit tertentu (seperti lupus jenis tertentu) yang menurut dokter (yang terpercaya dan berkompeten) tidak boleh terkena sinar matahari langsung maka boleh bagi dia untuk shalat di rumah. Namun kalau ia bisa menghindarkan dirinya dari terkena matahari langsung saat ke masjid maka ini perlu dilakukan.

Kalau seorang laki-laki yang baligh tidak terkena udzur dalam melaksanakan shalat fardhu berjamaah di masjid maka ia tidak boleh melaksanakan shalat fardhu di rumah. panas matahari bukanlah udzur syar'i yang membolehkan laki-laki baligh untuk tidak melaksanakan shalat jamaah di masjid (terkecuali orang tertentu sebagaimana yang disebutkan sebelumnya)

Panasnya matahari hanya bisa menjadi sebab dibolehkannya seseorang menunda pelaksanaan shalat Dzuhur hingga tiba saat suhu lebih dingin. Rasulullah shallallahu  alaihi wa sallam bersabda:


إذا اشتد الحر فأبردوا بالصلاة [يعني : صلاة الظهر] فإن شدة الحر من فيح جهنم  رواه البخاري (537) ومسلم (615

”Ketika sangat panas, maka (tunggu) dingin dengan shalat yaitu shalat dhuhur. Karena (sengatan) panas berasal dari hembusan neraka Jahanam. HR.Bukhori (537) dan Muslim (615)

Pembahasan ini hanya fokus pada panas terik matahari sebagai penghalang seseorang melaksanakan shalat jamaah di rumah dan tidak pada udzur-udur lainnya. 

Wallahu ta'ala a'lam      

 

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com