SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

berpikir kotor saat shalat lalu keterusan hingga lupa sedang shalat


Akhwat (yogyakarta)
1 year ago on Ibadah

jika seseorang berpikir kotor saat shalat lalu ketterusan karena lupa sedang shalat, apakah termasuk istihza'? apakah shalat tsb batal?
Redaksi salamdakwah.com
1 year ago

 

Apabila terbersit pikiran kotor dalam diri seseorang kemudian ia tolak pikiran itu maka ia tidak terkena konsekwensi apapun. Apabila seseorang sengaja berpikir melakukan perbuatan dosa dan berazam untuk itu maka ia berdosa.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bersabda,

إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنفُسَهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوا أَوْ يَعمَلُوا بِهِ 

"Sesungguhnya Allah mengampuni umatku terkait dengan apa yang menjadi lintasan hatinya (yang buruk) selama mereka tidak membicarakannya atau mengerjakannya." (HR. Bukhari, no. 2528, Muslim, no. 127)

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits ini, "Lintasan hati (yang buruk), jika tidak bersemayam dan terus menerus ada pada orangnya, dia dimaafkan berdasarkan kesepakatan ulama. Karena dia tidak dapat menghindar dari kejadiannya dan tidak ada jalan untuk menghindarinya." (Al-Azkar, hal. 345)

Dia berkata, "Sebab dimaafkan adalah sebagaimana kami sebutkan karena tidak dapat dihindari. Akan tetapi yang mungkin adalah dihindari terus menerusnya kejadian tersebut. Karena itu, jika terus menerus hal itu terjadi dan diringi kehendak hati, maka dia diharamkan."

Masalah ini menjadi lebih berat ketika dilakukan saat shalat mengingat seharusnya orang yang shalat berusaha untuk khusyu' dalam shalatnya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
 


إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّع..
 


Kalau Engkau mengerjakan shalat, maka shalatlah seperti shalatnya orang yang hendak meninggalkan (dunia) HR. Ibnu Majah no.4171. Dihasankan oleh al-Albani. Lih. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 1/758

Seharusnya orang tersebut tidak mengikuti hawa nafsunya dan bisikan setan hingga ia lupa bahwa ia sedang shalat.

Salah satu sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang bernama Utsman bin Abi al-Ash pernah mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan berkata: “Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan mengacaukan bacaanku, Beliau bersabda:
“Itulah setan yang disebut dengan ‘Khanzab’, jika engkau merasakan kehadirannya maka bacalah ta’awudz (a’udzu billahi minas syaithanir rajim) dan meludah ringanlah ke arah kiri tiga kali.”
Utsman melanjutkan: “Akupun melaksanakan wejangan Nabi tersebut dan Allah mengusir gangguan tersebut dariku.” HR. Muslim no. 2203 dan diriwayatkan oleh yang lainnya juga.

Meludah ringan yang disebutkan dalam hadits maksudnya adalah dengan cara meniupkan udara yang mengandung sedikit air ludah. Perlu diperhatikan bahwa ini disyaratkan tidak mengganggu orang yang berada di sebelah kirinya dan tidak mengotori masjid.

Oleh karena itu seharusnya yang ia lakukan adalah berusaha fokus dan membaca ta'awwudz sebagaimana yang diarahkan oleh Nabi Muhammad shallalllahu alaihi wa sallam. Selanjutnya ia perlu berusaha khusyu'. 

Syaikh Utsaimin rahimahullahu ta'ala ketika ditanya tentang hal-hal yang membantu seseorang mencapai kekhusyu'an Beliau mengisyaratkan cara yang disebutkan pada hadits Utsman bin Abi al-Ash yang telah lalu. Beliau mengatakan bahwa itu adalah obat yang paling bermanfaat, selanjutnya Beliau menerangkan:
Hendaknya seseorang yang shalat menghadirkan rasa pengagungan terhadap dzat yang ia berdiri di hadapan-Nya, yaitu Allah ta'ala. Hendaknya ia juga dalam shalatnya merenungi dan menghayati apa yang ia baca dari firman Allah ta'ala, dari dzikir yang ia baca, dari amalan dan gerakan yang ia lakukan sampai jelas baginya keagungan shalat. Ketika itu akan hilang darinya bisikan-bisikan itu. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 14/91

Apabila seseorang yang berpikir kotor itu tetap memenuhi syarat dan rukun shalat serta tidak melakukan pembatal shalat maka shalatnya sah.

Wallahu ta'ala a'lam 
  

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com