SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Perselingkuhan Di Kantor


Akhwat (Batam)
2 months ago on Keluarga

Assalamualaikum ustadz. Saya ingin bertanya, ditempat saya bekerja ada teman kerja saya yang sudah memiliki suami dan anak. Suaminya bekerja sebagai pelaut yang pulangnya jarang. Dan saya telah ketahui Teman saya ini (istrinya) ternyata ada hubungan dengan lelaki lain. Dan lelaki lain itu pun teman saya. Mereka melakukan hubungan yang seharusnya tidak boleh di jalin. Saya sebagai temannya merasa sedih dan kecewa ustadz kepada mereka berdua. Terutama kepada si wanita karna dia bkn hanya sekedar teman bagi saya tpi saya sudah anggap sebagai saudara/keluarga. Saya mohon ustadz bisa memberi saya solusi untuk hal ini.Ap yang harus saya lakukan? Apa saya harus menegur mereka? Kalau pun menegur harus bagaimana caranya? Terimakasih ustadz Wassalamualaikum
Redaksi salamdakwah.com
2 months ago

 

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Pertama-tama anda harus berdoa kepada Allah ta'ala semoga Allah ta'ala memberi mereka petunjuk kemudian anda memberi nasehat kepada kawan anda (perempuan yang berselingkuh tersebut) anda perlu memberikan pengingkaran perbuatan dia dengan cara yang baik.  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ


Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaknya dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka hendaknya dia ubah dengan lisannya. Jika tidak mampu maka hendaknya dia ubah dengan hatinya dan itulah iman yang paling lemah”. HR. Muslim No. 49

Berilah dia informasi tentang bahaya selingkuh dalam pandangan Islam. Minimal yang terjadi adalah mendekatkan diri kepada perbuatan zina dan ini terlarang dalam Islam, diantara hal-hal yang mungkin terjadi ketika perselingkuhan yang tidak sampai kepada perzinahan adalah point-point berikut:

1. Khalwat, yaitu berduaan tanpa ada mahram yang menemani, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ 


“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.”HR. Bukhari no.5233 dan Muslim no.1341

2. Melihat kepada lawan jenis yang bukan mahram dengan sengaja tanpa alasan yang syar'i, Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 30-31:


قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ..... 


“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya


وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ. 


“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” 

3. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda: 


كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ


“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” HR. Muslim no.2657

Meski zina Tangan tidak seperti zina Farj tapi itu tetaplah dosa sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, karena julukan untuk perbuatan tertentu dengan julukan yang sama dengan julukan perbuatan yang haram, maka yang pertama dihukumi dengan hukum kedua (haram)

4. Secara umum perselingkuhan mengantarkan pasangan itu ke arah perzinahan, dan semua yang mengantarkan kepada zina dilarang oleh Allah ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 32:


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Kalau dikatakan: jika point-point diatas bisa dihindari maka perselingkuhan tersebut boleh. Kami katakan bahwa itu tidak mungkin karena kalaupun amalan anggota badan dhohir bisa dijaga tapi syahwat yang ada dalam batin tidak bisa dihindari ketika dua sejoli sedang dimabuk asmara, dan jika demikian maka perbuatan itu bisa dikategorikan zina hati sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.    

Apabila ternyata kawan anda itu telah sampai melakukan perzinahan maka anda perlu sampaikan bahwa apa yang telah ia lakukan merupakan kejahatan yang luar biasa, dan penghianatan terhadap hak-hak suami atasnya, dan telah merusak ranjangnya, dan hukuman yang sesuai oleh pelaku-pelaku semacam ini adalah dirajam dengan batu hingga meninggal. Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

خُذُوا عَنِّي، خُذُوا عَنِّي، قَدْ جَعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيلًا، الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جَلْدُ مِائَةٍ وَنَفْيُ سَنَةٍ، وَالثَّيِّبُ بِالثَّيِّبِ جَلْدُ مِائَةٍ، وَالرَّجْمُ 

 "Ambillah dariku, ambillah dariku (had zina), sesungguhnya Allah telah menjadikan jalan bagi mereka. Jika orang yang belum menikah berzina dengan orang yang belum menikah, maka dia dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Jika orang yang sudah menikah berzina dengan orang yang sudah menikah, maka dia dicambuk seratus kali dan dirajam." HR. Muslim no.1690 dan yang lainnya

Dalam riwayat lain disebutkan hukuman  untuk orang yang berzina sedangkan statusnya sudah menikah. Disebutkan dalam hadis Abu Hurairah dan Zaid bin Khalid radhiyallahu 'anhuma, mereka berdua berkata

كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: أَنْشُدُكَ اللَّهَ إِلَّا قَضَيْتَ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ، فَقَامَ خَصْمُهُ، وَكَانَ أَفْقَهَ مِنْهُ، فَقَالَ: اقْضِ بَيْنَنَا بِكِتَابِ اللَّهِ وَأْذَنْ لِي؟ قَالَ: «قُلْ» قَالَ: إِنَّ ابْنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هَذَا فَزَنَى بِامْرَأَتِهِ، فَافْتَدَيْتُ مِنْهُ بِمِائَةِ شَاةٍ وَخَادِمٍ، ثُمَّ  سَأَلْتُ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ العِلْمِ، فَأَخْبَرُونِي: أَنَّ عَلَى ابْنِي جَلْدَ مِائَةٍ وَتَغْرِيبَ عَامٍ، وَعَلَى امْرَأَتِهِ الرَّجْمَ. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَقْضِيَنَّ بَيْنَكُمَا بِكِتَابِ اللَّهِ جَلَّ ذِكْرُهُ، المِائَةُ شَاةٍ وَالخَادِمُ رَدٌّ، عَلَيْكَ وَعَلَى ابْنِكَ جَلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيبُ عَامٍ، وَاغْدُ يَا أُنَيْسُ عَلَى امْرَأَةِ هَذَا، فَإِنِ اعْتَرَفَتْ فَارْجُمْهَا» فَغَدَا عَلَيْهَا فَاعْتَرَفَتْ فَرَجَمَهَا

Ketika kami berada dekat Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, ada seorang lelaki berdiri lalu berkata, "Saya meminta atas nama Allah agar Anda memutuskan permasalahan kami dengan Kitab Allah." Lawannya pun berdiri dan dia lebih pandai dari yang pertama lalu berkata, "Putuskanlah permasalahan kami dengan Kitab Allah dan izinkan saya untuk bicara." Lantas Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, "Berbicaralah." Dia berkata, "Anak lelaki saya bekerja di tempat orang ini dan anak saya tersebut berzina dengan istrinya. Kemudian saya menebusnya dengan seratus ekor kambing dan seorang budak. Lalu saya bertanya kepada beberapa orang yang berilmu dan mereka memberitahu saya bahwa anak saya harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun sedangkan istri orang ini harus dirajam." Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Demi jiwaku yang ada di dalam genggaman-Nya, sungguh saya akan memutuskan permasalahan kalian berdua dengan Kitab Allah Ta'ala. Seratus ekor kambing dan seorang budak yang kamu berikan dikembalikan kepadamu. Anakmu harus dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Pergilah, Unais, dan temui istri orang ini. Jika dia mengaku telah berzina, maka rajamlah dia." Lalu Unais menemui istri orang tersebut dan dia pun mengakui perbuatannya kamudian Unais merajamnya. HR. Bukhari no. 6827  dan Muslim no. 1697 dan yang lainnya

Ada hukuman akhirat menanti untuk para pezina. Dalam nash yang lain disebutkan siksaan pezina setelah ia mati,"


"فانطلقنا فأتينا على مثل بناء التنور " - قال عوف: أحسب أنه قال -: " فإذا لغط وأصوات، فاطلعنا فإذا فيه رجال ونساء، وإذا هم يأتيهم اللهب من أسفل منهم، فإذا أتاهم ذلك ضوضووا، قال: قلت: من هؤلاء؟ قال: لي انطلق " - فذكر الحديث ثم قال في التفسير: " أما الرجال والنساء العراة الذين في مثل بناء التنور فإنهم الزناة والزواني 


“Kemudian kami berlalu, lalu sampai pada sebuah bangunan seperti tungku pembakaran.” -Auf, perawi hadits- berkata, “Sepertinya beliau juga bersabda, ‘Tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan teriakan.’” Beliau melanjutkan, “Kemudian aku menengoknya, lalu aku dapati di dalamnya laki-laki dan perempuan yang telanjang. Tiba-tiba mereka didatangi nyala api dari bawah mereka, mereka pun berteriak-teriak.” Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya (pada Jibril dan Mika-il), ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Adapun laki-laki dan perempuan yang berada di tempat seperti tungku pembakaran, mereka adalah para pezina.’ HR. al-Baihaqi di Syu'ab al-Iman no.5036 Dishahihkan oleh al-Albani di Shahih al-Jami' ash-Shaghir 1/651 

Di sini lain perselingkuhan berfek buruk dari beberapa sisi:
1. Sisi fitrah:

Fitrah yang lurus akan mengingkari perselingkuhan, pertama: dari sisi pengkhianatan dalam hubungan rumah tangga.
yang kedua:orang yang berselingkuh tidak akan ridho jika keluarganya dikhianati dan menjadi korban perselingkuhan

2. Dari sisi Islam:
Di samping hukuman di atsa yang disebutkan ada masalah lain yang akan timbul yakni, kalau perzinahan istri diketahui suami atau sebaliknya maka bisa terjadi mula’anah(saling melaknat antara suami istri yang berakibat terurainya ikatan pernikahan dan tidak ada ruju’) berikut detailnya dalam ayat Al-Qur’an:


وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ شُهَدَاءُ إِلا أَنْفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ (٦)وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (٧)وَيَدْرَأُ عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ (٨)وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ (٩)النور

6. dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), Padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, Maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, Sesungguhnya Dia adalah Termasuk orang-orang yang benar.
7. dan (sumpah) yang kelima: bahwa la'nat Allah atasnya, jika Dia Termasuk orang-orang yang berdusta
8. Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah Sesungguhnya suaminya itu benar-benar Termasuk orang-orang yang dusta.
9. dan (sumpah) yang kelima: bahwa kemarahan Allah atasnya jika suaminya itu Termasuk orang-orang yang benar.

Jadi salah satu pernyataan pasti benar dan secara otomatis salah satu pihak bisa terkena laknat atau kemarahan Allah ta’ala


3. Sisi sosial:
Secara sosial telah terbukti bahwa perselingkuhan bisa berbuntut kehancuran rumah tangga yang berakibat buruk untuk kehidupan anak-anak yang tidak bersalah, seperti terjadinya broken home dan lain-lain

4. Sisi kesehatan
Menurut ilmuwan Italia dari University of Turin, pria yang tidak setia memiliki risiko lebih tinggi menderita sakit kepala atau aneurisma. Hal ini merupakan akibat bahwa orang yang berselingkuh cenderung lebih sering mengalami tekanan dan stres.

Para peneliti dari University of Colorado mengambil kesimpulan yang mendukung bahwa selingkuh berbahaya bagi kesehatan tubuh seseorang. Perselingkuhan tidak hanya memberikan pengaruh buruk pada orang yang berselingkuh saja, orang yang diselingkuhi juga merasakan dampak negatif pada kesehatan mental mereka. Setelah mereka mengetahui bahwa pasangan mereka berselingkuh, mereka akan lebih sering depresi. Rasa dikhianati membuat mereka menjadi selalu ketakutan. Dampak ini sama dengan rasa depresi orang yang selamat dari kecelakaan mobil mengerikan.

Silahkan juga disampaikan kepada teman anda bahwa perselingkuhan bukanlah jalan keluar jika terjadi masalah dalam hubungan rumah tangga, komunikasi yang terbuka dan intens antar pasangan insyaallah bisa mengurai benang kusut masalah suami istri. Apabila masalah terselesaikan dan ada hak penting salah satu pihak yang tidak bisa dipenuhi pihak lain maka seseorang bisa mengajukan perceraian.

Wallahu ta'ala a'lam 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2018 - Www.SalamDakwah.Com