SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sikap Suami Kasar


Akhwat (Malang)
4 months ago on Keluarga

Assalamualikm ustad, suami saya mudah sekali marah dalam hal sekecil apapun, dan ketika marah selalu menghina saya "bodoh, goblok, gak bisa menyenangkan suami, gak bisa ngapa2in" Padahal saya selalu melaksakan kewajiban sebagai istri. Jika saya membela diri saya dia semakin marah, dan mengancam akan memukul saya. Apakah saya dosa jika saya membela diri saya saat saya dihina? Terimakasih..
Redaksi salamdakwah.com
4 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Apabila faktanya seperti yang disampaikan oleh penanya maka yang pertama kali dilakukan oleh istri adalah mencoba introspeksi diri apakah ada yang salah dengan diri penanya sehingga suami bersikap demikian. Apabila kesalahan ada pada diri penanya maka segeralah lakukan perbaikan diri. Bila ternyata penanya tidak mendapatkan kesalahan pada dirinya setelah dia sungguh-sungguh introspeksi maka yang yang harus diperbuat oleh istri adalah berdoa semoga suami memperoleh hidayah dari Allah ta'ala disertai pemberian nasehat kepada suaminya, baik itu secara kanngsung atau melalui orang lain yang didengar perkataannya oleh si suami. 

Apabila berkali-kali nasehat dari istri dan orang lain tidak merubah pendiriannya dan istri tetap tersiksa dan tertekan oleh perlakuan suaminya maka istri boleh meminta khulu' kepada suaminya.

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menerangkan,"

ولكن لو تضررت المرأة ببقائها مع الزوج لبغضها له أو سوء عشرته أو أسباب أخرى فقد جعل الله لها فرجا بالمخالعة

Namun bila seorang wanita terkena mudhorot ketika dia bersama suami disebabkan karena bencinya wanita itu kepada suami atau karena perlakuan yang buruk dari suami atau sebab lain maka Allah telah memberikan jalan keluar berupa khulu'. Majmu' Fatawa Ibnu Baz  21/292

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah menerangkan,"

امرأة كرهت عشرة زوجها، إما لسوء منظره، أو لكونه سيئ الخلق، أو لكونه ضعيف الدين، أو لكونه فاتراً دائماً، المهم أنه لسبب تنقص به العشرة، فلها أن تطلب الخلع.

Seorang wanita benci perlakuan suami terhadapnya bisa jadi karena dhohirnya yang buruk atau karena suaminya buruk akhlaqnya atau karena agamanya lemah atau karena suaminya selalu lemah, yang penting dikarenakan sebab yang mengurangi kualitas pergaulan, maka kala itu istri boleh meminta khulu'. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 12/451 


Muhammad bin Ibrohim at-Tuwaijiri menerangkan diantara sebab yang dengannya seorang wanita boleh meminta talak dari suaminya:

1. Apabila suami lalai dalam memberi nafkah

2. Jika suami menimbulkan mudhorot untuk istri yang karenanya menjadikan hubungan suami istri tidak bisa berlangsung seperti selalu mencelanya, memukulnya, menyakitinya dan istri tidak mampu menahannya atau memaksanya berbuat mungkar atau semacamnya.

3. Bila istri terkena mudharat karena tidak hadirnya suami dan ia pun khawatir terkena fitnah karena itu.

4. Jika suaminya ditahan untuk waktu yang lama dan istri merasa terkena mudharat karena terpisah dengannya

5. Bila wanita mendapati ada aib yang berat seperti mandul, tidak mampu untuk melakukan penetrasi, berbau tidak sedap atau sakit dalam jangka waktu lama yang menyebabkan dia tidak mampu melakukan hubungan suami istri dan bersenang-senang dengan pasangan, atau suaminya memiliki penyakit berbahaya dan menular atau sejenisnya.

6. Apabila suaminya tidak melaksanakan apa yang Allah wajibkan,  atau dia biasa saja  ketika melakukan dosa besar  dan hal yang haram seperti laki-laki yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat, atau dia meminum khamr, atau dia berzina, atau memakai narkoba dan yang semacamnya. Maushu'ah al-Fiqhi al-Islami 4/191

 

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com