SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tunangan Bermasalah


Akhwat (Jawabarat)
2 months ago on Keluarga

Assalammualaikum wr wb. Afwan uhkty/akhy saya mau minta masukannya Saya sdh bertungan tapi saya pngn udahan Karna dia orgnya aga kasar selalu ngulangin kesalahan yg sama. Nggapernah ngehargain saya jadi selama hub itu seolah olah cuma saya yg berusaha. Tapi pas bicara berdua dianya nggak mau mutusin saya. Sebenernya saya pengen mutusin tapi ngga boleh sama keluarga katanya jangan salah dari kel saya. Darisana saya udh ngga suka tapi saya dipaksa buat nikah sama dia saya dituntut buat ngejaga harga diri kel saya dan ngorbanin saya. Trs kemarin pihak kel laki2nya udh nentuin tgl tanpa melibatkan saya. Saya gaktau apa2 Kalau kaya gini saya harus gimana? Mohon masukannya 🙏🙏
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Seharusnya orang tua penanya harus meminta pendapat kepada penanya untuk urusan pernikahan penanya. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 وَلاَتُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ

 “Dan wanita perawan tidak boleh dinikahkan hingga ia diminta pendapatnya.”[HR. Al-Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 1419]

Dalam Shahih Muslim disebutkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

(وَالْبِكْرُ يَسْتَأْذِنُهَا أَبُوْهَا)

“Dan wanita perawan, dimintai izinnya oleh ayahnya.” [HR. Muslim no.1421]

Apabila sampai dipaksa menikah maka penanya berhak untuk mengajukan pembatalan pernikahan. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Apa hukum Islam terkait seorang wanita yang dinikahkan dalam keadaan terpaksa?

Mereka menjawab:
Apabila wanita tersebut tidak rela dengan pernikahan tersebut maka ia boleh membawa masalahnya ke pengadilan untuk menetapkan akadnya atau untuk membatalkannya. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/126 pertanyaan pertama dari fatwa no.7289
 
Oleh karena itu cobalah untuk menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga dan jelaskan masalah yang penanya hadapi sehingga mereka mau mendengarkan dan membatalkan acara pernikahan yang akan diselenggarakan. Apabila penanya sudah yakin dengan akhlak buruk calonnya dan nampaknya susah untuk diberi masukan maka penanya jangan ragu untuk meminta pembatalan rancana pernikahan. Lebih baik ramai di awal dibandingkan diam dan memikul derita selama bertahun tahun karena sudah terikat tali pernikahan.

Wallahu ta'ala a'lam 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com