SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Punya Perasaan Pada Wanita Lain?


Akhwat (Jambi)
7 months ago on Keluarga

Assallammualaikum ust .. Suami sy jujur jika sudaj 2 bulan dy merasa kalo dy puny perasaan dg teman kantor nya ( istri org ) Dy beralasan di ruma tidak pernah sy urus keperluan kerja ny setiap hari ( dan sy mengakuinya ) Suami sy mandiri dri bangun buat kopi smpe nyetrika baju sendiri.. Dy menangis sambil meminta maaf kepada sy mengapa smpai punya perasaan sama wanita lain. Apa yang harus saya lakukan ust ?? Sy merasa bersalah tapi tetap sakit hati . Mohon saran ny ust๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡ Terima kasih
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

 

Kami sarankan kepada penanya untuk introspeksi diri, kemudian berkomunikasi dengan suami didasari hati yang tulus disertai komitmen untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri dan komitmen untuk melayani suami dengan baik. Ulama' yang duduk di Komisi Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi memberikan arahan kepada seorang penanya wanita terkait kewajiban istri:

Anda diperintahkan untuk menghadapi dan memperlakukan suami dengan baik, serta melayani layaknya seorang istri kepada suami. Allah Ta'ala berfirman,  dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Anda harus saling bekerjasama dengannya dalam kebaikan dan ketakwaan semaksimal mungkin. Jika memungkinkan, sebaiknya Anda membaca biografi para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari kalangan wanita tentang bagaimana mereka melayani suami. Ini sangat baik dan akan memberi manfaat kepada Anda, insya Allah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
 
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
   
Abdullah bin Quud (Anggota) Abdullah bin Ghadyan (Anggota) Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua) Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua) 
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 19/215. Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor:6574
 
Dalam fatwa lainnya ada perincian apa yang perlu dilakukan oleh istri, mereka mengatakan: kewajiban perempuan di rumah suaminya adalah memasak, mencuci pakaian dan alat makan, membersihkan rumah dan tempat tidur, dan sebagainya. Hal itu bervariasi sesuai tingkat kehidupan, kebiasaan, dan adat masing-masing orang
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
 
Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua) Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (ketua) 
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 19/220 Pertanyaan Keempat dari Fatwa Nomor:9404
 
 
Di sisi lain penanya juga harus memberi masukan kepada suaminya bahwa mencintai istri orang lain merupakan dosa bila terjadi karena khalwat dan ikhtilat. 

Ibnu Qayyim rahimahullahu ta'ala yang telah kami terjemahkan ke bahasa Indonesia,'"Awal mula dan sebab-sebab cinta sifatnya opsional (berada dibawah kendali seorang hamba.pent) dan termasuk dalam lingkaran taklif seorang hamba. Melihat, memikirkan dan membuka diri untuk mencintai sifatnya opsional.

Apabila seseorang mendatangi sebab-sebab tersebut maka efeknya diluar kendali dia...ini seperti efek mabuk setelah meminum khamr, meminum khamr sifatnya opsional sedangkan efek mabuknya di luar kendali orang yang minum.


Ketika sebab itu dilakukan karena pilihan dia sendiri maka dia tidak diberi udzur untuk efek yang tiba di luar kendali. Ketika sebabnya diharamkan maka efek mabuknya tidaklah dimaafkan.

Tidak diragukan lagi bahwa terus memandang dan terus memikirkan kedudukannya sama dengan meminum zat yang memabukkan sehingga dia dicela karena mendatangi sebabnya. Oleh karena itu, bila cinta datang dari hal-hal yang tidak terlarang maka orang yang jatuh cinta itu tidaklah tercela, sebagaimana orang yang mencintai istri atau budak wanitanya kemudian mereka berpisah namun rasa cinta itu tetap lekat dalam diri orang tersebut, kala itu dia tidak tercela sebagaimana berlalu dalam kisah Bariroh dan Mughits.


Begitu pula bila seseorang memandang sekejap kemudian ia memalingkan pandangannya namun cinta telah terlanjur hinggap dalam hatinya tanpa dia bisa kontrol. Meski demikian dia harus berusaha mengusir rasa itu dan memalingkan hati darinya, bila dia masih tersandera oleh rasa cinta itu setelah mengerahkan usaha maksimal untuk mengusir rasa tersebut maka dia tidak tercela. Raudhatul Muhibbin 147-148

Perasaan mencintai istri orang lain juga merupakan kesalahan besar yang bisa berefek perbuatan dosa lainnya mengingat tidak ada jalan yang halal untuk memilikinya. Apabila suami penanya melakukan pendekatan sehingga merusak rumah tangga wanita ini maka ini merupakan salah satu bentuk takhbib.
 

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

( ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุจูŽู‘ุจูŽ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽุฉูŽ ุงู…ู’ุฑูุฆู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽู…ู’ู„ููˆูƒูŽู‡ู ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง )

“Barang siapa yang merusak istri orang lain atau merusak hamba sahayanya, maka bukanlah termasuk golongan kami”. (HR. Abu Daud no.5170)

Dalam riwayat lain disebutkan,"


( ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุจูŽู‘ุจูŽ ุงู…ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆุฌูู‡ูŽุง )

“Bukan termasuk golongan kami seseorang yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya”. (HR. Abu Daud 2175)

Syeikh Abdul Adzim Abadi –rahimahullah- berkata:

ุฎุจุจ 

Adalah merusak dan menipu

(ุงู…ุฑุฃุฉ ุนู„ู‰ ุฒูˆุฌู‡ุง)

Adalah menyebutkan keburukan suami di depan istrinya atau kebaikan laki-laki lain di depan wanita tersebut”. (‘Aunul Ma’bud: 6/159)

(ู…ู† ุฎุจุจ ุฒูˆุฌุฉ ุงู…ุฑุฆ)

Menipunya dan merusaknya atau memperindah perceraian di mata wanita tersebut supaya si laki-laki bisa menikahinya atau laki-laki itu sengaja demikian supaya wanita itu dinikahi laki-laki lain atau model yang selain itu. Aunul Ma'bud 14/52

Takhbib menurut sebagian Ulama' adalah termasuk dosa besar. Apabila laki-laki yang melakukan takhbib itu menikahinya maka hukum pernikahannya sah menurut mayoritas Ulama' dan sebagian Ulama' berpandangan bahwa pernikahannya tidak sah.

Semoga Allah ta'ala memperbaiki kehidupan rumah tangga penanya. 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com