SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tetangga Berisik


Akhwat (Yogyakarta)
4 months ago on Aqidah

Assalamualaikum Ustadz, saya mau bertanya perihal bertetangga. Kebetulan saya anak kos dg kamar berhadapan dengan anak lain. Suatu ketika dia baru pindah ke depan kamar saya ustadz. Lalu pertama kali di malam isya waktu tarawih dia ramai sehingg saya tidak bisa konsentrasi untuk sholat tarawih, kemudian saya menegur dan meminta waktu tenang untuk beribadah. Lalu ustadz dia ramai lagi saat malam jam istirahat, kemudian saya mengingatkan dengan meminta maaf untuk mengingat jam malam. Namun singkatnya pada saat itu saya langsung diblokir akses WA saya. Dan kemudian berkali-kali kembali dia ramai lagi di waktu malam istirahat, shg saya terpaksa memberikan kode suara untuk memberitahu. Disamping itu ustadz saya juga selalu tidak berkeberatan apabila dia harus ramai dengan kepemtingan yg mendesak seperti mengajar online, berkomunikasi dengan orang tua, hanya saja yg selalu saya sayangkan pada waktu malam hari istirahat itu adalah untuk hal hal yg bersifat pribadi spt menonton film Saya sangat merasa menyesal apabila selesai mengingtkan dan dia tidak ramai lagi, sehingga pada hari raya saya mencoba memberi makanan sekaligus meminta maaf, tetapi makanan tersebut dibiarkan tetap menggantung di pintunya dan kemudian ditaruh di kulkas selama 2 hari tidak dimakan. Saya juga ingin mencoba untuk mencoba mengobrol kembali tetapi hati saya masih belum siap krn respon dia yang terlalu cepat memutuskan komunikasi padahal niat saya hanya mengingatkan dan meminta untuk saling menghargai. Apa yang harus saya lakukan ustadz๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ bahkan sampai skrg kalau malam hari dia selalu melihat film dan istirahat di pagi-siang harinya Sedangkan saya ingin sekali tidur dengan normal kembali ustadz krn jujur itu mengusik dan mempengaruhi waktu istirahat saya, krn saya tidak bisa terus2an tidur menggunakan earphone untuk meminimalisir suara2 dari kamar dia
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

ูˆุนู„ูŠูƒู… ุงู„ุณู„ุงู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

 

Idealnya setiap kita yang hidup bertetangga harusnya memuliakan tetangga dan berusaha untuk tidak mengganggu tetangga. Dalam suatu hadits disebutkan:

 

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู†ู‡ ุฃู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ูู„ูŠู‚ู„ ุฎูŠุฑุง ุฃูˆ ู„ูŠุตู…ุช ูˆู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ูู„ูŠูƒุฑู… ุฌุงุฑู‡ ูˆู…ู† ูƒุงู† ูŠุคู…ู† ุจุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุขุฎุฑ ูู„ูŠูƒุฑู… ุถูŠูู‡

 

Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim) 

Abu Syuraih radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallama  bersabda,

 ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูŽู†ู ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูŽูˆูŽุงูŠูู‚ูŽู‡ู    

“Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. “Sahabat bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Bukhari (no.6016)).  

Dalam riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

 ู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ู…ูŽู†ู ุฌูŽุงุฑูู‡ู ุจูŽูˆูŽุงุฆูู‚ูŽู‡ู

Artinya: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya” (HR. Muslim (no.46); Ahmad (no.8638); Al Bukhari (no.78)

 

Dengan demikian apa yang penanya lakukan dengan cara menegur tetangga kamarnya (yang berisik di waktu istirahat) merupakan suatu hal yang wajar dan tidak melanggar syariat, bahkan ini termasuk amar ma'ruf nahi mungkar bila suara yang ribut itu merupakan suara hasil maksiat seperti musik dan sejenisnya. Namun saran kami adalah tetaplah gunakan kata-kata yang lembut dan bijak. Apabila sudah diberi masukan dengan baik namun ia tetap mengganggu dengan suara yang berisik maka itu menjadi tanggungan dia sendiri dan tetaplah berbuat baik kepadanya, apabila dia mendiamkan penanya maka tetaplah menyapanya dan respon dia yang buruk jangan diambil hati. Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : 

ู„ุง ูŠุญู„ ู„ุฑุฌู„ ุฃู† ูŠู‡ุฌุฑ ุฃุฎุงู‡ ุงู„ู…ุณู„ู… ููˆู‚ ุซู„ุงุซ ุŒ ูŠู„ุชู‚ูŠุงู† ููŠุนุฑุถ ู‡ุฐุง ูˆูŠุนุฑุถ ู‡ุฐุง ูˆุฎูŠุฑู‡ู…ุง ุงู„ุฐูŠ ูŠุจุฏุฃ ุจุงู„ุณู„ุงู… 

 

“Tidak halal bagi seseorang apabila ia memutuskan hubungan dengan saudaranya sesama muslim melebihi tiga hari, keduanya saling bertemu namun saling mengacuhkan satu sama lain dan yang terbaik dari keduanya adalah yang memulai menegur dengan mengucapkan Salam.” (Hadits Riwayat AI  Bukhari, no. 5727  dan Muslim, no. 2560) 

Apabila ia terus mengganggu dengan suara berisik di waktu istirahat maka masalah ini bisa dibawa ke pemilik kost supaya dia diberi teguran. Apabila langkah itu tidak menghentikannya untuk berisik maka silahkan cari kos lain yang keadaannya kondusif. Semoga Allah ta'ala mudahkan urusan penanya.

Wallahu ta'ala a'lam

 

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com