SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

satu tempat dengan pelaku maksiat?


Akhwat (yogyakarta)
3 months ago on Fiqih

apakah diperbolehkan bagi saya satu tempat dengan pelaku maksiat? kadang kala saat saya berada satu tempat pelaku maksiat itu akan memutar lagu tapi sebelum itu fulan ijin dulu kepada saya jika fulan akan melakukan maksiat agar saya meninggalkan tempat itu, dan saya sudah menasehatinya tetapi fulan belum bisa berhenti , apakah diperbolehkan bagi saya satu tempat dengannya?
Redaksi salamdakwah.com
3 months ago

 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

 

Apabila penanya sudah menyampaikan nasehat namun orang yang dinasehati tetap melakukan kemungkaran tersebut maka penanya perlu meninggalkan tempat di mana kemaksiatan itu dilakukan. 

Disebutkan dalam Fatawa Lajnah Daimah: “Jika pesta pernikahan bebas dari kemungkaran, seperti; bercampurnya laki-laki dan perempuan, nyanyian yang melenakan, atau jika dia hadir mampu merubah kemungkaran tersebut, maka dia boleh menghadirinya dan ikut merasakan kebahagiaan, bahkan kehadirannya wajib jika terdapat kemungkaran dan dia mampu untuk merubahnya”.

Namun jika dalam pesta tersebut terdapat kemungkaran yang dia tidak mampu merubahnya, maka haram baginya untuk menghadirinya, berdasarkan keumuman firman Allah –Ta’ala- :

 وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِباً وَلَهْواً وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلا شَفِيعٌ 

“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al Qur'an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa`at selain daripada Allah”. (QS. Al An`am: 70)

Dan firman Allah yang lain:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُواً أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ 

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan”. (QS. Luqman: 6)

Hadits-hadits yang menyatakan tentang mencela nyanyian dan alat-alat musik sangat banyak sekali”. (Dinukil dari Fatawa Mar`ah, disusun oleh Muhammad al Musnid: 92)

Di sisi lain apabila penanya tetap di sana maka dikhawatirkan akan terkena fitnah musik. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa menerangkan: Anda tidak boleh mendengarkan lagu, bahkan Anda harus menjauhinya. karena lagu-lagu itu dapat merusak hati, jalan menuju keburukan, dan melupakan kebaikan. Begitu juga musik dan seluruh bentuk hiburan lainnya (sejenis itu.pent). 

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa 

Abdullah bin Qu'ud  (Anggota) Abdullah bin Ghadyan (Anggota) Abdurrazzaq `Afifi  (Wakil Ketua)  Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua) 

Fatawa al-Lajnah ad- Daimah 26/235 fatwa no.2894

 

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com