SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Memberi Uang Sebelum Mendapat Barang Pesanan? Menjual Di Bawah Harga Pasar?


Akhwat
2 months ago on Mu'ammalah

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh afwan, ana benar2 berharap agr team salwa bisa segera membalas pertanyaan ini, insya Allah. Pertanyaan: Hari ini(rabu) ana menitipkan pesanan pada guru ana sebuah buku. Namun ana belum memberi uang padanya. Tapi misalkan jika ana sudah membayar uangnya pada hari rabu namun bukunya hanya akn diberi pd hari Jumat, apakah termasuk riba atau tdk? Apabila sdh terlanjur, apakah buku td harus dibuang? Pertanyaan 2: Buku yg guru ana jual itu mau diabisin stoknya jadi dikurangkan harganya. Apakah boleh demikian? syukron wa Jazaakallahu khairan
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami meminta maaf karena baru bisa menjawab perntanyaan penanya karena banyak pertanyaan yang masuk ke meja redaksi. Terkait pertanyaan pertama dda dua opsi yang bisa dipilih oleh anda, yang pertama adalah anda membayar full harga buku di depan dengan catatan sifat bukunya telah dijabarkan dengan jelas, waktu penyerahan buku juga disebutkan dengan jelas di depan, Bila ini yang dilakukan maka anda melakukan transaksi jual beli salam. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Kami beritahukan kepada Anda bahwa warga di sekitar kami melakukan transaksi jual beli berbasis riba sebagaimana berikut ini:

1. Mereka memberikan sembilan ribu lima ratus riyal (9.500 SAR)
untuk sebuah mobil merek Datsun dengan tipe tertentu untuk tahun depan, atau sepuluh ribu riyal untuk mobil Datsun lain yang akan diserahkan pada waktu mendatang.
2. Saya mohon penjelasan secara rinci. Karena harga Datsun sekitar lima belas ribu riyal atau lebih, maka apakah ini riba? Saya bekerja sebagai imam masjid Jami' Jasy dan saya meyakini ini riba. Akan tetapi, saya memilih kembali kepada hukum Allah melalui ilmu yang Anda miliki untuk dapat memberikan penjelasan secara cepat mengenai transaksi yang tersebar luas di masyarakat kami.
 
Mereka menjawab: Apabila kenyataannya seperti yang disebutkan, maka ini termasuk jenis jual beli yang disebut salam. Jika memenuhi syarat berikut, yaitu
(1) ciri-ciri mobil itu jelas dengan harga yang berbeda tergantung model, sehingga pembeli memahami apa yang hendak dibelinya,
(2) waktu jatuh temponya jelas, di mana mobil tersebut memang akan ada saat tiba masa penyerahannya, meskipun saat terjadi transaksi barang yang diinginkan belum ada (misalnya karena belum diproduksi - ed.), dan
(3) sebelum berpisah dari tempat jual beli penjual telah menerima bayaran tunai saat transaksi, maka jual beli tersebut dibolehkan. Sekalipun pada kenyataannya jika barang itu dijual kontan justru harganya lebih tinggi atau lebih rendah dihitung dari waktu tunggunya. Ini tidak dipandang sebagai riba fadhal atau nasi'ah, karena jenis benda yang ditransaksikan berbeda dan salah satunya bukan barang ribawi (yang ditransaksikan adalah uang dengan mobil - ed.).
 
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 14/102-103 Fatwa Nomor:8713
 
Opsi kedua, anda boleh memesan buku tersebut. Ketika barang telah tiba anda sudah siap untuk membayar dan mengambilnya. Apabila opsi  ini dipilih maka sebenarnya ketika memesan barang anda belum melakukan transaksi jula beli, anda hanya berjanji akan membelinya. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Apa hukum memesan emas melalui telepon? Yaitu dengan mengontak pihak penjual emas lalu menanyakan harganya. Setelah dia bercerita tentang harganya, pemesan berkata, "Saya memesan emas sekian." Setelah itu pemesan menemui penjual dan menyerahkan uang pembayaran lalu mengambil emas dengan tunai dan timbang terima. Namun terkadang terjadi keterlambatan pembayaran atau penerimaan barang selama beberapa hari.

Mereka menjawab: Jual beli tidak terlaksana secara sempurna kecuali dengan terjadinya serah terima dalam satu majlis. Pemesanan belum masuk dalam jual beli dan tidak dianggap akad jual beli. Dengan demikian emas itu belum menjadi milik pemesan. Dia tidak punya hak untuk berbuat apa pun atas emas itu dan tidak punya hak untuk memintanya. Sebab, pemesanan tidak mengubah status barang sebagai milik pemesan atau menjadikan jual beli sah. Ia hanya merupakan perjanjian.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua Komite)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 13/480 pertanyaan ketiga
 
Tentang pertanyaan kedua bila memang harga yang diberikan itu tidak merusak harga pasar dan barangnya sesuai dengan yang digambarkan maka tidak masalah. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya: Ada seseorang yang merupakan pelaku utama jual beli. Dia menjual barang secara kredit dengan keuntungan yang dapat mencapai sepertiga atau seperempat dari harga aslinya. Terkadang dia menjual kepada seseorang dengan harga lebih rendah atau lebih besar daripada penjual lainnya. Dia bertanya, apakah boleh jual beli seperti itu?

Mereka menjawab: Allah Ta'ala berfirman,
  

{وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا}

 
Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.
 
Allah berfirman,
  

 {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ}

 
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.
 
Oleh karena itu, apabila penanya menjualnya dengan kepemilikan penuh dan barang tersebut berada dalam penguasaannya, maka dia boleh menjual barang tersebut dengan syarat adanya saling rida dan kesepakatan dalam harga, baik seperempat maupun sepertiga dari harga asli. Dia juga tidak berdosa karena membeda-bedakan harga jual barang, asalkan dia membohongi pembeli dengan berkata bahwa dia menjual kepada orang lain dengan harga yang sama padahal tidak demikian. Dalam transaksi itu juga tidak boleh ada unsur ketidakjelasan dan yang merusak harga pasar. Dia harus bersikap toleran dan menerima apa adanya, serta mencintai saudara muslim lainnya seperti mencintai diri sendiri, karena sikap tersebut menuai kebaikan dan keberkahan. Dia tidak boleh bersikap serakah dan tamak, karena biasanya muncul dari hati yang keras, watak yang tercela, dan akhlak yang tidak terpuji.
 
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
 
Abdullah bin Mani` (Anggota) 
Abdullah bin Ghadyan (Anggota) 
Abdurrazzaq `Afifi (Wakil Ketua Komite) 
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 13/89 Fatwa Nomor:1249
  
Wallahu ta'ala a'lam 
 
© 2018 - Www.SalamDakwah.Com