SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hadiah Hasil Perselingkuhan


Akhwat (Semarang)
11 months ago on Mu'ammalah

Saya dulu pernah menjalin hubungan terlarang dgn suami orang, saya pernah diberi kendaraan bermotor dan saya pernah minta uang, tapi hubungan itu tidak berjalan lama karena ketahuan istri sah. Sekarang istrinya bilang kalau sampai kapanpun dia tidak ikhlas motornya ada di saya dan meminta agar motor itu dikembalikan. Ustad apakah saya harus mengembalikan motor dan semua pemberian dari laki-laki itu? Sementara laki-laki tsb dulu pernah berjanji bahwa apapun yg terjadi nanti motor milik saya. Terima kasih
Redaksi salamdakwah.com
11 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه ولا حول ولا قوة إلا بالله

Apabila maksud penanya adalah dia menjadi wanita simpanan tanpa ikatan pernikahan dan hubungan nya seperti hubungan suami istri yang disertai hubungan intim maka harta yang diperoleh dari hubungan ini hukumnya haram, dia harus bertaubat kepada Allah ta'ala. Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah meriwayatkan:

عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ: أَنَّهُ اشْتَرَى غُلاَمًا حَجَّامًا، فَقَالَ: «إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الدَّمِ، وَثَمَنِ الكَلْبِ، وَكَسْبِ البَغِيِّ، وَلَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ، وَالوَاشِمَةَ وَالمُسْتَوْشِمَةَ وَالمُصَوِّرَ

Dari ‘Aun bin Abi Juhaifah, dari ayahnya : Bahwasannya ia pernah membeli seorang budak tukang bekam, lalu ia berkata : "Sesungguhnya Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam melarang hasil penjualan darah, hasil penjualan anjing, dan hasil pelacuran. Beliau juga melaknat pemakan riba dan yang memberi makan riba, orang yang mentato dan yang minta ditato, serta melaknat penggambar" [Shahih Al-Bukhaariy no. 5962]

Apabila seseorang berzakat dan bersedekah dengan itu maka tidak diterima. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ اللهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

Wahai manusia sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik. HR Muslim no. 1015 dan yang lainnya

Imam an-Nawawi menukil perkataan imam al-Ghazali," bila seseorang tidak memiliki kecuali harta haram maka tidak wajib atasnya untuk berhaji dan berzakat." Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab 9/352

Orang yang berzina wajib untuk bertaubat dan berlepas diri dari hartanya dengan memberikan nya kepada fakir miskin serta tidak mengembalikan ke orang yang memberi. Ibnu Qayyim menerangkan," 
Masalah kedua: bila bertransaksi dengan orang lain dengan transaksi yang haram kemudian dia mengambil pembayarannya seperti pelacur, penyanyi, penjual minuman keras, orang yang bersumpah palsu dan semacamnya kemudian dia bertaubat sedangkan hasil pembayaran masih dia simpan...
Ada kelompok yang mengatakan(terkait hal itu): Taubatnya adalah dengan mensedekahkannya dan tidak mengembalikannya ke orang yang telah membayar, ini pendapat yang dipilih oleh syaikh al-Islam Ibnu Taimiyyah, inilah pendapat yang benar dari dua pendapat. Madaarijussalikin 1/393-394 

Apabila maksud penanya adalah  dia menjalin hubungan terlarang di luar pernikahan semacam pacaran tanpa ada hubungan suami-istri maka hadiah yang diberikan oleh pasangan yang tidak halal itu diperoleh karena manfaat yang haram seperti berjalan bersama yang haram, bercengkrama yang haram, memandang yang haram. Dan apa yang diperoleh si ibu menurut pendapat yang kuat selayaknya disalurkan untuk maslahat kaum muslimin. Ibnu Taimiyyah menerangkan," Barang siapa menjual minuman keras dia tidak berhak atas hasil penjualannya, apabila pembeli telah menerima minuman itu dan meminumnya maka tidak boleh dikumpulkan antara alat tukar (alat bayar) dan barang yang ditukar (barang yang dibayar). Namun harta itu disalurkan untuk maslahat kaum muslimin sebagaimana dikatakan untuk hasil pelacuran, upah perdukunan dan semisalnya yang itu merupakan pembayaran untuk suatu barang atau manfaat yang diharamkan jika orang yang bermaksiat telah mengambil pembayaran. Majmu' al-Fatawa 28/667 

Wallahu ta'ala a'lam 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com