SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

memberi sesuatu kepada kaum muslimin agar tidak berbuat maksiat


Akhwat (yogyakarta)
1 year ago on Fiqih

apa hukum menyogok muslimin agar di atidak berbuat maksiat?
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Wallahu ta'ala a'lam. Boleh memberikan harta atau yang lainnya  kepada ahli maksiat supaya dia berhenti dari perbuatan maksiat nya. Baik itu maksiat yang pendorongnya adalah karena membutuhkan harta (seperti wanita yang menjadi pelacur supaya bisa tetap hidup) atau maksiat yang pendorongnya bukan karena membutuhkan harta (seperti orang kaya yang pelit). Dan ini tidaklah dinamakan menyogok dan menyuap karena ini bukanlah perbuatan dosa yang sama dengan menyuap

Memberi Dengan pemberian ini boleh dengan catata apabila pemberian itu dipakai untuk berbuat maksiat maka tidak boleh diberi, misalnya bila kita memberi uang kepada peminum minuman keras di moment tertentu maka ia akan gunakan untuk membeli minuman , kala itu Kita tidak boleh memberinya uang.

 

Seseorang boleh bersedekah kepada pelacur atau orang fasiq lainnya namun lebih utama bersedekah kepada muslim yang agamanya bagus. Diharapkan ketika orang fasiq menerima sedekah mereka bisa kembali ke jalan yang benar. Apabila sedekah ini akan digunakan untuk berbuat maksiat maka sedekah itu tidak boleh diberikan. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menerangkan," Adapun orang fasiq muslim dia boleh diberi zakat namun bila zakat diserahkan kepada orang yang agamanya lebih lurus maka itu lrbih utama. Majmu' Fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin 18/432

Ada Hadits yang sedikit berhubungan dengan pembahasan kali ini, yaitu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " قَالَ رَجُلٌ: لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدِ سَارِقٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى سَارِقٍ فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ زَانِيَةٍ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ اللَّيْلَةَ عَلَى زَانِيَةٍ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى زَانِيَةٍ؟ لَأَتَصَدَّقَنَّ بِصَدَقَةٍ، فَخَرَجَ بِصَدَقَتِهِ، فَوَضَعَهَا فِي يَدَيْ غَنِيٍّ، فَأَصْبَحُوا يَتَحَدَّثُونَ: تُصُدِّقَ عَلَى غَنِيٍّ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ الحَمْدُ، عَلَى سَارِقٍ وَعَلَى زَانِيَةٍ وَعَلَى غَنِيٍّ، فَأُتِيَ فَقِيلَ لَهُ: أَمَّا صَدَقَتُكَ عَلَى سَارِقٍ فَلَعَلَّهُ أَنْ يَسْتَعِفَّ عَنْ سَرِقَتِهِ، وَأَمَّا الزَّانِيَةُ فَلَعَلَّهَا أَنْ تَسْتَعِفَّ عَنْ زِنَاهَا، وَأَمَّا الغَنِيُّ فَلَعَلَّهُ يَعْتَبِرُ فَيُنْفِقُ مِمَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ 

Dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu]; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam berkata,: "Ada seorang laki-laki berkata,: Aku pasti akan bershadaqah. Lalu dia keluar dengan membawa shadaqahnya dan ternyata jatuh ke tangan seorang pencuri. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa seseorang telah memberikan shadaqahnya kepada seorang pencuri. Mendengar hal itu orang itu berkata,: "Ya Allah segala puji bagiMu, aku pasti akan bershadaqah lagi". Kemudian dia keluar dengan membawa shadaqahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang pezina. Keesokan paginya orang-orang ramai membicarakan bahwa seseorang tadi malam memberikan shadaqahnya kepada seorang pezina. Maka orang itu berkata, lagi: Ya Allah segala puji bagiMu, (ternyata shadaqahku jatuh) kepada seorang pezina, aku pasti akan bershadaqah lagi. Kemudian dia keluar lagi dengan membawa shadaqahnya lalu ternyata jatuh ke tangan seorang yang kaya. Keesokan paginya orang-orang kembali ramai membicarakan bahwa seseorang memberikan shadaqahnya kepada seorang yang kaya. Maka orang itu berkata,: Ya Allah segala puji bagiMu, (ternyata shadaqahku jatuh) kepada seorang pencuri, pezina, dan orang kaya. Setelah itu orang tadi bermimpi dan dikatakan padanya: "Adapun shadaqah kamu kepada pencuri, mudah-mudahan dapat mencegah si pencuri dari perbuatannya, sedangkan shadaqah kamu kepada pezina, mudah-mudahan dapat mencegahnya berbuat zina kembali dan shadaqah kamu kepada orang yang kaya mudah-mudahan dapat memberikan pelajaran baginya agar menginfaqkan harta yang diberikan Allah kepadanya".HR. Bukhari no.1421 dan Muslim no.1022 dan yang lainnya.

Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan,"Hadits ini menunjukkan bahwa niat orang yang bersedekah jika baik maka akan diterima sedekahnya meski belum tepat sasaran" Fath al-Baari 3/291

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com