SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

suami tidak jujur soal gaji, keuangan, penguaram


Akhwat (majalengka)
11 months ago on Keluarga

assalamualaikum... ustadz saya ibu rumah tangga 1 anak usia 2thn, saya istri kedua suami saya istri pertaman nya sudah meninggal... pertanyaan saya apakah saya sebagai istri tidak berhak tahu soal keuangan suami saya? dia tidak jujur masalah keuangan nya, untuk kebutuhan sehari2 saya hanya di beri seadanya bahkan kadang kurang, pdhal saya tahu suami saya memiliki uang lebih, kalo ke orang lain mah dia ga itung2 an, mentlakir makan minum dll, saya tidak tahu kemana uang trsebut dia hanya bilang tidak ada uang selalu begitu jawaban ya,, pdahal suami saya di lingkungan di kenal dengan ustadz karena sering dakwah, sholat pun rajin tapi kenapa bersikap seperti itu kepada istri... mohon jawaban nya ustadz, kadang saya merasa tidak di hargai sebagai seorang istri
Redaksi salamdakwah.com
11 months ago

Waalaikumussalam warahmatullahi wa barakatuhu

Ada dua masalah yang perlu dipisahkan dalam pertanyaan ini. Yang pertama adalah merahasiakan sesuatu dari pasangan hidup dan masalah menafkahi istri

Masalah merahasiakan keuangan maka Seorang suami boleh untuk merahasiakan sesuatu dari istrinya, begitu pula seorang istri, ia boleh merahasiakan sesuatu dari suaminya selama rahasia tertentu itu bukanlah sesuatu yang boleh disembunyikan dalam Islam. 

Misalnya: Seorang suami boleh merahasiakan total pemasukannya dari istri karena istrinya punya sifat boros dan dikhawatirkan bila ia tahu pemasukannya maka istri akan meminta berbelanja pada hal-hal yang tidak diperlukan.

Seorang istri juga boleh untuk merahasiakan harta pribadinya bila -misalnya- suami adalah orang yang pelit dan dikhawatirkan dia tidak menginfaqkan hartanya kepada istri untuk kebutuhan rumah tangga jika ia mengetahui bahwa istri memiliki uang pribadi (dia berharap istri yang membiayai kebutuhan rumah tangga).

Meski demikian, dalam rumah tangga, sebaiknya suami/istri tidak merahasiakan hal-hal semacam itu dengan tetap memberikan edukasi kepada pasangannya yang memiliki kesalahan atau sifat yang kurang baik supaya ia sadar dari kekeliruannya dan tidak terus menerus berada dalam kubangan kesalahan yang sama.

Keterbukaan dalam kehidupan rumah tangga akan menghilangkan atau meminimalisir terjadinya buruk sangka seorang pasangan terhadap pasangannya.

Terkait menafkahi istri maka itu kewajiban suami yang harus dilaksanakan baik itu keuangan diketahui istri atau tidak.

Seorang kepala rumah tangga wajib untuk memberi nafkah lahir dan batin kepada istrinya, ia wajib untuk berusaha mencari rizki yang halal untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Allah ta’ala berfirman:


لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ... (٧


Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.. Ath-Tholaq:7
 
Apabila seseorang lalai dalam mencukupi kebutuhan orang yang berada di bawah tanggungannya maka ia telah berdosa. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ، عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ


Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa orang-orang yang menahan makan (upah dan sebagainya) orang yang menjadi tanggungannya. HR. Muslim no.996
 
Termasuk perbuatan dosa berdasarkan hadits di atas adalah seorang suami yang tidak memberikan nafkah sama sekali (Sehingga keluarga tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya) 

Istri bila merasa tidak tercukupi kebutuhan pokoknya maka bisa menyebutkan tindakan suami ketika mentraktir dll

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com