SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Belum Dimaafkan


Ikhwan
3 months ago on Aqidah

saya mau bertanya saya telah mendzolimi orang lain, dan saya menyesal dan mencoba meminta maaf tapi orang yg saya dzolimi tersebut enggan memaafkan dan tidak ikhlas dengan perlakuan saya. bagaimana saya bertaubat dari dosa dzalin tersebut?
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول االله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Nasehatilah orang yang didholimi itu secara  baik-baik (secara langsung atau melalui orang lain) tentang fadhilah memaafkan orang yang berbuat kesalahan ke dia, sampaikanlah kepadanya nash al-Qur'an dan as-Sunnah yang menjelaskan fadhilah memaafkan. Diantara nash dalam masalah itu,"
1. Dalam surat Ali-Imran:134 Allah menerangkan termasuk ciri hamba Allah Azza wa Jalla yang bertakwa kepada-Nya,


الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَالله يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


(Orang-orang yang bertakwa adalah) mereka yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya serta (mudah) memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

2. Allah Azza wa Jalla berfirman di surat al-A’raf:199


خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ


Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang yang bodoh.

3. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ الله عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لله إِلاَّ رَفَعَهُ الله


“Sedekah tidak akan mengurangi harta, tidaklah memberikan maaf melainkan Allah akan menambahkan kemuliaan bagi seorang hamba, tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan angkat derajatnya. HR. Muslim no.2588 dan yang lainnya

4. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ، وَلَا ظُلِمَ عَبْدٌ مَظْلِمَةً فَصَبَرَ عَلَيْهَا إِلَّا زَادَهُ الله عِزًّا، وَلَا فَتَحَ عَبْدٌ بَابَ مَسْأَلَةٍ إِلَّا فَتَحَ الله عَلَيْهِ بَابَ فَقْرٍ


Tidaklah berkurang harta seorang hamba karena shadaqah, tidaklah seorang hamba dizalimi dengan suatu kezaliman dan ia bersabar, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya, juga tidaklah seorang hamba membuka pintu permintaan, melainkan Allah akan membuka untuknya pintu kemiskinan. HR. Tirmidzi no.2325

5. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda


ارْحَمُوا تُرْحَمُوا، وَاغْفِرُوا يَغْفِرُ الله لَكُمْ، وَيْلٌ لِأَقْمَاعِ الْقَوْلِ، وَيْلٌ لِلْمُصِرِّينَ الَّذِينَ يُصِرُّونَ عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ


“Berikanlah kasih sayang, niscaya Engkau akan disayangi. Berilah maaf, niscaya Allah akan mengampuni kalian. Celakalah orang-orang yang tidak memperhatikan aturan syariat dan tidak beradab dengan adab-adab syariat. Dan celakalah orang-orang yang berbuat ishraar, yaitu orang yang terus-menerus di atas perbuatan (dosa) yang mereka lakukan, sedangkan mereka mengetahui.” (HR. Ahmad 11/99 dan Bukhari dalam Adaabul Mufrod)

Perlu difahami bahwa orang yang tidak mau memaafkan saudaranya yang bersalah, bahwa memaafkan adalah termasuk akhlaq yang mulia dan sebab terwujudnya cinta kasih.

Berikut ini kami terjemahkan keterangan Ibnu Hibban dalam masalah ini di salah satu kitabnya :
Orang berakal wajib untuk menerima udzur saudaranya dalam kejahatan dan kelalaian yang telah diperbuat, dan kemudian ia menjadikan orang yang bersalah itu bersih dari kesalahannya karena jika seseorang (yang bersalah) ingin memiliki hubungan lagi dengannya tapi tidak diterima olehnya maka aku takut ia tidak bisa mendatangi telaga Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Raudhatul Uqola' wa Nuzhatul Fudhola' 183

Apabila sampai terjadi perpecahan dan sikap mendiamkan dari pihak orang yang didholimi maka ini bisa menjadi masalah tambahan. Dalam salah satu riwayat disebutkan:


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا


Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan." Lalu dikatakan: 'Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah dua orang ini hingga mereka berdamai! Tangguhkanlah kedua orang ini hingga mereka berdamai! HR. Muslim no.2565 dan diriwayatkan oleh yang lainnya

Apabila Anda sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan ini semaksimal mungkin dan Anda terus berusaha untuk itu maka insya Allah Anda tidak termasuk yang terkena ancaman ditangguhkan pengampunannya. Setelah membawakan hadits di atas, Az-Zarqani dalam kitab syarh nya terhadap kitab al-Muwaththo' menukil perkataan Ibnu Ruslan:
Dan yang nampak: Apabila salah satunya berdamai dengan yang lain tapi perdamaian itu ditolak maka orang yang berusaha berdamai tersebut diampuni. Syarh az-Zarqani 'ala al-Muwaththo' 4/420

Orang yang bersalah kepada saudaranya (baik itu dengan sengaja atau tidak) perlu untuk melaksankan hal-hal berikut:

1. Ikhlas kepada Allah ta'ala dalam permintaan maafnya kepada orang yang menjadi objek kesalahannya.

2. Jujur dalam meminta maaf

3. Memilih waktu yang tepat untuk meminta maaf kepada saudaranya

4. Memilih kata-kata yang tepat untuk meminta maaf.

5. Lebih baik lagi jika ia memberikan hadiah saat meminta maaf. Jika ia tidak mampu memberikan itu maka hendaklah dia banyak memuji saudaranya itu dan mendoakannya (ketika saudaranya itu ada ataupun tidak).

Kami sarankan kepada penanya untuk memperbanyak amal sholeh di dunia sebagai bentuk persiapan bila ada tuntutan di akhirat kelak. 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com