SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Profesi Penilai


Ikhwan (Surabaya)
1 year ago on Riba

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh alhamdulillah, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan lindungan Allah Saya mau bertanya yang berhubungan dengan ekonomi syariah yaitu tentang profesi penilai. Penilai Publik adalah Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan ini atau penilai eksternal sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan di bidang kekayaan negara dan lelang. Penilaian adalah proses pekerjaan untuk memberikan estimasi dan pendapat atas nilai ekonomis suatu obyek penilaian pada saat tertentu sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia. Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), adalah badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam memberikan jasanya KJPP yang dipercayai langsung oleh Kementrian Keuangan untuk menilai aset dan sejauh ini tidak ada pihak lain yang berwenang Hasil penilaian dari lembaga penilaian publik atau appraisal dijadikan patokan bagi pengguna jasa dalam menentukan taksiran harga Contoh, saat suatu lembaga/korporasi ingin meminjam uang kepada bank dalam skala besar untuk pembangunan. Kita mengenal nilai likuiditas (besaran uang yang akan dikeluarkan bank sebagai pinjaman). “Uang likuiditas” ini bisa dipinjamkan kepada pihak peminjam dengan syarat peminjam ini memberikan jaminan berupa aset. Besaran angka likuiditas ini tergantung aset yang akan dijaminkan. Sederhananya, jika aset dijaminkan sebesar 100 milyar, maka angka yang akan dilikuidasi sebesar 60% atau sebesar 60 milyar. Lalu pertanyaannya, bagaimana caranya kita mengetahui nilai aset tersebut? Di sini peran KJPP atau seorang penilai. KJPP ini berfungsi untuk mengira nilai tersebut. pertanyaan saya 1. bagaimana hukumnya dari sudut pandang islam mengenai profesi penilai di KJPP yang sejatinya sebagian besar berhubungan langsung dengan perbankan (sebagai pihak ketiga : sebagai pencatat jaminan utang), dan bagaimana hubungannya terhadap hukum riba? Terima kasih ustadz atas jawabannya, Barakallah fiikum wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Profesi penilai yang disebutkan oleh penanya hukum asalnya adalah profesi yang mubah. Dalam keadaan tertentu seorang penilai bisa jatuh dalam perbuatan haram bila dia melakukan kegiatan penilaian yang bisa menjadi faktor pendukung terjadinya riba. Syaikh Utsaimin rahimahullahu ta'ala menerangkan terkait pekerjaan yang ada hubungannya dengan riba:

لأن من ينكر الشيء لا يمكن أن يعمل لمصلحته، فإذا عمل لمصلحته فإنه يكون راضيا به، والراضي بالشيء المحرم يناله من إثمه،

Karena siapa yang mengingkari sesuatu maka dia tidak mungkin bekerja untuk mendukung kemaslahatan susatu tersebut. Apabila seseorang melakukan pekerjaan untuk kemaslahatan hal itu berarti dia ridho terhadap hal itu. Sedangkan orang yang ridho terhadap sesuatu yang haram maka ia juga terkena dosa hal itu

Oleh karena itu para penilai tersebut seharusnya melakukan tugasnya pada hal-hal yang tidak melanggar syariat, misalnya memberikan bantuan penilaian untuk akad yang halal di bank syariah.

Wallahu ta'ala a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com