SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

orang ceroboh termasuk munafik?


Akhwat (yogyakarta)
4 months ago on Aqidah

apakah orang ceroboh termasuk munafik? tidak pandai menjaga barang orang karena orang tsb ceroboh
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Kia tidak bisa menyamakan antara munafik dan orang yang ceroboh diantara sebabnya adalah orang munafik adalah orang yang sengaja melakukan keburukan sedangkan orang yang ceroboh tidak bisa dikatakan bahwa mereka menyengaja 100 persen melakukan perbuatan buruk 

As Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah dalam risalahnya “Ahkamu Hawaditsis Sayyaarat” menyebutkan ; sesungguhnya apabila terjadi musibah pada salah satu penumpang yang mereka naik bersama sopir atas pilihan mereka sendiri, maka hal ini tidak lepas dari empat kondisi berikut ini :

·Kondisi pertama : karena kesengajaan dari sopir itu sendiri, dan yang demikian itu sebatas contoh bukan berarti setiap kecelakaan yang terjadi karena kesalahan sopir, misalkan : sopir mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi yang mengakibatkan kecelakaan atau dengan menginjak rem dengan sekencang-kencangnya secara mendadak tanpa adanya kondisi yang darurat sehingga mobil terbalik dan terjadi kecelakaan.

·Kondisi kedua : karena kecerobohan sang sopir, dan beda antara kecerobohan dengan kesengajaan, karena kesengajaan merupakan perbuatan yang tidak diperkenankan sedang kecerobohan merupakan meninggalkan sesuatu yang wajib, seperti contoh : sang sopir lalai dalam menutup pintu atau mengontrol kelayakan roda atau memperbaiki sesuatu yang perlu pembenahan, maka jika hal-hal semacam ini diremehkan bisa jadi akan terjadi kecelakaan.

Sehingga dalam dua kondisi semacam ini berakibat wajibnya kaffarat atas sopir yaitu ; memerdekakan budak untuk setiap jiwa yang tidak berdosa yang meninggal akibat kecelakaan, jika tidak mampu maka harus puasa dua bulan berturut-turut yang di dalam dua bulan ini tidak diperkenankan berbuka melainkan karena udzur yang dibenarkan oleh syariat, seperti ; sedang dalam bepergian atau safar, sedang sakit atau yang sejenisnya, dan berakibat juga menjamin dan menanggung semua harta korban baik yang hilang atau rusak, dan juga menjamin diyat jiwa-jiwa terhadap keluarganya.

·Kondisi ketiga : karena perbuatan sopir dan tindakannya yang ingin menyelamatkan dan menghindarkan dari bahaya sehingga malah terjadi kecelakaan, sebagaimana contoh : ada kendaraan yang mengarah kepadanya yang hendak menabraknya sehingga ia membanting setir ke kiri atau ke kanan dan tidak mungkin dia memberhentikan mobil yang ia kemudikan sehingga mobil oleng dan terjadilah kecelakaan.

·Kondisi keempat : Apabila memang kecelakaan itu terjadi tanpa sebab dari sang sopir, semisal : ketika sedang mengendarai kendaraan tiba-tiba ban mobil pecah atau meletus sehingga mobil oleng dan terjadi kecelakaan atau sedang melintas di atas jembatan yang tidak diketahui cacat jembatan tersebut sehingga terperosok dan yang lainnya sampai akhirnya terjadi kecelakaan.

Maka dalam dua kondisi yang terakhir ini sang sopir tidak dikenai apapun baik dari kewajiban membayar kaffarat maupun jaminan, karena sesungguhnya pada dasarnya dikondisi ke tiga ; dia sudah melaksanakan tugas dengan baik dan penuh amanah sesuai dengan kewajiban yang semestinya ia lakukan seperti mengontrol kelayakan kendaraan dan saat mengemudi dia berusaha menghindarkan dari bahaya kecelakaan dan lainnya, dan hal ini sangat baik dan tidak ada balasan bagi orang yang melakukan kebaikan melainkan kebaikan, dan pada kondisi keempat ; sang sopir terpercaya yang ketika terjadi kecelakaan bukan karena unsur kesengajaan yang ia perbuat atau karena kecerobohan, maka tidak ada beban apapun yang harus ia tanggung karena kecelakaan yang terjadi bukan dia sebab utamanya. Dinukil secara ringkas dan sedikit perubahan. Lalu risalah ini dicetak dan tersebar di koran resmi Universitas Al Imam Muhammad bin Su’ud al Islamiyyah pada tanggal penerbitan ; hari Senin 20 Sya’ban 1409 Hijriyyah.

Meskipun orang ceroboh tidak sama dengan orang munafik namun orang yang ceroboh perlu berhati-hati bila dibebani amanah atau bila ia khawatir tidak bisa menunaikan amanah maka dari awal ia tidak menerima amanah itu  

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com