SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Adzan Di Telinga Bayi Yang Baru Lahir


Akhwat (Sleman )
2 months ago on Keluarga

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh, apakah ada dalil yang mensyariatkan adzan pada bayi yang baru lahir dan apakah diperbolehkan بَارَكَ اللّهُ فِيْكُمْ
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Masalah adzan di telinga bayi saat baru lahir adalah masalah yang diperselisihkan oleh Ulama' mengingat mereka berbeda pandangan tentang shahih atau tidaknya hadits tersebut. Yang mengatakan shahih maka ia memandang disyariatkannya adzan di telinga bayi, sedangkan yang mengatakan hadits itu lemah maka dia tidak berpandangan bahwa amalan itu disyariatkan, berikut ini rekaman suara syaikh Albani yang diposting di youtube: https://www.youtube.com/watch?v=BVNCrCCt16s

Berikut ini hasil terjemahan kami terhadap video tersebut: Saran saya: ini adalah penjelasan untuk orang-orang; Sebelumnya kami mengatakan disyariatkannya azan di telinga bayi yang baru lahir, meski diketahui bahwa hadits yang menyatakan sunnahnya adzan di telinga bayi yang baru lahir diriwayatkan dalam Sunan al-Tirmidzi dengan sanad yang lemah, tetapi kami memiliki metode memperkuat hadits yang lemah dengan syawahid (hadits lain sebagai penguat.pent). Kami menemukan syahid untuk hadits ini dalam kitab Ibn Qayyim al-Jawziyyah yang dikenal sebagai "Tuhfat al-Wadud fi Ahkam al-Maulud." Hari itu, hadits itu disandarkan ke kitab Syu'ab al-Iman yang disusun oleh imam al-Baihaqi, meski dia menegaskan bahwa sanadnya lemah namun saya menganggap bahwa penegasan ini maksudnya adalah bahwa hadits itu tidak terlalu lemah, oleh karena itu saya menganggapnya sebagai syahid untuk hadits al-Tirmidzi, yang bersumber dari riwayat Abu Rafi`, dan pada saat itu buku “Syu'ab al-Iman” belum ada di tangan kami, baik dalam bentuk manuskrip maupun cetakan. Sebagaimana sebagian besar dari anda sekalian mengetahui - dengan kehadiran saya di "perpustakaan adh-Dhohiriyah" yang berisi ribuan naskah hadits tulisan tangan; Buku "Syu'ab al-Iman" yang disusun oleh Al-Hafiz Al-Bayhaqi ini tidak ada di perpustakaan ini, bahkan di sebagian besar perpustakaan dunia, tetapi hari ini; Dimungkinkan untuk mencetak buku ini "Syu'ab al-Iman", dan sebuah buku yang sangat berharga bergabung dengan perpustakaan-perpustakaan Islam, di dalamnya terdapat banyak hadits yang tidak ditemukan di kutub as-Sittah, bahkan tidak ada di buku lain juga, termasuk hadits yang saya jadikan sandaran (pada Ibn Qayyim al-Jawziyyah) sebagai syahid hadits Abu Rafi di Sunan al-Tirmidzi, dan jika hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bayhaqi dalam bukunya "Al-Syu'ab" dengan sanad perawi di mana dua perawi dituduh berbohong. saat itu nampak bagi saya bahwa Ibnul Qayyim bermudah-mudahan dalam ungkapannya ketika melabeli hadits tersebut dengan kata "dhoif" saja, yang benar adalah beliau seharusnya mengatakan bahwa hadits itu "dhoif jiddan", mengingat dalam keadaan ini tidak boleh orang yang menggeluti ilmu hadits menganggap hadits yang sangat lemah sebagai syahid untuk hadits yang tidak terlalu lemah, dan pada saat itu mau tidak mau mundur saya rujuk dari menguatkan hadits Abi Rafi'dalam Sunan al-Tirmidzi dengan hadits di Syu'ab al-Iman. Karena parahnya kelemahan hadits Abu Rafi' maka hadits Abu Rafi'tetap lemah. Sesuai dengan bimbingan Allah Azza Wa Jalla dalam hal tidak diperbolehkannya mengamalkan hadits lemah. Kami kembali mengatakan bahwa selama hadits Abu Rafi' itu asalnya lemah, dan syahidnya lebih lemah dari itu, jadi hadits yang lemah tetap pada kelemahannya, jadi kami rujuk dari ucapan sebelumnya yang menyatakan Sunnahnya atau legitimasi adzan di telinga bayi yang baru lahir, inilah jawaban atas pertanyaan itu.

Kami pribadi condong ke pendapat yang menyatakan bahwa itu tidaklah disyariatkan. Meski demikian perlu difahami bahwa ini termasuk masalah yang perbedaan pendapat di dalamnya adalah sesuatu  yang lumrah maka jangan sampai terjadi perselisihan yang besar hanya karena perbedaan ini. Kami pribadi juga menghirmati pihak-pihak yang menyatakan bahwa itu disyariatkan.

Berikut ini link suara syaikh Ibnu Baz yang berpandangan bolehnya mengadzani bayi yang baru lahir: https://www.youtube.com/watch?v=n2LUVsdmGVU

Berikut ini link suara syaikh Utsaimin yang berpandangan bolehnya mengadzani bayi yang baru lahir: https://www.youtube.com/watch?v=sSea8mIRNYo

Wallahu ta'ala a'lam



 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com