SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menahan Syahwat


Akhwat (Malang)
2 months ago on Fiqih

Bismillah. Semoga Allah menjaga ustadz di mana pun berada. Ana akhwat 19 tahun. Saat ini sedang mengalami kesulitan dalam menahan nafsu syahwat, karenanya ana jadi (afwan) sering membaca komik yang menjurus ke sana. Ana sendiri tahan untuk tidak melakukan maksiat lainnya seperti mendengar musik, melihat bukan mahram dll. Tapi untuk ini sangat sulit untuk bertaubat. Sudah sering dihindari tapi terulang lagi dan lagi. Bagaimana kah solusi untuk permasalahan ini, apakah dengan menikah dapat menjadi solusinya?
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Kami sangat menyarankan supaya penanya segera menikah mengingat itu adalah solusi utama untuk masalah yang dihadapi. Terutama di masa sekarang yang penuh dengan godaan. Berikut ini kami terjemahkan keterangan syaikh Ibnu Baz rahimahullahu ta'ala berkenaan masalah ini:
Yang wajib adalah bersegera menikah, tidak selayaknya seorang pemuda mengakhirkan pernikahan dengan alasan study, begitu pula seorang gadis, tidak selayaknya ia mengakhirkan pernikahan demi study, pernikahan tidak menghalangi itu sedikitpun, seorang pemuda bisa menikah (dengan begitu ia menjaga agama, akhlaq dan menundukkan pandangannya), bersamaan dengan itu ia tetap melanjutkan studynya, begitu pula seorang gadis jika Allah memberinya kecukupan.
Selayaknya bersegera menikah meski sedang belajar di tingkat sekolah menengah atas atau sekolah tinggi, itu semua tidak menghalangi.

Yang wajib adalah segera dan setuju menikah jika ada laki-laki sepadan yang melamar, dan study tidak menghalangi pernikahan. Seandainya sebagian study terputus (karena pernikahan.pent) maka itu tidak apa, yang penting ia (wanita.pent) belajar apa yang bisa mengantarnya ke pengetahuan ilmu agamanya, adapun ilmu lainnya hanya sebagai faedah biasa.

Pernikahan memiliki maslahat yang banyak, khususnya pada zaman sekarang, dan pernikahan yang ditinggalkan akan menimbulkan bahaya untuk pemuda dan gadis
Majmu' Fatawa Ibnu Baz 20/421-422

Terlebih dalam kondisi penanya sekarang ini yang digambarkan agak susah menahan syahwat. Al Mawardi –rahimahullah- berkata dalam kitabnya “al Inshaf”:

مَنْ خَافَ الْعَنَتَ . فَالنِّكَاحُ فِي حَقِّ هَذَا : وَاجِبٌ . قَوْلا وَاحِدًا .. " الْعَنَتُ " هُنَا : هُوَ الزِّنَا . عَلَى الصَّحِيحِ . وَقِيلَ : هُوَ الْهَلاكُ بِالزِّنَا . .. الثَّانِي : مُرَادُهُ بِقَوْلِهِ " إلا أَنْ يَخَافَ عَلَى نَفْسِهِ مُوَاقَعَةَ الْمَحْظُورِ " إذَا عَلِمَ وُقُوعَ ذَلِكَ أَوْ ظَنَّهُ . وَقَالَ فِي الْفُرُوعِ : وَيُتَوَجَّهُ إذَا عَلِمَ وُقُوعَهُ فَقَطْ

 

“Barang siapa yang hawatir akan terjerumus pada perzinaan, maka pernikahan baginya adalah wajib. Dalam hal ini satu pendapat tidak ada perbedaan. “Al ‘anat” adalah zina, atau kehancuran dengan zina. Kedua: Maksud dari perkataannya: “…kecuali jika ia takut pada dirinya akan terjerumus kepada yang diharamkan”, jika ia mengetahui atau mengira akan terjadinya hal tersebut. Ia berkata dalam “al Furu’”: “…Maka diwajibkan (menikah) jika ia mengetahui bahwa dirinya akan terjerumus saja”. (Al Inshaf: jilid 8, pasal nikah/hukum nikah)  

Saat penanya melewati masa penungguan untuk proses menikah kemudian godaan syahwat datang begitu kuat maka kami sarankan untuk berpuasa. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh al jama’ah dari Ibnu Mas’ud –radhiyallahu ‘anhu- bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

 يا معشر الشباب ، من استطاع منكم الباءة فليتزوج ، فإنه أغض للبصر  وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع فعليه بالصوم ، فإنه له وجاء

“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu maka menikahlah, karena akan lebih menundukkan pandangan, dan lebih mampu menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang merasa tidak mampu maka berpuasalah, karena puasa bisa memecah syahwat”.

Kalau masih cukup kuat godaan itu maka penanya juga bisa melakukan olahraga fisik yang positif. Penanya juga perlu menjauhi segala hal yang bisa memantik dan meningkatkan syahwatnya. Sebelum usaha-usaha ini jangan lupa untuk berdoa kepada Allah ta'ala semoga Allah berkenan memberikan solusi terbaik dan semoga Allah ta'ala terus menjaga kehormatan diri penanya. Wallahu ta'ala a'lam 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com