SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menonton Porno Termasuk Dosa Besar?


Ikhwan (Jakarta)
6 months ago on Fiqih

Assalamualaikum pak ustad. Mohon maaf ini aib. Saya pernah beli konten porno berbayar dari sebuah web yang menjualnya, tapi hanya saya gunakan untuk diri saya sendiri dan tidak pernah saya sebarkan. Apakah ini termasuk dosa besar pak ustad? Dan bagaimana cara taubatnya?
Redaksi salamdakwah.com
6 months ago

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

 

Ada pendapat yang mengatakan bahwa melihat film porno termasuk dosa besar dalam keadaan tertentu dengan dasar:

Pertama: Seorang Ulama' yang bernama al-Haitami menerangkan:

الكبيرة الثانية والأربعون بعد المائتين: نظر الأجنبية بشهوة، مع خوف فتنة

Dosa besar yang ke 242: melihat wanita yang bukan mahram diiringi syahwat dan diiringi kekhawatiran jatuh ke dalam fitnah

 

Kedua: Apabila itu dikatakan sebagai dosa kecil, namun bila itu terus berlangsung dan berulang maka itu menjadi besar. Sebagiamana yang diterangkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma: 

لا صغيرة مع الإصرار

Tidak ada dosa kecil bila terus diulangi.

Oleh karena itu penanya perlu bertaubat dengan memenuhi syarat taubat. berikut ini syarat-syarat penting dalam bertaubat :
1. Ikhlas karena Allah ta'ala
2. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
3. Segera meninggalkan perbuatan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak kembali ke dosa tersebut
5. Taubat tersebut dilaksanakan pada saat Taubat masih diterima. lih. Asy-Syarh Al-Mumti' 'ala Zad Al-Mustaqni' oleh syaikh Utsaimin 14/380

Termasuk langkah yang perlu penanya lakukan dalam rangka bertaubat adalah menjauhi lingkungan yang buruk dan teman yang buruk.  Dalam salah satu riwayat shahih disebutkan:


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَسَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَاهِبٍ، فَأَتَاهُ فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ نَفْسًا، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: لَا، فَقَتَلَهُ، فَكَمَّلَ بِهِ مِائَةً، ثُمَّ سَأَلَ عَنْ أَعْلَمِ أَهْلِ الْأَرْضِ فَدُلَّ عَلَى رَجُلٍ عَالِمٍ، فَقَالَ: إِنَّهُ قَتَلَ مِائَةَ نَفْسٍ، فَهَلْ لَهُ مِنْ تَوْبَةٍ؟ فَقَالَ: نَعَمْ، وَمَنْ يَحُولُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ التَّوْبَةِ؟ انْطَلِقْ إِلَى أَرْضِ كَذَا وَكَذَا، فَإِنَّ بِهَا أُنَاسًا يَعْبُدُونَ اللهَ فَاعْبُدِ اللهَ مَعَهُمْ، وَلَا تَرْجِعْ إِلَى أَرْضِكَ، فَإِنَّهَا أَرْضُ سَوْءٍ، فَانْطَلَقَ حَتَّى إِذَا نَصَفَ الطَّرِيقَ أَتَاهُ الْمَوْتُ، فَاخْتَصَمَتْ فِيهِ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ، فَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ: جَاءَ تَائِبًا مُقْبِلًا بِقَلْبِهِ إِلَى اللهِ، وَقَالَتْ مَلَائِكَةُ الْعَذَابِ: إِنَّهُ لَمْ يَعْمَلْ خَيْرًا قَطُّ، فَأَتَاهُمْ مَلَكٌ فِي صُورَةِ آدَمِيٍّ، فَجَعَلُوهُ بَيْنَهُمْ، فَقَالَ: قِيسُوا مَا بَيْنَ الْأَرْضَيْنِ، فَإِلَى أَيَّتِهِمَا كَانَ أَدْنَى فَهُوَ لَهُ، فَقَاسُوهُ فَوَجَدُوهُ أَدْنَى إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي أَرَادَ، فَقَبَضَتْهُ مَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ "


Dari Abu Sa'id Al Khudri bahwasanya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Pada jaman dahulu ada seorang laki-laki yang telah membunuh sembilan puluh sembilan orang. Kemudian orang tersebut mencari-cari orang alim yang paling banyak memiliki pengetahuan. Lalu ia diberitahu tentang seorang rahib dan ia pun langsung mendatanginya. Kepada rahib tersebut ia berterus terang bahwasanya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan orang dan apakah taubatnya itu akan diterima? Ternyata rahib itu malahan menjawab; 'Tidak (Taubatmu tidak akan diterima).' Akhirnya laki-laki itu langsung membunuh sang rahib hingga genaplah kini seratus orang yang telah dibunuhnya. Kemudian laki-laki itu mencari orang lain lagi yang paling banyak ilmunya. Lalu ditunjukan kepadanya seorang alim yang mempunyai ilmu yang banyak. Kepada orang alim tersebut, laki-laki itu berkata; 'Saya telah membunuh seratus orang dan apakah taubat saya akan diterima? ' Orang alim itu menjawab; 'Ya. Tidak ada penghalang antara taubatmu dan dirimu. Pergilah ke daerah ini dan itu, karena di sana banyak orang yang beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setelah itu, beribadahlah kamu kepada Allah bersama mereka dan janganlah kamu kembali ke daerahmu, karena daerahmu itu termasuk lingkungan yang buruk.' Maka berangkatlah laki-laki itu ke daerah yang telah ditunjukan tersebut. Di tengah perjalanan menuju ke sana laki-laki itu meninggal dunia. Lalu malaikat Rahmat dan Azab saling berbantahan. Malaikat Rahmat berkata; 'Orang laki-laki ini telah berniat pergi ke suatu wilayah untuk bertaubat dan beribadah kepada Allah dengan sepenuh hati.' Malaikat Azab membantah; 'Tetapi, bukankah ia belum berbuat baik sama sekali.' Akhirnya datanglah seorang malaikat yang berwujud manusia menemui kedua malaikat yang sedang berbantahan itu. Maka keduanya meminta keputusan kepada malaikat yang berwujud manusia dengan cara yang terbaik. Orang tersebut berkata; 'Ukurlah jarak yang terdekat dengan orang yang meninggal dunia ini dari tempat berangkatnya hingga ke tempat tujuannya. Mana yang terdekat, maka itulah keputusannya.' Ternyata dari hasil pengukuran mereka itu terbukti bahwa orang laki-laki tersebut meninggal dunia lebih dekat ke tempat tujuannya. Dengan demikian orang tersebut berada dalam genggaman malaikat Rahmat.'HR. Muslim no.2766 dan yang lainnya

Dengan demikian penanya perlu membuang dan menghapus koleksi koleksi materi pornografi disertai dengan penutupan akun di penyedia konten porno. Bila perlu alamat web penyedia layanan itu diadukan ke kominfo sehingga bisa diblokir. Jangan lupa selalu berdoa kepada Allah ta'ala untuk menjaga diri dan kehormatanyya di manapun ia berada dan kapanpun itu hingga maut menjemput. Allah ta'ala maha mampu untuk melindungi hati hamba dari pikiran yang mengarah ke zina. 

Abu Umamah Radhiyallahu anhu bercerita, "Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, "Wahai Rasûlullâh, izinkan aku berzina!". Orang-orang pun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, mereka berkata, "Diam kamu, diam!". Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, "Mendekatlah". Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, "Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?".
"Tidak demi Allâh, wahai Rasul" sahut pemuda tersebut.
"Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai". "Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?".

"Tidak, demi Allâh, wahai Rasul!".
"Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai". "Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?".
"Tidak, demi Allâh, wahai Rasul!".
"Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai".
"Relakah engkau jika bibi (dari jalur bapakmu) dizinai?".
"Tidak, demi Allâh, wahai Rasul!".
"Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai".

"Relakah engkau jika bibi (dari jalur ibumu) dizinai?".
"Tidak, demi Allâh, wahai Rasul!".
"Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai".
Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, "Ya Allâh, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya".Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina". [HR. Ahmad XXXVI/545 no. 22211 dengan sanad shahîh].

 

Semoga Allah ta'ala memudahkan penanya dan kaum muslimin seluruhnya untuk menjauhi hal-hal yang menjatuhkan diri kepada fitnah.

Wallahu ta'ala a'lam   

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com