SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ingin rujuk tapi orang tua tidak merestuinya


Akhwat (Lubuklinggau )
9 months ago on Keluarga

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustd, saya berusia 22tahun sudah pernah menikah dan januari tahun ini baru slesai sidang cerai ttpi saya dgn mntn suami saya ingin rujuk kembali krn perceraian yg kami hadapi kmrn bukan keinginan kami sampe skrg kami masih berhubungan baik pak ustd. Kami ingin rujuk tetapi orng tua saya tidak merestui krn dulu mantan suami sya pernah ngasih saya talak 3 dalam surat tgn dan itu dianggp sama bpk tiri saya sbgai jatuh talak 3 sdngkn yg saya mencari kebenaran itu semua ny bilang klau itu hanya talak 1 pak ustd mntn suami saya menulis surat itu dalam keadaan emosi krn hari itu saya dan suami ribut smpe suami saya menjatuhkan talak itu kpda saya. Saya ingin bertanya kpd pak ustd yg terhormat saya dan mntan suami ingin rujuk sudah minta restu dgn ibu saya tpi tidak direstui. Bagaimana cara nya agar kami dapat menikah lg dgn tanpa restu org tua saya pak ustad apakah saya durhaka tidk menuruti khndk org tua saya pak. Mohon percerahanny pak ustd. Wasalammualaikum warrohmatullah wabarakatuh
Redaksi salamdakwah.com
8 months ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Sebenarnya ada perbedaan pendapat di kalangan Ulama' terkait menjatuhkan talak tiga sekaligus di satu majlis atau satu momen. Ada yang menganggap itu satu dan ada yeng menganggap telah jatuh talak tiga. Diantara mererka adalah Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi. 

Mererka pernah ditanya: Saya pernah menceraikan istri saya dan menulis kalimat kepadanya dalam selembar kertas yang isinya, "Saya (...) dengan segala kapasitas hukum yang sah, dengan ini menyatakan telah menjatuhkan talak tiga kepada istri saya yang bernama (...) Dengan demikian, dia telah haram bagi saya dan halal untuk dinikahi pria lain. Saya bersaksi di hadapan Allah, Tuhan Yang Maha Menyaksikan, bahwa dia tertalak, dia tertalak, dia tertalak."

Mereka menjawab: Dengan adanya pernyataan tertulis dari suami bahwa dia telah menjatuhkan talak tiga kepada istrinya, maka istrinya dianggap tertalak tiga. Sebab, di awal pernyataan suami dengan jelas menulis kata "talak tiga", dan di akhir dia mengulang-ulang penulisan kata "talak". Jadi, kalimat pertama menunjukkan bahwa lelaki tersebut bermaksud melakukan pengulangan talak (hingga tiga kali), bukan sekadar penegasan kata. Dengan demikian, sang istri menjadi haram baginya, kecuali jika dia telah menikah dengan pria lain, berhubungan intim, (lalu berpisah dari suami keduanya karena perceraian atau kematian), dan telah selesai masa iddahnya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa 
Abdullah bin Ghadyan (Anggota) 
Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua) 
Ibrahim bin Muhammad Alu asy-Syaikh (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/134. Fatwa Nomor:79

Jadi apa yang diyakini oleh bapak tiri penanya merupakan pendapat yang punya sisi yang kuat juga. Oleh karena itu masalah seperti ini bisa disampaikan ke pihak pengadilan agama yang mengurus masalah ini dan mengobservasi masalah ini secara rinci. 

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com