SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menerima Pinangan Ikhwan Yang Baru Belajar Manhaj Yang Benar


Akhwat (Bandung)
4 months ago on Keluarga

Bismillah Assalamuallaikum, afwan ustadz ana ingin bertanya. Ana dilamar oleh seorang ikhwan, dia baru belajar manhaj salaf, Ana sudah mengenal ikhwan ini sejak 5-6 tahun lalu karena pernah 1 sekolah, ana sudah mengenal keluarga nya , Namun ada 1 yang ana tidak ridho kpd nya, dia memiliki banyak teman yang kurang baik, ta jarang ana temukan teman nya sering nge tag di video akhwat yang buka2 aurat musik2 dan keburukan lainnya, Ana sudah pernah tegur dia untuk meninggalkan teman2nya yg kurang baik tersebut, tapi dia jawabnya " Mau pergaulan separah apapun saya bisa masuk, cuma saya ngebatasin diri", Bagaimana harusnya sikap ana ya ustadz ?? Mohon nasehatnya,
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Idealnya seorang muslim menjaga pergaulannya dan menjaga persahabatannya, jangan sampai bersahabat dengan orang-orang yang akan memberikan pengaruh buruk untuk dirinya. Berikut ini dalil masalah ini


سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ أَبِي مُوسَى، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ االله عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالجَلِيسِ السَّوْءِ، كَمَثَلِ صَاحِبِ المِسْكِ وَكِيرِ الحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ المِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ، أَوْ ثَوْبَكَ، أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَة


Aku mendengar Abu Burdah bin Abu Musa dari bapaknya radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap. HR. Bukhari no. 2101 dan Muslim no. 2628, lafadz di atas adalah lafadz Bukhari.

Dalam hadits lain disebutkan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِل


Dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang laki-laki itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya."HR. Abu Daud no.4833 dan Tirmidzi no.2378 dan yang lainnya. Dihasankan oleh Al-Albani.

Maksud kami dalam pembahasan ini adalah kawan dan sahabat yang memiliki kedekatan khusus sehingga bisa mempengaruhi diri seseorang. Kami tidak bermaksud mengatakan bahwa tidak boleh komunikasi dan tidak boleh punya relasi dari semua kalangan. Boleh bagi seseorang punya relasi dari semua kalangan untuk urusan tertentu yang sifatnya terbatas misalnya dalam masalah bisnis yang mubah.

Oleh karena itu laki-laki yang diceritakan oleh penanya perlu diberi masukan tentang persahabatan dan hubungan pertemanan yang perlu dibatasi dan yang tidak terbatas. Apabila ia tidak mau menjaga dirinya dari pergaulan khusus yang tidak baik maka apabila ada lelaki lain yang baik akhlak dan agamanya (yang maju melamar atau layak menjadi suami) maka kami sarankan untuk mengalihkan pilihan kepada lelaki lain tersebut. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Saya seorang perempuan bercadar. Dua orang laki-laki datang meminang saya. Peminang pertama adalah laki-laki berjenggot yang sedang menempuh studi di tingkat dua semester genap fakultas ekonomi, sementara saya telah lulus sebagai sarjana ekonomi. Meskipun begitu, usianya lebih tua tiga tahun dari saya. Dia hanya memiliki satu orang saudara perempuan yang akan menikah di daerah yang jauh. 
Peminang kedua adalah seorang insinyur pertanian yang memiliki flat pribadi. Dia memenuhi kriteria yang saya cari dalam hal keagamaan, seperti tidak berjabat tangan dan ikhtilath (bergaul bebas) dengan lawan jenis, dan lain-lain. Dia sangat komitmen terhadap agamanya dan akhlaknya amat mulia. Namun dia tidak berjenggot. Keluarga saya di rumah menyerahkan semuanya kepada saya. Pilihan ini membuat saya bingung. Oleh karena itu, saya mohon Anda dapat menjelaskan pandangan Islam mengenai hal ini, dengan mempertimbangkan bahwa kedua laki-laki tersebut berkecukupan dari sisi finansial.

Mereka menjawab," Suami yang dipilih haruslah laki-laki yang saleh dalam agamanya, bertakwa kepada Allah dalam segala urusannya, paling bagus akhlaknya, dan paling sempurna kecerdasannya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/47-48. Fatwa No.13656

  
Kami berpandangan bahwa perlu menyatukan visi dan misi dengan sungguh-sungguh sebelum menikah mengingat apabila telah terjadi pernikahan maka proses itu akan susah dan kadang proses itu tidak bisa berjalan baik mengingat ada pertimbangan-pertimbangan lain bila ingin tegas dalam keputusan melanjutkan hubungan atau menghentikannya. Kami sarankan juga kepada penanya untuk tidak lupa melaksanakan shalat istikharah, Semoga Allah ta'ala memberikan pasangan hidup yang terbaik bagi penanya.

Wallahu ta'ala a'lam 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com