SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pernah Menjadi Kasir Yang Berbuat Curang


Akhwat (Bandung)
10 months ago on Riba

Assalamu'alaikum ustadz sy mau bertanya dulu saya seorang kasir d sebuah perusahaan selama kurang lebih 3tahun dan selama menjadi kasir sya melakukan kecurangan dengan mengambil hak org lain atau mencuri harta org lain sehingga sya telah mempunyai mobil motor dan barang lainnya sekarang sya sudah keluar karna sya ingin benar2 bertaubat. Bagaimana saya bertaubat dr harta haram dan menebus dosa saya yg begitu banyak orang yg terzholimi begitu bnyaknya org pasti sya tidak ingat dan tau identitas siapa saja dan nominal ny berapa saja dr setiap orang. Apa yg harus saya lakukan. Terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
10 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami kurang memahami pertanyaan yang dimaksud oleh penanya. Apabila maksudnya adalah itu uang perusahaan maka salah satu poin penting cara taubatnya adalah wajib dikembalikan ke perusahaan tersebut. Apabila uang itu hak milik orang-orang yang bukan perusahaan maka apabila diketahui orangnya maka harus dikembalikan kepadanya, baik itu secara langsung atau lewat perantara, apabila orangnya telah meninggal maka diberikan kepada ahli warisnya.

Apabila tidak diketahui orangnya atau lupa karena saking banyaknya korban maka harus ditotal uang hak orang lain tersebut kemudian disedekahkan atas nama orang yang punya hak.  Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi: Seseorang pernah ikut sebuah regu militer untuk menangkap orang yang mencurigakan. Setelah menangkap dan menggeledah pakaiannya, dia menemukan uang sebesar delapan puluh lima riyal (85 riyal perak). Dia mengambil uang tersebut dan membelanjakannya untuk keperluan keluarganya. Itu dia lakukan karena ketidaktahuan dan kefakirannya. Dia bertanya apa yang harus dia lakukan sekarang untuk menggugurkan tanggungannya?

Mereka menjawab: Jika dia mengetahui keberadaan orang tersebut atau mengenal orang yang mengetahui keberadaannya, maka dia harus mencarinya untuk menyerahkan uang perak miliknya atau yang setara nilainya. Jika tidak mengetahui keberadaanya dan sudah putus asa mencarinya, maka dia harus menyedekahkan uang perak tersebut atau dengan yang setara nilainya atas nama pemiliknya. Namun, jika setelah itu menemukan sang pemilik uang tersebut, maka dia harus memberitahukan apa yang sudah dia lakukan. Jika dia merelakannya, maka beruntunglah. Namun, jika orang tersebut tidak merelakan dan menuntut kembali uangnya, maka dia harus mengembalikannya dan itu menjadi sedekahnya. Dia juga harus meminta ampunan dan bertobat kepada Allah serta mendoakan kebaikan untuk pemilik uang tersebut.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Mani` (Anggota)
Abdullah bin Ghadyan (Anggota)
Abdurrazzaq Afifi (Wakil Ketua)
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Ketua)
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 15/324-325 Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor:1168

Semoga Allah ta'ala memudahkan anda dan kami semua untuk bertaubat dari dosa-dosa sehingga dosa itu tidak menjadi beban untuk kehidupan yang sekarang maupun yang akan datang 

 Wallahu ta'ala a'lam 

© 2019 - Www.SalamDakwah.Com